[Rumah kenangan] Tempat Merajut Banyak Kisah

Rumah Kendari

1 Oktober 2003 dengan langkah berat saya meninggalkan rumah itu. Meninggalkannya menuju kota lain, menuju harapan baru, menyongsong masa depan dengan kisah yang baru.Ya, pada tanggal itu saya harus berangkat ke Makassar karena diterima kerja di salah satu bank swasta. Awalnya hanya training, namun kemudian berlanjut dengan dikirimnya saya ke Jakarta untuk training lanjutan dan kemuadian mendapat SK untuk tetap berada di Jakarta. Dan, semakin jauhlah saya dari rumah.

Banyak kenangan tak terlupakan dirumah itu. Rumah yang sejuk, karena tanah kosong disebelah rumah disulap menjadi kebun buah oleh bapak. Ada rambutan, mangga, jambu, nangka, nanas dan aneka sayuran seperti kacang panjang, jagung, sawi dan lain-lain. Tidak lupa singkong juga ada.Ah, senang sekali rasanya saat-saat panen hasil kebun. Musim mangga kami punya mangga, musim rambutan kami juga ada, musim jambu tinggal petik, semua segar.Begitu juga untuk menu dapur, sayuran segar tinggal meluangkan waktu sejenak melangkah kesamping rumah, memetik sayuran maka jadilah hidangan sedap masakan ibu.

Halaman rumah juga begitu, dihiasi bunga-bunga cantik yang ditanam ibu. Menyenangkan sekali duduk-duduk diteras rumah, menghirup wangi bunga sambil mengunyah buah-buahan dan sesekali mendengarkan musik tradisional dari bambu yang disediakan bapak dipojok teras. Setiapkali pulang, saya selalu menyempatkan diri melepas rindu memainkan musik bambu ini.


Tak lepas dari ingatan saya juga tentang kisah masa kecil kami, saya dan adik.Kami 2 bersaudara pernah mengalami masa bandelnya anak-anak.Disuruh tidur siang malah main di pohon jambu. Disuruh mandi malah manjat makin tinggi. Sampai akhirnya suatu hari ibu mengeluarkan hukuman dengan mengikat kami berdua di pohon jambu depan rumah.Bukannya menangis dan merasa bersalah, saya dan adik malah menjadikan ikatan itu sebagai tantangan untuk bersaing, siapa yang lebih dulu bisa lepas dari ikatan maka boleh menyuruh apa saja ke yang kalah. Haha, kami memang bandel.

Dirumah itu saya tumbuh, dalam cinta keluarga. Dirumah itu saya diajarkan bagaimana bersikap,berdemokrasi, mengeluarkan pendapat, bermain, membangun kebersamaan termasuk membangun toleransi.Dirumah itu saya merasakan kehangatan dari perbedaan.Contoh kecil,saat hari raya Nyepi yang bagi kami pemeluk Hindu adalah hari besar maka mulai hari pertama sampai seminggu setelah Nyepi, rumah kami ramai dikunjungi kerabat.Teman-teman bapak dan ibu, teman-teman saya, teman-teman adik, tetangga, keluarga.Tak memandang agama apa mereka, suku apa semua berbaur jadi satu.Begitupun kami, saat hari besar umat yang lain selalu diajarkan oleh bapak dan ibu untuk menghormati umat lain, bersama kami berangkat dari rumah untuk berkunjung ke handai taulan.

Rumah yang selalu saya rindukan.Rumah yang selalu memanggil-manggil saya untuk sesekali pulang. Untuk berkumpul dalam keluarga besar.Ya, kini keluarga kami sudah bertambah jumlahnya.Tidak lagi 4 seperti dulu tapi menjadi 7, selain bapak, ibu, saya dan adik kini ada istri adik, ada suami saya dan tentu saja ada Prema cucu pertama bapak dan ibu.

Kini, 8 tahun sudah saya meninggalkan rumah itu. Rumah dimana saya banyak belajar arti hidup. Sejak memantapkan hati menerima pinangan sang lelaki impian, sejak itu saya dan suami menanamkan cinta, harapan dan cita-cita kami ditempat yang baru. Pelan-pelan kami membangun rumah mungil kami, bertahap dari tahun ke tahun. Sama seperti rumah di Kendari, rumah kami yang sekarang juga di bangun bertahap dari tahun ke tahun, rumah bertumbuh, begitu kami menyebutnya.

Penampakan rumah kami di Bogor

Dari bangunan apa adanya saat kami beli 6 tahun yang lalu, pelan-pelan kami merenovasinya menjadi bangunan yang sesuai impian. Dan kini, tak banyak yang kami minta, semoga rumah ini bisa memberi kehangatan pada seluruh penghuninya, menjadi tempat menumbuhkan cinta dalam keluarga sebagaimana rumah orang tua kami dulu, mendidik dan mengajarkan anak kami tentang arti hidup dan disaat yang sama kami juga belajar tentang hidup.Ya, sepanjang hidup adalah proses belajar.Dulu kami belajar menjadi anak, sekarang kami belajar menjadi orang tua dan semua berawal dari dalam rumah, tempat merajut banyak kisah.

