…..Kisah Kepala Ikan….

Dapat cerita ini dari sebuah buku usang tanpa sampul (jadi gak tau apa judulnya :D) waktu lagi pindah-pindahan tempat kos dulu….bukunya ada diatas lemari dikamar kos itu (mungkin milik penghuni kos sebelumnya yang menempati kamar itu) dan bermaksud diwariskan (GeeR.com) kepada penghuni berikutnya….Thx ya…siapapun kamu….

PS : Bukunya terbawa nih sampe sekarang saat aku pindah kerumah baru

Alkisah pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek nenek. Pesta ini dihadiri oleh keluarga besar kakek dan nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan

Pasangan kakek-nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut. Singkat kata, mereka telah mengarungi bahtera rumah tangga yang cukup lama tanpa halangan bagi kebanyakan orang. Pada saat kakek-nenek diberi kesempatan untuk berduaan saja selama beberapa saat, sang nenek berbisik pada sang kakek : “Suamiku, kita telah melewati 50 tahun pernikahan kita. Ketika engkau memutuskan untuk melamarku, aku memutuskan untuk hidup bersamamu dan menerima segala kekurangan yang ada untuk keuanganmu yang pas-pasan. Aku menerima hal tersebut karena aku sangat mencintaimu. Sejak awal pernikahan kita, ketika hidangan ikan, engkau hanya selalu memberiku kepala ikan yang sebetulnya sangat tidak aku suka, namun aku tetap menerimanya dengan mengabaikan ketidaksukaanku tersebut karena aku ingin membahagiakanmu. Aku tidak pernah lagi menikmati daging ikan yang sangat aku suka selama masa pernikahan kita. Sekarangpun, setelah kita berkecukupan, engkau tetap memberiku hidangan kepala ikan ini. Aku sangat kecewa suamiku. Aku tidak tahan lagi untuk mengungkapkan hal ini.

Sang kakek pun terkejut dan bersedihlah hatinya mendengar penuturan sang nenek. Akhirnya, sang kakek pun menjawab: “Istriku, ketika engkau memutuskan untuk menikah denganku, aku sangat bahagia dan akupun bertekad untuk selalu membahagiakanmu dan memberikan yang terbaik untukmu. Sejujurnya hidangan kepala ikan ini adalah makanan yang sangat aku suka, lebih dari makanan yang lain. Namun, aku selalu menyisihkan hidangan kepala ikan ini untukmu karena aku ingin memberikan yang terbaik untukmu. Semenjak menikah denganmu, tidak pernah lagi aku menikmati hidangan kepala ikan yang sangat aku suka itu. Aku hanya bisa menikmati daging ikan yang tidak aku suka karena banyak tulangnya itu. Aku minta maaf, istriku.”

Mendengar hal tersebut, sang nenekpun menangis Merekapun akhirnya berpelukan Percakapan pasangan ini didengar oleh sebagian undangan yang hadir sehingga akhirnya merekapun ikut terharu.

MORAL OF THE STORY

Kadangkala kita terkejut mendengar atau mengalami sendiri suatu hubungan yang sudah berjalan cukup lama dan tidak mengalami masalah yang berarti tiba-tiba kandas ditengah jalan karena masalah yang sepele seperti cerita diatas.

Nampak sekali dalam cerita tersebut bahwa kualitas suatu hubungan tidak terletak pada lamanya hubungan tersebut, melainkan terletak pada sejauhmana kita mengenal pasangan dan orang-orang disekitar kita. Hal itu dapat dilakukan dengan komunikasi yang dilandasi dengan kejujuran dan keterbukaan. Oleh karena itu, mulailah kita membina hubungan berlandaskan kejujuran, keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain baik dalam yang berteman, bersahabat, berkeluarga maupun berorganisasi. Sebuah komunitas akan menjadi besar dan menarik bila didalamnya tercipta keterbukaan dalam komunikasi. Apabila ada hal yang menimbulkan perasaan negative (kecewa, sedih, khawatir, ketidakpuasan, dsb), ungkapkanlah perasaan itu dengan tetap menjunjung tinggi rasa saling menghargai satu sama lain, sehingga tidak kemudian memunculkan rasa saling curiga dan saling menjatuhkan.

Setelah itu, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah, instrokpeksi diri, kemudian bertekad untuk berubah. Jangan ada lagi keegoisan. Dan hendaknya cinta kasih dijadikan landasan sebagai dasar untuk membangun sebuah hubungan yang harmonis.

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 Responses to …..Kisah Kepala Ikan….

  1. itsmearni says:

    du..du..du…*terlalu serius ya nai ?*

  2. diarybiru says:

    Article yg bgur, thx ya

  3. itsmearni says:

    kembali……… 🙂

  4. upenyu says:

    Moral of the story, kita mesti berterus terang dengan pasangan kita.BTW, kepala ikan memang enak, terutama kalau kepala ikan merah. Saiz sederhana aja ongkosnya RM50 (diMalaysia). Enak untuk dibuat berbuka puasa.

  5. itsmearni says:

    betul itu bang….klo disini ada masakan padang namanya “Gule kepala kakap” enak banged tuh….

  6. wenivni says:

    Gule kepala kakap, apalagi yang besar…waaah…..ueeenaaaakk…..!Intinya, komunikasi dan keterbukaan memang harus dijalin antara pasangan. Alhamdulillah aku dan suamiku sangat-sangat terbbuka, hingga suamiku tahu apa yang kulakukan dan begitu pula sebaliknya. Pernahkah kami bertengkar? woooow…tanyakan anak2ku…..! Kami bahagia dan mesra terus…(narsies…) hahaha…..BTW, postinganmu bagus….!!!

  7. itsmearni says:

    wenivni said: Kami bahagia dan mesra terus…(narsies…) hahaha…..BTW, postinganmu bagus….!!!

    wow….jadi ngiri….*langsung nelp suami dikantornya….sayang pulang yuks*hohohoho 😀 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s