[Babe] Bapak Menangis Karenaku



Guna memenuhi janji ke mbak Tintin di LOMBA-nya yang ini, saya langsung menyepi ke puncak gunung, tepi jurang, ke goa terdalam untuk semedi mencari wangsit. Dan akhirnya wangsit itu saya dapatkan juga, saya akan menulis episode membuat bapak menangis. Pemirsa, silahkan menikmati ditemani sepiring pisang goreng dan secangkir teh anget.

========

Bapak, Ibu dan Model Iklan

Bapak, sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan tentang bapak tapi kadang saya bingung harus mulai darimana. Ya, setiap episode kehidupan bersama bapak adalah pelajaran hidup. Bapak dengan caranya telah menjadikan kami, anak-anaknya tumbuh, berkembang, belajar, mencinta, tertawa, menangis dan tentu saja bahagia.

Seperti yang pernah saya tulis pada jurnal Bapak, lelaki pertamaku, maka begitulah bapak. Dibalik wajah tuanya yang tegas dan dulu relatif keras pada kami sesungguhnya bapak tetaplah manusia biasa yang tentu saja disaat-saat tertentu pernah sedih, terharu, dan suatu hari menitikkan air mata.

Kata siapa lelaki tak bisa menangis? Atau tak boleh menangis? Atau memalukan kalau menangis? Ya, saya memang jarang melihat lelaki menangis. Begitu juga bapak, nyaris tak pernah saya melihat bapak menangis. Bapak selalu menjadi sosok paling tegar dikeluarga kami. Namun nyatanya, bapak pernah saya dapati menangis. Dan itu karena saya. Dalam ingatan saya, 3 kali mendapati bapak menitikkan air mata karena saya.

Lalu, kenapa bapak menangis?
Baik saya ceritakan satu-satu ya, sabarlah wahai pembaca yang setia.

Pertama, saya melihat bapak menangis saat saya sakit. Waktu itu saya keracunan obat. Salah minum obat gitu deh, tak sesuai umur dan dosis hingga harus dilarikan ke UGD. Nah, masalahnya karena nadi saya kecil, jadi saat mau diinfus, gak nemu-nemu tuh perawatnya. Tangan saya sampe ditusuk berkali-kali, bolak balik kanan kiri, seingat saya sampe 8 kali oleh 3 perawat secara bergantian. Perawatnya keringat dingin, kondisi saya makin gawat, wlopun tetep sadar, Ibu saya menangis dan saat itulah saya lihat Bapak juga menangis. Bapak mengusap kepala saya sambil berdoa. Air matanya jatuh. Belakangan saya baru tahu, bapak menangis karena liat saya berkali-kali disuntik. Bapak menangis karena putri kecilnya sakit. Bapak…. saya sayang bapak

Kedua, bapak menangis saat saya wisuda. Nah kali ini, bolehlah saya pamer dikit. Ceritanya jaman itu saya berhasil lulus dengan nilai memuaskan. Menjadi lulusan terbaik di Fakultas saya sekaligus lulusan pertama di jurusan saya. Karena itu saya mendapat kesempatan untuk maju menerima penghargaan didampingi orang tua saat wisuda berlangsung. Selain itu, entah dengan pertimbangan apa, bapak saya diminta untuk mengisi sepatah kata sebagai perwakilan orang tua wisudawan saat acara ramah tamah berlangsung. Saat memberi kabar ini ke bapak, beliau terdiam. Saya bilang ”ndak perlu panjang-panjang pak, di buat aja konsepnya secara garis besar,” Bapak diam. Lalu bapak minta daftar para petinggi kampus, ”untuk diawal kata sambutan,”begitu katanya. Hari-hari berikutnya bapak lebih banyak diam, corat-coret kertas. Berpikir, merenung. Sampai tiba saat wisuda. Sesuai skenario diatas acara berlangsung. Sukses. Bapak naik podium membawakan sepatah kata dari orang tua. Lancar. Saya lega. Lalu bapak turun panggung, bertanya dimana toilet. Dalam perjalanan ke toilet, saya lihat bapak mengeluarkan sapu tangan dari sakunya, mengusap mata, berkali-kali. Lalu bapak melihat saya, tersenyum. Saya terpaku. Saya bahagia, Pak. Saya bahagia melihat Bapak bahagia. Dan disana, dikerumunan orang-orang saya juga melihat ibu tersenyum, sibuk bersalaman dengan orang-orang.

