Laskar pelangi

“Nilai-nilai dan kecerdasan tidak diukur dengan angka-angka melainkan dengan hati” Aku suka banget sama kalimat yang diucapkan Pak Harfan ini, sederhana namun penuh makna, singkat namun langsung telak kesasaran…..

Walaupun sudah banyak yang menulis review tentang film ini dan entah aku ini orang yang keberapa, namun tetap saja film ini punya banyak kisah menarik untuk dituangkan diatas kertas, dari berbagai sudut pandang tentunya.

Sejak awal baca novelnya Desember taon lalu, ku langsung jatuh cinta dan terus menanti kehadiran filmnya dengan harapan filmnya dapat memenuhi hasrat semua orang bukan saja penikmat bacaan tapi juga penikmat film karena tentu saja tidak semua penonton filmnya adalah mereka yang telah membaca novelnya (mengingat minimnya budaya membaca di negara ini hiks…).

10 orang (+ 2 tambahan-Flo & A Ling) anak Belitong yang luar biasa, dengan kisah hidup yang warna-warni, penuh semangat perjuangan demi pendidikan, persahabatan dan tentu saja menatap masa depan yang (semoga) lebih baik.

Anak-anak Belitong itu yang notabene adalah para pendatang baru didunia akting, mampu merepresentasikan dengan baik peran yang dibawakannya tentu saja dengan tingkah polah khas anak-anak SD zaman itu, dengan dialek mereka yang khas dan segala candaan serta percakapan yang sarat makna. Selain itu setting tempat dan waktu periode 1974 – 1979 mampu dihadirkan secara pas lengkap dengan keindahan alam Belitong dengan pantainya yang bersih, berbatu dan jalanan yang penuh ilalang.

Mengenai para pemain senior, tidak usah ditanya lagi, aktingnya luar biasa. Betapa Cut Mini mampu membawa perasaan kita campur aduk dengan perannya sebagai Ibu Muslimah. Kesedihannnya saat menanti kepastian 1 orang murid lagi, kegembiraaannya ketika Harun datang, senyumnya yang merekah dan binar mata bahagianya saat mengajar dan tentu saja kebanggaannya akan murid-murid yang luar biasa. Belum lagi para pemain yang lain…semuanya hebat.

Kembali ke 10 anak itu, dalam film ini terlihat 3 tokoh sentral yang ditonjolkan, Ikal, Lintang dan Mahar. Ikal tentu saja karena dia empunya cerita (film diawali dengan kepulangan Ikal kekampungnya). Lintang karena dia yang paling jenius dengan latar belakang kehidupan yang luar biasa. Dan satu lagi Mahar dengan ketertarikan pada seni yang kemudian membuat sekolah mereka menjadi pemenang dalam karnaval. Ditambah lagi kemampuan dia malantunkan ”Bunga Seroja” dengan indah.

Dan akhirnya, secara keseluruhan film ini mampu mengajak penonton untuk tertawa terbahak-bahak, tersenyum-senyum dan sesaat kemudian terdiam, terharu lalu meneteskan airmata….sedih, bahagia, semua diramu jadi satu dalam film ini.

Dan akhirnya…kembali pada kalimat Pak Harfan….bahwa nilai-nilai tidak diukur dengan angka melainkan dengan hati. Begitulah film ini mengajak kita menonton dengan hati…..

Ps : Ada satu adegan yang buat aku bingung, dalam novel peserta cerdas cermat adalah Lintang, Ikal dan Sahara. Tapi kok dalam film jadi Lintang, Ikal dan Mahar ya?

Btw…aq nonton film ini murah lho pake debit mandiri buy one get one..harga tiket 15.000 nonton b2 jadinya Cuma 7.500/orang xixixixixix…thx Mandiri

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

21 Responses to Laskar pelangi

  1. itsmearni says:

    Satu lagi cerita yang agak buat aku bingung (yah wlopun novel tak harus sama dengan film) tapi dalam novel kek nya Lintang masih punya ibu, kakek n nenek, dan adik-adik, tapi dalam film hanya punya ayah dan adik-adik….apa aku salah ya… 😀

  2. dhitterrz says:

    akhirnya nonton juga yah.. hehehe…

  3. itsmearni says:

    Iya….jumat malem, pulang kantor mampir ke Citos heheheehe…lumayan buy one get one … Trus saking sukanya, kemaren nonton lagi di Botani Square hihihihi…

  4. ic4love says:

    Hua…. Mau dung nonton. Knapa yah gw pake idup d arab sgala. Duh duh… Nasib.. Ya nasib… Nunggu pilmnya keluar past lma bnget. Blum lg nyampe ke tangan guenya.. Pasti makin lama.. Cedih jdinya..

  5. itsmearni says:

    ic4love said: Hua…. Mau dung nonton. Knapa yah gw pake idup d arab sgala. Duh duh… Nasib.. Ya nasib… Nunggu pilmnya keluar past lma bnget. Blum lg nyampe ke tangan guenya.. Pasti makin lama.. Cedih jdinya..

    ayo pulang bang…Indonesia n laskar pelangi menunggumu 😀

  6. Gw juga belum nonton….Hikspulang piket lebaran gw nonton ah….Kudu wajib mesti…Hmm…Buy 1 get 1 y…Nonton ma cp y…*celingak celinguk, pada pulang kampung…*

  7. tambou says:

    kl q suka gini sist…nilai manusia tdj d ukur dari apa yg kita miliki…. namun d ukur dr apa yg kita perbuat slm kita hdp… bgt….cieeeeeeeeeeeeeeee

  8. 23117 says:

    itsmearni said: nilai-nilai tidak diukur dengan angka melainkan dengan hati

    sementara dari kecil smp gedhe udah diajarin kalo segala sesuatunya udah diukur dgn nominal; baik angka ato materi..

