[Babe] Bapak, Lelaki Pertama dalam hidupku

 

Pagi tadi naik kereta bareng bapak.

Kebetulan Bapak lagi ada kegiatan kantor yang mengutusnya ke Jakarta dan karena bapak sudah datang beberapa hari sebelum kegiatan, maka bapak menghabiskan waktu dirumah mungil kami untuk bermain bersama Prema, cucu pertamanya.

Berangkat bareng pada hari kerja dan di jam orang-orang juga berangkat kerja, naik distasiun ketiga dari stasiun asal maka dipastikan tempat duduk penuh.Kami berdiri berdampingan. Lalu berbincang. Ya, berbincang. Sebuah kegiatan yang sudah lama sekali jarangsaya lakukan bersama Bapak.Kami memang tinggal berjauhan & 7 tahun sudah saya meninggalkan kota kelahiran, Kendari,untuk bekerja di ibukota dan selanjutnya menikah lalu punya anak.Selama rentang waktu itu, saya dan bapak hanya berbincang lewat telefon atau sekali-sekali saat saya pulang kampung (karena saat pulang kampung kadang saya lebih sibuk reuni sama teman-teman lama, berkunjung sana-sini dan malah jarang berbincang berdua (saja) dengan bapak.Kalaupun ada yang agak lama, itu adalah saat bapak sekali-sekali ada waktu mengunjungi kami disela-sela tugas dinasnya (seperti sekarang ) tapi itupun kadang hanya malam hari, karena pagi sampai malam saya ke kantor, hiks.

Kami berbincang banyak hal dan saya menyadariada nada serak dalam suara bapak. Kadang diselingi batuk kecil dan saat kereta makin penuh saya merasakan kehangatan saat menyentuh kulitnya. Sudah keriput rupanya. Kemana saja saya??? Apa saja yang sudah saya lakukan untuk kebahagiaan bapak, untuk membalas jasanya?? Sudahkah saya berterima kasih padanya??

Setengah perjalanan, seorang pemuda yang duduk didepan saya berdiri. Kuberikan tempat itu untuk bapak. Ah, akhirnya bapak bisa duduk juga. Mungkin karena kelelahan, bapak kemudian tertidur. Saat tidur itulah, saya benar-benar bisa melihatnya. Saya perhatikan wajahnya lekat-lekat. Ada gurat tua disana, ada keriput disana, ada garis senyum, garis kebijaksanaan, garis ketegasan bahkan garis kemarahan. Rambutnya yang 90 % sudah memutih. Saya memandang lelah diwajah bapak. Kerutan didahinya menunjukkan itu. Puluhan tahun sudah bapak membesarkan kami, anak-anaknya, dengan caranya. Kadang dengan lembut, kadang dengan keras. Sekarang aku tahu, kalau dulu bapak marah, itu karena bapak sayang kami, supaya kami jadi orang yang lebih baik, yang kuat dalam menghadapi kerasnya kehidupan.

Bapak tidak pernah memanjakan kami dengan harta. Tapi bapak memanjakan kami dengan nasehat, dengan contoh.Harta terbanyak yang ada dirumah kami adalah buku (terutama buku agama) dan itu semua dari bapak.Bapak juga tak pernah memaksa kami untuk membaca, hanya dipajang di rak buku. Kesadaran masing-masing yang membuat kami membuka buku itu.

Lalu saya perhatikan tangannya. Menghitam dengan banyak keriput, banyak ”kapal”an juga. Pasti karena bapak adalah pekerja keras. Diumurnya yang sebentar lagi 60 tahun dan akan pensiun, bapak masih sangat sangat suka berkebun, menanam apa saja, sayur, pisang, rambutan. Merawatnya dengan kasih.Saya ingat, dulu ibu jarang sekali membeli sayur. Yah sekedar daun singkong, sawi, bayam, kacang panjang, pepaya, nangka sampe cabe, kunyit, tomat dan beberapa bumbu dapur tersedia dikebun kami. Dan semua itu buah tangan bapak.