Bapak dan Prema umur 4 bulan

Ketiga, bapak terisak lagi. Dan ini saat saya melahirkan. Bapak memang tak ada disamping saya saat itu. Saya di Bogor, Bapak di kendari. Sesaat setelah saya kuat berbincang lewat telefon, ibu menempelkan hape ke kuping saya. Sebuah suara terdengar di ujung sana, sambil menahan isak bapak mengucap doa. Bapak memberi selamat pada saya, lalu tiba-tiba suara itu berganti menjadi suara adik saya. Kata adik, bapak langsung nyerahin hape karena tak kuat menahan tangis haru. Euforia cucu pertama, yang dinanti selama 4 tahun. Belakangan ibu yang cerita, waktu itu bapak terharu mengingat semua yang sudah saya lewati hingga bisa punya anak. 3 tahun pertama bolak-balik opname, lalu laparoskopi, lalu mengikuti berbagai macam terapi. Setelah itu saat hamil berkali-kali harus dirawat karena flek parah dan kontraksi. Maka, saat Prema kemudian hadir mengisi hari-hari kami, bapak menangis saking bahagianya.

Ah bapak….. sosok yang tegar. Saat bapak kemudian menitikkan air mata, dimata saya bapak tetaplah bapak yang tegar. Sama sekali tak ada kesan rapuh saat melihat bapak menangis. Saya minta maaf, pernah membuat bapak menangis, saya sayang bapak.

Ada kalanya air mata diperlukan untuk mengungkapkan rasa.
Ada kalanya air mata diperlukan untuk melegakan hati.
Bapak, saat bapak menangis karenaku, saat itu hatiku juga gerimis….. Maapkan anakmu ini, Pak. Belum banyak berbuat untuk membahagiakan Bapak.

=================

Buat LOMBA nya mbak Tintin
Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in keluarga kecilku, Lomba and tagged . Bookmark the permalink.

116 Responses to [Babe] Bapak Menangis Karenaku

  1. vandento says:

    ingin bisa seperti bapak-nya Arni…benar benar pengin …thanks 4 sharing ya…

  2. henidebudi says:

    mba Arni salam hormat untuk bapaknya ya…eh ada bapak2 dibawah 😀

  3. itsmearni says:

    bambangpriantono said: Pertamaz dulu

    *geret mas Nono ke pom bensin*

  4. tiarrahman says:

    bapakku pernah nangis untukku ga ya?

  5. itsmearni says:

    vandento said: ingin bisa seperti bapak-nya Arni…benar benar pengin …thanks 4 sharing ya…

    wuaaaaaaaaaaaaaaasebuah kunjungan kehormatansekian lama mas Stef vakum dari MPtapi kenapa ya tiap jurnal bapak, mas stef selalu nongolhihihihiMas, semua bapak adalah hebatpunya cara sendiri untuk mendidik dan membsarkan anak-anaknyasemua bapak istimewa 🙂

  6. itsmearni says:

    henidebudi said: mba Arni salam hormat untuk bapaknya ya…eh ada bapak2 dibawah 😀

    hormaaaattttttttt grakkkkkkkkkkkkkoke mbak Heni, akan saya sampaikanuntuk pemanasan, saya sampaikan pada bapak2 di MP dulu yah:-D

  7. itsmearni says:

    tiarrahman said: bapakku pernah nangis untukku ga ya?

    bagaiman klo kita tanyakan langsungn ke beliautapi khan tak perlu menangis untuk anak sehebat om Tiar 🙂