BUAT LOMBA DISINI

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in keluarga kecilku, Lomba and tagged . Bookmark the permalink.

84 Responses to [Rumah kenangan] Tempat Merajut Banyak Kisah

  1. itsmearni says:

    ngisi lapak pertamax dulu ahmumpung sepi

  2. orangjava says:

    itsmearni said: ngisi lapak pertamax dulu ahmumpung sepi

    Enaka aja…………

  3. siantiek says:

    rumah di bogor ditanami buah2an juga ga? *ngarep maen kesana dioleh2in buah* πŸ˜€

  4. itsmearni says:

    orangjava said: Enaka aja…………

    telat mbah hihihi

  5. itsmearni says:

    pianochenk said: Djalan mana kak?

    Cempaka putih sayangklo dari arah Wua-Wua, Perempatan kekanan sebelum tanjakan ke TunggalaSekarang sih katanya yang ke kiri udah jadi pasar ya, pindahan dari pasar baru yang terbakarsaya baru dengar ceritanya aja sih hehe

  6. itsmearni says:

    siantiek said: rumah di bogor ditanami buah2an juga ga? *ngarep maen kesana dioleh2in buah* πŸ˜€

    Itu yang depan rumah, rambutan sama jambu πŸ˜€

  7. siantiek says:

    itsmearni said: Itu yang depan rumah, rambutan sama jambu πŸ˜€

    berapa lama lagi tu berbuahnya? :Djadii maen cm mo ambil buah doang, hahahaha

  8. mywolly says:

    home sweet home πŸ™‚ gimana pun bentuk rumahnya, apapun warna rumahnya, orang2 didalamnyalah yang membuat rumah itu bernyawa.

  9. rumah yang di kendari asri yah

  10. drackpack says:

    Terasnya nyaman banget kayaknya buat ngopi sore-sore. Seperti rumah impian yg selalu saya bayangkan.

  11. nitafebri says:

    yang di bogor kurang pohon..kapan yaa main ke rumah prema.. πŸ˜€

  12. itsmearni says:

    siantiek said: berapa lama lagi tu berbuahnya? :Djadii maen cm mo ambil buah doang, hahahaha

    hahaha klo yang jambu udah pernah berbuahbuahnya gede-gede banget, manis pulajadi rebutan deh sama tetangga n kakaktapi ya, tahun kemaren ditebang sebagian gara-gara bangun rumahjadi sekarang baru numbuh lagi Klo yang rambutan sekarang lagu berbunga tuhentah ya jadi ato nggak buahnya hehe

  13. itsmearni says:

    nitafebri said: yang di bogor kurang pohon..kapan yaa main ke rumah prema.. πŸ˜€

    Itu poto beberapa bulan lalausekarang udah lebat pohon jambu, rambutan sama kelapanya

  14. itsmearni says:

    mywolly said: home sweet home πŸ™‚ gimana pun bentuk rumahnya, apapun warna rumahnya, orang2 didalamnyalah yang membuat rumah itu bernyawa.

    yups…….lebih baik disini…rumah kita sendiri*nyanyi ahhhhhhhhh

  15. itsmearni says:

    binarlangitbiru said: rumah yang di kendari asri yah

    Iya, selain karena halamannya juga karena pemilihan warna keramik teras tuhibu penggemar hijau, makanya rumah kami hampir semua ruang ada unsur hijaunyaItu di teras paling asik duduk-duduk, lha luas terasnya sama dengan luas rumah saya sekarang πŸ˜€

  16. itsmearni says:

    drackpack said: erasnya nyaman banget kayaknya buat ngopi sore-sore. Seperti rumah impian yg selalu saya bayangkan.

    iyaaaaaaaaaaaemang paling asik disitutamu-tamu juga banyakan seneng ngobrol di teras daripada di dalam

  17. itsmearni says:

    rirhikyu said: πŸ™‚

    aih bumil senyumnya manis bangetmakasi bupeb πŸ™‚

  18. nitafebri says:

    itsmearni said: Itu poto beberapa bulan lalausekarang udah lebat pohon jambu, rambutan sama kelapanya

    huaa ada pohon rambutan..asiik nih klo pas berbuah..

  19. dphn04 says:

    wuaaaa….rumah keluargamu dari fotonya aja keliatan nyaman bener Mbak, apalagi dgn aneka puun2annya n sayur2annya. Yg di bogor juga ditanemin aneka buah2an?