Lalu saya perhatikan keseluruhan badan bapak. Agak kurusan sekarang. Dulu badan bapak berisi, padat dan keras. Mungkin karena sering memegang cangkul ya. Bapak tak perlu sengaja berolahraga, fitnes dan sebagainya karena hari-hari bapak sudah olahraga dikebun. Pagi sebelum kekantor atau sore saat pulang kantor.Suatu hari bapak minta diolesi minyak urut dipunggungnya, saat mengoleskannya saya malah melamun, berapa lama sudah saya tak menyentuh punggung bapak??

Ah bapak, sekarang ini saya duduk diruangan. Terdiam. Sedang membayangkan bapak. Berusaha keras menahan agar air mata tidak tumpah (malu diliatin teman seruangan plus ketahuan gak kerja). Bapak cintaku, lelaki pertama dalam hidupku……….

Dedicated : Bapak…….. terimakasih untuk semuanya

Dengan sayang………..

Peluk…………

–Buat LOMBA nya Mbak Tintin–

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in keluarga kecilku, Lomba and tagged . Bookmark the permalink.

86 Responses to [Babe] Bapak, Lelaki Pertama dalam hidupku

  1. itsmearni says:

    setelah posting inikoq ya mata makin panasrasanya ada yang makin mendesak untuk keluar*lari ke toilet*

  2. mbaktyas says:

    T_T..*peluk mbak arni*aku ikut ke toilet mbaaaakk..

  3. fetryz says:

    salam takzim untuk bapak ya buuu…

  4. mbaktyas says:

    aku jadi bayangin bapakku juga.. hik..

  5. siantiek says:

    nti sampe rumah beneran dipeluk ya Bapak :)*nulis komen sambilnyeka mata*

  6. laptopmini says:

    tulisannya bagus.. like this.. 🙂

  7. anotherorion says:

    nangis aja mbak nangis…gapapa kok n_n*dicubit mbak arni

  8. itsmearni says:

    mbaktyas said: T_T..*peluk mbak arni*aku ikut ke toilet mbaaaakk..

    *baru balik dari toilet*eh.merembes lagi, ketoilet lagi ahlho….ada mbak tyas *langsung pelukan sambil ngelap ingus dibaju mbak tyas*

  9. renypayus says:

    T___Tayaaaaaaaaaaaaah kakak kangeeeeen T__T

  10. intan0812 says:

    huhuhuhuhu jadi rindu sama almarhum ayah 🙂

  11. vandento says:

    pengin banget, kelak kala aku tua nanti ( masih lamaaaaa banget)..dikagumi oleh anak anakkusemoga… semoga semogaaa…*seorang Ibu punya ASi untuk mendekatkan batin dengan anak2nya…, sedangkan aku yang berjauhan dengan anak anak??? Sering muncul ketekutan, mereka tidak “mengenal” bapaknya…

  12. saturindu says:

    tulisan yang inpiratif, menggugah…

  13. saturindu says:

    jadi kangen ama ayahanda juga:)

  14. meandmydream says:

    Suer! Mataku b’mirror2 saat membaca ini.I miss my father too.

  15. itsmearni says:

    fetryz said: salam takzim untuk bapak ya buuu…

    nanti saya sampaikan ya ambu………….

  16. itsmearni says:

    mbaktyas said: aku jadi bayangin bapakku juga.. hik..

    gpp to mbak……….. sah-sah saja ngebayangin bapakkhan berarti inget dan sayang hehe

  17. itsmearni says:

    siantiek said: nti sampe rumah beneran dipeluk ya Bapak :)*nulis komen sambilnyeka mata*

    belum bisaaaaaaaaaaaaaaaabapak masih nginep dihotel sampe hari mingguitu yang acara kantornya*nyodorin kain gorden buat ngelap air mata*

  18. itsmearni says:

    laptopmini said: tulisannya bagus.. like this.. 🙂

    terimakasih………..hanya sekedar mengenang hari inihari bersejarah yang entah kapan akan terulang lagi *nangis lagi*

  19. itsmearni says:

    anotherorion said: nangis aja mbak nangis…gapapa kok n_n*dicubit mbak arni

    gak mau nyubit…mo ngejitak ajah*jitak Riyo*

  20. itsmearni says:

    renypayus said: T___Tayaaaaaaaaaaaaah kakak kangeeeeen T__T

    samaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa*ayahnya beda lho

  21. itsmearni says:

    wprazh said: semangat ya Arni

    oke mas………..