  9. smiledevils says:

    Heuheu… udah lama baca bukunya, jadi lupa adegan mana yg ga sama ma novel…Pengen nonton lagi… tapi pasti ngantre ya? tapi ko Laskar Pelangi jarang di expose ya di TV2? ga kaya AAC yg digembar-gemborin gara2 masuk box ofice… Oia.. yg belum baca review gw tentang film Laskar Pelangi, ditunggu kunjungannya ya…

  10. smiledevils says:

    Heuheu… udah lama baca bukunya, jadi lupa adegan mana yg ga sama ma novel…Pengen nonton lagi… tapi pasti ngantre ya? tapi ko Laskar Pelangi jarang di expose ya di TV2? ga kaya AAC yg digembar-gemborin gara2 masuk box ofice… Oia.. yg belum baca review gw tentang film Laskar Pelangi, ditunggu kunjungannya ya…

  11. mudah-mudahan film laskar pelangi 2-nya secepatnya di luncurkan :-D, apalagi kalo lo sudah baca novelnya bisa-bisa nonton laskar pelangi bisa nangis berkali-kali

  12. iiiihh….jadi pingin cepetan nonton 😦

  13. tambou says:

    myworldisfullwithyou said: mudah-mudahan film laskar pelangi 2-nya secepatnya di luncurkan :-D, apalagi kalo lo sudah baca novelnya bisa-bisa nonton laskar pelangi bisa nangis berkali-kali

    filmny da d luncurkn d Movie… bsk q d ajak nonton… hehehehehe… akhirny…. 🙂

  14. itsmearni says:

    anonymouseleven said: Gw juga belum nonton….Hikspulang piket lebaran gw nonton ah….Kudu wajib mesti…Hmm…Buy 1 get 1 y…Nonton ma cp y…*celingak celinguk, pada pulang kampung…*

    sekarang udah khan?

  15. itsmearni says:

    tambou said: kl q suka gini sist…nilai manusia tdj d ukur dari apa yg kita miliki…. namun d ukur dr apa yg kita perbuat slm kita hdp…bgt….cieeeeeeeeeeeeeeee

    weeeee…bijak banget non

  16. itsmearni says:

    23117 said: sementara dari kecil smp gedhe udah diajarin kalo segala sesuatunya udah diukur dgn nominal; baik angka ato materi..

    yups….maka nya kata2 pak Harfan rasanya mengena banget…

  17. itsmearni says:

    smiledevils said: Pengen nonton lagi… tapi pasti ngantre ya? tapi ko Laskar Pelangi jarang di expose ya di TV2? ga kaya AAC yg digembar-gemborin gara2 masuk box ofice…

    iya neh…kek nya kurang promosi di media ya….

  18. 3rdevolution says:

    waah…aku tuh waktu lebaran kemarin pingin bet nonton ni film tapi gak kebagian karcis…padahal tanggal 6 aku kudu balik ke Rotterdam.ada kisah jalan berdua teman si jurangmanguindah..tau kan? nah muter-muter 4 mall dari tamini, kramat jati, graha cijantung, sampe pondok gede…akhirnya malah makan di kfc berdua..curhat bareng deh..kog jadinya komen gw gak laskar pelangi ya…hihihi…sorrii…

  19. itsmearni says:

    hahahahaha….yang penting kan dah baca novelnya….nonton pelemnya nanti aja non beli DVD nya hehehebtw….koq aku gak diajak makan2 yaaaaaaa *ngarep*

  20. freya2002 says:

    aq ntn ama anak-anakq tp telat.pf utk film manis….aq crt ama anak2q klo maminya punya nasib crt serupa, malah lbh seru krn di kampung kita bisa panen mangga di tepi hutan sepuasnya asal manjat sendiri atau segar minum airkelapa ampek kembung lalu pulangnya kejar-kejaran ama ular garis….emen2 q di sebrang sungai setail klo ke sekolah seragamnya slalu kumel krna ditaruh di tas plastik waktu mereka telanjang nyebrang sungai.klo banjir, kelas byk yg absen,muridnya nyangkut di ujung air.aq nostalgia paling geli ampe sekrg. klao mandi dikali kita tinggal cawat….tuh si A tjai anak taoke ikutan mandi.anaknya putihhh banget trus kurus cuma tulang dan kulit jadi urat-urat biru dan nadi merah jelas menggurat di sebadannya….di bayangan q persis badan cicak…hiii…tapi cicak besar….hhhhiiii banget.sejak itu q geli deket temen cowo yang putih, otakku langsung mikir cicak besar,hhiii…padahal q gak takut ama uler tuh…tu alasan knp semua pcr q item…item….he..he…ketauan dah q.its ceita2 its donk apa ini itu kah?klo cinta wisata…ke daerah timur RI sana…pemandanganx aejing…coba dah!!!suwer…q saksi mata ni.

  21. itsmearni says:

    wiks…seru banget yap…hidup warna-warni kek pelangi gitu…aq juga mbak, baca bukunya n nonton filmnya jadi inget masa kecil aq di Kendari – Sulawesi…seru banget….Daerah timur Indonesia memang cantiqmbak…setiap daerah punya kekhasan masing-masing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s