  8. myshant says:

    lihat potonya, bapaknya mb Arni orang Bali ? *belum tahu*

  9. itsmearni says:

    myshant said: lihat potonya, bapaknya mb Arni orang Bali ? *belum tahu*

    jiaaaaaaaaaaambak sahnti belum tahu yaAku khan orang Bali mbak………..tapi lahir besar di kendari heheheBapak Ibu orang BaliJadi saya kebawa deh orang Bali dan Kendari hehe

  10. jampang says:

    Kedua, bapak menangis saat saya wisuda. ===> mirip dengan ayah saya, tapi kejadiannya beda, waktu itu temen saya cerita kalau ayah saya nangis ketika melihat saya pidato di acara perpisahan SD

  11. setiap baca postingan babe teman2 jadi teringat bapak bikin kangen nyesel dah kenapa dulu2 saya ngga bikin bapak tersenyum yah

  12. sulisyk says:

    membaca postingan ya jadi inget bapak saya rasanya jadi kangen banget, namun bapak saya sudah tenang menikmati hidup kekalnya

  13. myshant says:

    itsmearni said: api lahir besar di kendari

    aku kirain orang Kendari …soalnya kan cerita2 masa mudanya seputar Kendari 🙂

  14. huaaah terharu..ikutan nangisss…T_T*moga menaaaangggg…

  15. nitafebri says:

    Akhirnya ikutan lomba juga..Eh aku baru tau perma cucu pertama, laah kirain udah yang sekian.Prema bawa pulang ke kendari dong kan udah anteng klo naek pesawat.

  16. itsmearni says:

    binarlangitbiru said: setiap baca postingan babe teman2 jadi teringat bapakbikin kangen nyesel dah kenapa dulu2 saya ngga bikin bapak tersenyum yah

    Erie sayang……….setiap kita punya cerita dan kenangan tentang sosok bapakdan semuanya istimewa, tak ada yang lebih baik dari yang lain*peluk *peluk

  17. itsmearni says:

    jampang said: Kedua, bapak menangis saat saya wisuda. ===> mirip dengan ayah saya, tapi kejadiannya beda, waktu itu temen saya cerita kalau ayah saya nangis ketika melihat saya pidato di acara perpisahan SD

    wuaaaaaaa mantap bener pidato perpisahan saat SDsaya waktu SD belum pinter pidato euybahkan sampai sekarang juga belum pinter hahahaha

  18. rengganiez says:

    gitu yah…mb Arni suka bikin nangis Bapaknya yah hehmmmmmmmm

  19. itsmearni says:

    myshant said: aku kirain orang Kendari …soalnya kan cerita2 masa mudanya seputar Kendari 🙂

    hahahaha……..aku memang lbih berjiwa Kendari deh kayaknya daripada Balilahir berdarah Balitapi tumbuh dilingkungan Kendari, maka jadi orang Kendarisampai sekarang orangtua masih di kendari kok mbakjadi aku mudik ya ke Kendari hehehe

  20. itsmearni says:

    sulisyk said: membaca postingan ya jadi inget bapak saya rasanya jadi kangen banget, namun bapak saya sudah tenang menikmati hidup kekalnya

    dan beliau disana tersenyum melihat anaknya sukses seperti sekarang ya mas 🙂

  21. itsmearni says:

    ayudiahrespatih said: huaaah terharu..ikutan nangisss…T_T*moga menaaaangggg…

    dilarang nangisssssbolehnya mewek ajaaaaaaaaaaa

  22. itsmearni says:

    nitafebri said: Akhirnya ikutan lomba juga..Eh aku baru tau perma cucu pertama, laah kirain udah yang sekian.Prema bawa pulang ke kendari dong kan udah anteng klo naek pesawat.

