Surat Kepada Tuhan

Tersebutlah seorang petani yang miskin dan lugu. Sehari-harinya dia sangat rajin berdoa dan bekerja. Bahkan ditengah-tengah kesulitan hidupnya dia tak pernah lupa untuk selalu mengucap syukur pada Tuhan atas hidup dan kebahagiaan yang diperolehnya bersama istri dan seorang anaknya.

Pada suatu saat, panen diladang petani tersebut mengalami kegagalan akibat kemarau panjang sehingga hasil yang diperoleh pun tak seberapa. Disaat yang sama anak semata wayang petani itu jatuh sakit dan dia sedang tak punya uang. Petani tersebut kemudian membawa anaknya ke mantri desa yang kemudian membuatkan resep untuk ditebus. Ternyata harga obat yang dibutuhkan adalah 100 rb. Makin bingunglah dia, sedang tak punya uang, anak sakit dan harus membeli obat. Pikir punya pikir, akhirnya dia sadar bahwa satu-satunya tempat dia meminta tolong hanya kepada Tuhan. Lalu diapun berdoa, setelah itu mengambil secarik kertas dan menulis surat.

Kepada

Yth. Tuhan Yang Maha Adil

Tuhan, saat ini hamba membutuhkan pertolongan, anak hamba sakit dan harus membeli obat. Sedangkan hamba sedang tidak memilki uang sama sekali, apalagi panen ladang jagung tahun ini gagal.

Jika berkenan, sudilah kiranya Tuhan mengirimkan hamba uang sebesar 100 ribu untuk membeli obat bagi anak hamba.

Terima kasih Tuhan…

Dari

Hambamu

Surat tersebut dimasukkan keamplop, tak lupa dilengkapi alamt pengirim dan dimasukkan dalam kotak pos desa

Keesokan harinya, pegawai pos desa datang dan mengambil isi kotak pos untuk dikirim ke alamat tujuannnya masing-masing. Saat menyortir surat-surat tersebut, terbacalah olehnya surat yang ditulis petani tersebut. Bingung harus mengirim kemana ditambah rasa penasaran yang besar, petugas tersebut membuka dan membaca surat dimaksud. Tak tersa hatinya terenyuh, dadanya sesak dan menangislah dia. Kemudian dia menceritakan isi surat itu kepada teman-temannya. Mereka kemudian berinisiatif untuk mengumpulkan uang abntuan bagi petani tersebut dan terkumpullah uang sebesar 80 ribu.

Uang tersebut dimasukkan dalam amplop, lengkap dengan pesan

Kepada

Hamba Tuhan yang baik

Sekedar bantuan bagi kesembuhan anak bapak

Keesokan harinya petugas tersebut mengantarkan amplop dimaksud kerumah petani. Dengan penuh sukacita petani tersebut menerima surat, langsung membuka dan membaca pesannya. Dia bahagia, Tuhan telah memenuhi permintaannya dan mengirimkan uang.

Tapiiiiiiiiiiiii…………..

Dia lalu mengambil secarik kertas lagi dan menulis

Kepada

Yth. Tuhan Yang Maha Adil

Tuhan, terimakasih atas uang yang telah Kau kirim kepada hamba. Tapi klo hamba boleh mengajukan permohonan, lain kali jangan mengirimkan uang hamba lewat pos karena pegawai pos telah memotong uang hamba sebesar 20 ribu

Terima kasih

Dari

Hambamu yang mohon keadilan

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

25 Responses to Surat Kepada Tuhan

  1. itsmearni says:

    pesan moral : petaninya kebanyakan nonton acara korupsi di tipi….xixixixixi…..

  2. shafa2hilman says:

    wakakakakaka..bawahnya, slengekan!!

  3. shafa2hilman says:

    dasarrrr..kasian tuh pak pos..

  4. wenivni says:

    Betul….sampai2 petanipun tahu bahwa korupsi sudah membudaya…Tapi kasihan ya Pak Posnya….

  5. roebyarto says:

    Bila semua diantara kita telah terkooptasi dengan pola pikir pejabat korup…. maka tidak ada lagi tempat menaruh kepercayaan…

  6. riefi5e says:

    Su’udzon aja ach, pak petaninya…. ^^

  7. bakhsayanda says:

    Hehehe, semoga kita menjadi para petani yang tak berburuk sangka :DNice posting šŸ™‚

  8. upenyu says:

    hahaha! Cerita untuk siapa sebenarnya?

  9. itsmearni says:

    shafa2hilman said: wakakakakaka..bawahnya, slengekan!!

    wakakakaka….nyontek slengekannya dari berbagai postinga di tempat mbak hehehehe…

  10. itsmearni says:

    shafa2hilman said: dasarrrr..kasian tuh pak pos..

    iya…berbuat bik aja dicurigai, apalgi buat jahat šŸ˜€

  11. itsmearni says:

    wenivni said: Betul….sampai2 petanipun tahu bahwa korupsi sudah membudaya…Tapi kasihan ya Pak Posnya….

    semoga KPK bertindak tegas….piss ya pak pos…

  12. itsmearni says:

    roebyarto said: Bila semua diantara kita telah terkooptasi dengan pola pikir pejabat korup…. maka tidak ada lagi tempat menaruh kepercayaan…

    percaya sama aku aja mas…:)

  13. itsmearni says:

    riefi5e said: Su’udzon aja ach, pak petaninya…. ^^

    Bukan su’udzon….tapi bener2 gak tau saking lugunya hihihii…

  14. itsmearni says:

    bakhsayanda said: Hehehe, semoga kita menjadi para petani yang tak berburuk sangka :DNice posting šŸ™‚

    jadi petani yang rajin aja yaa….biar gak perlu impor beras hehehehe

  15. itsmearni says:

    upenyu said: hahaha! Cerita untuk siapa sebenarnya?

    untuk semua yang punya rasa šŸ˜€

  16. itsmearni says:

    nafrisalraihan said: Hahahahahhahaha

    hehehehhee……

  17. 4bee says:

    emang sakit apa ampe 100rebuaku didesa neh n klo periksa ke dokter cukup 25rebu udah dapat+obat lohhayooo ngaku sapa dokternya kok tega sekali

  18. itsmearni says:

    4bee said: emang sakit apa ampe 100rebuaku didesa neh n klo periksa ke dokter cukup 25rebu udah dapat+obat lohhayooo ngaku sapa dokternya kok tega sekali

    wakakakaka….bisa aja neh om…ntar aq tanyain dulu ya nama dokternya….;p;p;p;p

  19. 4bee says:

    itsmearni said: wakakakaka….bisa aja neh om…ntar aq tanyain dulu ya nama dokternya….;p;p;p;p

    lah emang iya tu dokter sadis amat didesa pake tarif 100rebuitu mo ngabdi masanyarakat tao meras tuhman dokternya…bawa kedesakupasti bakalan terkenalterkenal peliiit hehehehe

  20. itsmearni says:

    huahahahahaha…..iya deh ntar aq suruh kesana deh….

  21. itsmearni says:

    ok deh….ntar aq langsung suruh nyari om 4bee….alamat dunks šŸ˜€

  22. 4bee says:

    emang mo ngirim apa neh pake nanya alamat segala hahahahahaselain makanan dan duit gak diterimaapa lagi dokter pelit hahahaha

  23. freya2002 says:

    y ini bisa aja its……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s