  22. itsmearni says:

    intan0812 said: huhuhuhuhu jadi rindu sama almarhum ayah 🙂

    kirim doa buat beliau mbakdan beliaupun tersenyum disana

  23. itsmearni says:

    vandento said: pengin banget, kelak kala aku tua nanti ( masih lamaaaaa banget)..dikagumi oleh anak anakkusemoga… semoga semogaaa…*seorang Ibu punya ASi untuk mendekatkan batin dengan anak2nya…, sedangkan aku yang berjauhan dengan anak anak??? Sering muncul ketekutan, mereka tidak “mengenal” bapaknya…

    Mas Stef………jarak khan bukan ukuran untuk mencurahkan kasih sayangyang penting bukan kuantitas tapi kualitas khanMas Stef jauh dari keluarga khan juga buat menafkahi mereka *yakinlah mereka pasti tetap sayang bapaknya 🙂

  24. itsmearni says:

    apriadina said: slm buat bapak y…

    nanti arni sampaikan mbak 🙂

  25. putrilan9it says:

    Jadi kangen bapak :((

  26. itsmearni says:

    saturindu said: tulisan yang inpiratif, menggugah…

    terimakasih mas Suga……………hanya tak ingin kehilangan momen hari inidengan menulis arni akan mengingatnya terusklo tak ada jejak mudah terlupa 🙂

  27. itsmearni says:

    saturindu said: jadi kangen ama ayahanda juga:)

    bukan ayah arni khan??

  28. siantiek says:

    itsmearni said: belum bisaaaaaaaaaaaaaaaabapak masih nginep dihotel sampe hari minggu

    samperin sono 😛

  29. itsmearni says:

    meandmydream said: Suer! Mataku b’mirror2 saat membaca ini.I miss my father too.

    hahahaha……….apaan tuh bermirror2………..mirrornya gak retak khan?miss your father………mudik gih mudik

  30. itsmearni says:

    putrilan9it said: Jadi kangen bapak :((

    hehe..setiap kita pasti punya kenangan tentang bapak

  31. itsmearni says:

    siantiek said: samperin sono 😛

    jiaaaaaaaaa……….. Prema menanti dirumahtadi udah nelpon bapak koq

  32. saturindu says:

    itsmearni said: klo tak ada jejak mudah terlupa 🙂

    iya, bener…makanya, selagi ingat…sebaiknya dituliskan :)semakin sentimentil, semakin bagus tulisan:)

  33. setelah baca,mata saya juga berair.. hikssss

  34. asshowaiq says:

    jadi terharu,,jadi kangen ma bapak,,hikkss,,tulisan yang bagus,, 😥

  35. bundel says:

    Mbak Arni, berbahagialah masih bisa ketemu Bapak walau cuma sekejap dan meladeni beliau dengan sepenuh rasa dan perhatian. Semoga jadi kenikmatan yang membuahkan doa-doa baik dari Bapak untuk mbak Arni sekeluarga.Salam hormat untuk Bapak yang telah menjadikan mbak Arni pinter nulis yang bagus begini.