    Nitaaaaaaaaaaaini khan setoran keduaaaaaaaaaaaaaPrema udah pernah ke Kendari kok, umur 8 bulankhan udah pernah aku posting tuh, tips bawa bawi di pesawatberdasarkan pengalaman bawa Prema 🙂

  23. itsmearni says:

    rengganiez said: gitu yah…mb Arni suka bikin nangis Bapaknya yah hehmmmmmmmm

    aku anak baik-baik kokkkkkkkkkk

  24. Oooo…suka bikin bapaknya menangis yaaa???*mengulangi….sambil bawa pertamax ke Semarang*

  25. itsmearni says:

    bambangpriantono said: Oooo…suka bikin bapaknya menangis yaaa???*mengulangi….sambil bawa pertamax ke Semarang*

    jiahhhhhhh komen aja nyonteeeeeeeekkkk*paketin mas Nono ke kilang minyak*

  26. rengganiez says:

    ohhh jadi mb Arni lulusan terbaik yah? jadi inget gigihnya mba Arni…waktu…waktu…waktu…waktuuu…..itu dehhhh

  27. itsmearni said: dilarang nangisssssbolehnya mewek ajaaaaaaaaaaa

    beliin es krim donk..:P

  28. andiahzahroh says:

    itu artinya bapaknya mbak punya hati yang lembut :)setiap bapak memang hebat. mereka berjuang untuk anak-anaknya. menangis pun karena anaknya. salut untuk para bapak :))

  29. kakrahmah says:

    Ni lomba ngga asik deh, bikin yg baca berkaca-kaca.. *pungutin kaca*

  30. huwaaaaaaaaaaaaaaaaa… sediiiih bacanya,tanteee…ehh,,tante ternyata pinter yaaaakk,,ga salah ponakannya ini juga rada pinter *sambilmilinmilinujungjilbab*..btw,,,bapakku dulu jg pernah nangis,,,waktu mamahku di operasi,,trus waktu kakek meninggal..trus waktu nonton 3 idiots bareng..wahhhh,,,kayaknya ray harus bikin bapak menangis nihhhhihihihihi *siapsiap d kutuk jadi bidadari*

  31. Cerita yg sangat menyentuh Arni… Terima kasih sudah berbagi… *jadi inget alm bapakku*

  32. itsmearni says:

    @mb niez : gigih? Yang mana yaks? Yang manaaaa…. *udah lupa tuh* xixixi@mb andiah : iya, setiap bapak adalah hebat, dan setiap anak merekam jejak bapak dengan caranya masing-masing. Tanpa bapak, ya ndak ada anak heheheMakasi udah mapir ya mbak :-)@kakrahmah : maka salahkanlah mbak Tintin, bikin lomba kok yang beginian…

  33. miapiyik says:

    makasih Arni, sukses bikin aku mewek maghrib begini salam hormat utk Bapak, aku udah pernah nulis tentang beliau waktu 3 th lalu Elly Lubis bikin lombalha, mba Tin bikin lomba toh, nanti aku tengok yaaa

  34. aniadami says:

    di balik ketegaran seorang bapak, tersimpan hati yg perasa.

  35. itsmearni says:

    @raya : huwahahaha… Ponakan yang baik, semua ilmu sudah aku turunkan padamu, maka segeralah turun gunungBtw, bapakku juga nangis waktu ibu operasi, berhubung ini episode bapak nangis karena saya, jadi cerita nangis yang lain2 diabaikan deh xixixiTrus ngapain kamu mo bikin bapak nangius segala, klo bisa tersenyum terus ngapain nangis.. Eh tapi kayaknya bapak raya bakal nangis deh saat putrinya menikah, berdandan ala cewek dan pake rok setiap hari xixixi

  36. itsmearni says:

    @bukpink : eaaaa…maaf klo bikin bukpink sedih, yakinlah beliau saat ini tersenyum melihat anaknya sukses :-)@mb mia : aduh, kok malah mewek sih, ini khan cerita lucu :-DCuma curhatan iseng buat lomba aja kok, ayo mbak mia ikutan juga, pasti punya banyak cerita deh soal bapakIya, inget dulu bundaelly pernah bikin lomba kayak gini dan aku gak sempet ikutan, ya jadi skrg deh cerita2 bapaknya hehehe

  37. itsmearni says:

    @ani : yups… Wlopun wajah bapak kadang terlihat keras… Tapi hatinya tetap selembut salju 🙂

  38. seingatku nah wa tanteeee…pacea nda pernah nangis karena saya..waktu saya wisudah,,, yg mewek macea…waktu saya masuk kerja,, yg mewek jg macea..waktu saya masuk rumah sakit, yang mewek jg macea..paceku terlalu jaim untuk menangis…aichhhh,, nda metal beeehhhh…yang paling sering ngakak2an bareng pacea..hoooo,,,, jangan mengompori deh wa tanteeee…sa bisa bayangkan bengkak matanya pacea kalo sa kawiiin,wkwkwkwkwkwkwk

  39. itsmearni says:

    @bunda kirey : gak boleh banyak2 maem es krim ntar batuk lho hehehe@raya : hahaha… Pacea memang jaim untuk menangis didepan orang banyak, apalagi di depan keluarganyaWlopun hatinya sedih, ya sama to sama paceaku juga, dia menangis diam2 to, cuma ndak sengaja tertangkap basah hahahaBtw… Sa ndak bisa bayangkan bagaimana terharunya itu pacea klo ko sungkem pas mo nikah hahaha

  40. tintin1868 says:

    tintin pun ikut menangis.. ku sampe baca 2 kali loh.. huhuhu..ternyata arni anak kesayangan bapak ya.. eh prema ditunggu 4 tahu ternyata.. eh ternyata wiudawati terbaik.. ternyata lagi pernah keracunan obat.. benyak ternyata.. makasih ya ibuprema.. hayu nulis lagi..

  41. itsmearni said: @bunda kirey : gak boleh banyak2 maem es krim ntar batuk lho hehehe@raya : hahaha… Pacea memang jaim untuk menangis didepan orang banyak, apalagi di depan keluarganyaWlopun hatinya sedih, ya sama to sama paceaku juga, dia menangis diam2 to, cuma ndak sengaja tertangkap basah hahahaBtw… Sa ndak bisa bayangkan bagaimana terharunya itu pacea klo ko sungkem pas mo nikah hahaha

    tenaaanggg,,,sa undang jie kita kalo sa kawin nanti,,baru kita lihatmi rahangnya paceku mengendor karena tangis haruuu,,huhuhuhhuu..wa tanteeee,,, apami kita bilang kalo kita dapat paceta lagi nangis?

  42. itsmearni says:

    @mb tintin : judul komennya ternyata hahaha… Dan ternyata lomba mbak tintin berhasil membangkitkan banyak kenangan masa lalu Dilarang nangis ah, ntar judul jurnalnya berubah dah jadi “MPers menangis karenaku” xixixi@raya : ko undang saya lengkap dengan tiket pesawat pp na… Awas memang klo tidak hahahaBtw, waktu sa tau pacea menangis, sa diam saja, tapi mataku juga panas, abis itu diam2 sa menangismi juga xixixi

  43. itsmearni said: Btw, waktu sa tau pacea menangis, sa diam saja, tapi mataku juga panas, abis itu diam2 sa menangismi juga

    ohhh,, kalo saya sa goso ganggui2 paceku,,,wkwkwkwkwkwkwkmungkin da kapok kasih liat air matanya sama sayaa,,hahahaha

  44. grasakgrusuk says:

    cedih.. *pinjem saputangan om*itu.. itu.. foto mama prema yang numpang nampang, ishh.. gangguin yang lagi romantisan aja deh.. :p

  45. tintin1868 says:

    tibatiba menciut lagi.. ya ampun..

  46. jadul1972 says:

    Asyiknya yang punya bapak……….

  47. bundel says:

    Bapak yang sangat memerhatikan putrinya, saya suka kalau boleh kirim salam hormat kepada beliau.

  48. tintin1868 says:

    eh pernah ada sebelumnya lomba tema bapak ya?ntar tanya babe deh pernah nangis kenapa saja.. cuma ku jarang lihat babeku nangis loh..

  49. penuhcinta says:

    Oh terharuuu…. salam buat bapaknya mbak Arni yaaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s