  36. fybrine says:

    semoga bapak n keluarga mba Arni sehat ya… menginapnya sampai weekend ya mba?… 🙂

  37. nanabiroe says:

    ayah..Jd inget dulu waktu kecil sakit panas. Cm disentuh pake tangan ayah, nana lgsg turun panasnya :))

  38. beberapa hari yang lalu baru ketemu bapak. cuma sebentar sekali lalu pulang lagi. T.T*kena dalem banget mbak tulisannya

  39. debapirez says:

    Nah…dah lama ga baca tulisan jeung Arni yg kayak gini.biasanya tentang ASI akhir2 ini hehe..Btw,pas daku nengok ke Hermina, Beliau ga ada yak?

  40. itsmearni says:

    saturindu said: iya, bener…makanya, selagi ingat…sebaiknya dituliskan :)semakin sentimentil, semakin bagus tulisan:)

    semakin sentimentil semakin deres air matanya mas hehe

  41. itsmearni says:

    myelectricaldiary said: setelah baca,mata saya juga berair.. hikssss

    wah….sesuatu yang sangat jarang terjadi nihRaya mewek…. omg…. kenapa non, kelilipan?

  42. itsmearni says:

    asshowaiq said: jadi terharu,,jadi kangen ma bapak,,hikkss,,tulisan yang bagus,, 😥

    bikin kangen bapak ya?ayo telpon ato pulang dan cium tanganya 🙂

  43. itsmearni says:

    bundel said: Mbak Arni, berbahagialah masih bisa ketemu Bapak walau cuma sekejap dan meladeni beliau dengan sepenuh rasa dan perhatian. Semoga jadi kenikmatan yang membuahkan doa-doa baik dari Bapak untuk mbak Arni sekeluarga.Salam hormat untuk Bapak yang telah menjadikan mbak Arni pinter nulis yang bagus begini.

    Bundaaaaaaaaa………………..iya, selama nulis ini yang ada dikepala arni hanya rasa syukur masih diberi kesmpatan untuk bersama bapak dan mencatatnya sebagai kenangan atas momen yang belum tentu terulang ini :-)*peluk bunda

  44. itsmearni says:

    fybrine said: semoga bapak n keluarga mba Arni sehat ya… menginapnya sampai weekend ya mba?… 🙂

    makasi mbak……….iya bapak sampai weekend, kemaren sore dah nyampe rumah lagi koqmalah tadi pagi udah main bareng Prema hehe

  45. itsmearni says:

    nanabiroe said: ayah..Jd inget dulu waktu kecil sakit panas. Cm disentuh pake tangan ayah, nana lgsg turun panasnya :))

    hehe.berarti sebenarnya sakitnya nana itu sakit kangen ma ayah :-)Sama dengan PremaMinggu kemarin ditinggal ayah ke puncak semingguselama ayahnya disana, Prema demam plus pilekeh begitu ayahnya pulang trus gendong Premasakitnya ilang semua haha

  46. itsmearni says:

    destipurnamasari said: beberapa hari yang lalu baru ketemu bapak. cuma sebentar sekali lalu pulang lagi.T.T*kena dalem banget mbak tulisannya

    haha….iya inget dest, yang kamu bohong bilang kamu sehat khanbiar dapat ijin balik jogjayo wis kapan2 klo pulang lagi sempatkan ngobrol berlama-lama dirumah yaaaaaaaa

  47. itsmearni says:

    debapirez said: Nah…dah lama ga baca tulisan jeung Arni yg kayak gini.biasanya tentang ASI akhir2 ini hehe..Btw,pas daku nengok ke Hermina, Beliau ga ada yak?

    hufs……… nulis ASI nya libur dulu Ded, nanti dilanjutin lagisekarang khan lagi melow hehemmm…yang pas ke Hermina itu bapak ndak disiniBapak lagi di Kendari, yang nemenin aku lahiran itu selain hubby ada ibu, ibu mertua n bapak mertua tapi bapak lho yang milih tgl lahirnya Prema (karena caesar jadi bisa milih tgl hehe) trus bapak juga yang pertama nelpon saat aku keluar dari ruang operasi 🙂

  48. debapirez says:

    Iya,klo muka nyokap daku hapal hehe.. Waduh, tetep mengontrol dr jarak jauh ye hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s