  20. itsmearni says:

    @nita : iya…ini lagi belajar berbuahBaru muncul bunganya, mudah2an jadi deh@mb helen : ho oh, bukan mau pamer, tapi beneran nyaman banget dirumah kendari, sejuk dan hangat,Rumah bogor lahannya kecil mbak, sisa halaman didepan udah dijadiin taman aja sekalian tempat jemu, jadi hanya diisi rumput gajah mini, buah-buahan ya ditanam didepan, diluar pagar seperti yg keliatan dipoto itu πŸ˜€

  21. pianochenk says:

    Cempaka putih? Bru dengar kak.#orangkendaricoret

  22. kakrahmah says:

    Rumah kendarinya berciri bali ya, suka lihatnya..rumah tempat bertumbuh emang selalu ngangenin yak hehe

  23. itsmearni says:

    @pia : egubrax… Cempaka putih udah ada dari taun jebot hiihihi@kkrahmah : iya, bapak ibu memang membangunnya dengan ciri Bali, buat ngobatin rasa kangen kampung halaman πŸ™‚

  24. aniadami says:

    Sa baru dengar jg ada cempaka putih di kendari, hehehe.Maunya dulu sa berteman sama made, biar bisa numpang makan rambutan gratis di rumahmu:-)

  25. itsmearni says:

    Ya ampun ani, makanya ko main2 ke daerah wua-wuaKelamaan dikemaraya sih hahahaCempaka putih itu sudah dari sa masih imut sudah ada, seingatku sejak sa masih TK nama jalannya memang sudah cempaka putihmiSekarang diseberang jalan cempaka putih katanya jadi pasar, pindahan pasar baru, tembus by pass tapi sa belum pernahpi liatIyo, harusnya dulu ko berteman sama adek, dijamin deh makan buah2an terus hahaha

  26. jampang says:

    rumah…. sumber banyak kisahukiran pintunya keren

  27. bundel says:

    Rumah orang Bali biar pun di luar Pulau Bali tetap cerah dengan warna-warni menyolok itu ya?! Bagus deh.

  28. agamfat says:

    Temennya Arham Kendari dong

  29. bogornya sebelah mana sih..?

  30. miapiyik says:

    Arni, yg menang lepas iket2an di pohon jambu siapa Ni? adik atau Arni?aah, rumah tumbuh, jd inget rumah dines Bapak di Kemaraya, belakang RS Propinsi. kompleks rumah tumbuh namanyakebayang enaknya banyak pohon buah dan sayuran, segeeer

  31. aniadami says:

    Heh, mba miapiyik pernah tinggal di kendari jg to? Salam kenal mba:-)

  32. dphn04 says:

    itsmearni said: @mb helen : ho oh, bukan mau pamer, tapi beneran nyaman banget dirumah kendari, sejuk dan hangat,Rumah bogor lahannya kecil mbak, sisa halaman didepan udah dijadiin taman aja sekalian tempat jemu, jadi hanya diisi rumput gajah mini, buah-buahan ya ditanam didepan, diluar pagar seperti yg keliatan dipoto itu πŸ˜€

    jiaaaah….kalo rumah senyaman itu mah kudu dipamerin Mbak, menundang dikunjungi hehehehehe..apalagi di Bali. Yg di Bogor pake Tambulapot aja Mbak…jadi Prema ga bisa kabur manjat tinggi2 kayak emaknya dulu heheheheh

  33. penuhcinta says:

    Terasnya luas banget yak. Kayaknya model rumah jaman dulu begitu ya, pertanda bukan saja lahan masih luas dan mudah didapat, tapi juga tanda sikap ramah tamah antar tetangga masih tinggi. Jadi penghuni sering duduk2 di depan, kelihatan dan bisa disapa sama tetangga.

  34. tintin1868 says:

    rumah kendari dan rumah bogor mirip nih.. kenangan dibawa kemanamana ya..

  35. itsmearni says:

    jampang said: rumah…. sumber banyak kisahukiran pintunya keren

    yups banyak kisah tercipta dirumahbanyak kisah mengalir disanasuka duka dalam kebersamaanukiran pintu? yang ngukir om saya lho *siapa yang nanya*

  36. itsmearni says:

    bundel said: Rumah orang Bali biar pun di luar Pulau Bali tetap cerah dengan warna-warni menyolok itu ya?! Bagus deh.

    ho oh iya bunda, untuk yang ukiran Bali itu memang sengaja didesain begitubuat ngobatin kangen kampung halaman kata ibu n bapakgara2 desain itu, rumah kami sering dijaiin lokasi prewedding tuhsama beberapa orang yang pengen prewedding nuansa Balitepat didepan rumah, ortu saya juga membangun pura kecil keluarga (merajan)yang desainnya Bali banget, jadi lokasi prewedding juga tuh heheIni penampakannya

  37. itsmearni says:

    agamfat said: Temennya Arham Kendari dong

    Iya donglebih tepatnya sih Arham ini temennya adik sayatemen kuliah, seangkatan di tekniksekarang juga mereka sering kerja bareng di beberapa event πŸ™‚

  38. itsmearni says:

    prajuritkecil said: bogornya sebelah mana sih..?

    Mekarwangi mbak, klo naik kereta mah saya di Bojongdeket Bilabong gitu deh

  39. itsmearni says:

    miapiyik said: Arni, yg menang lepas iket2an di pohon jambu siapa Ni? adik atau Arni?aah, rumah tumbuh, jd inget rumah dines Bapak di Kemaraya, belakang RS Propinsi. kompleks rumah tumbuh namanyakebayang enaknya banyak pohon buah dan sayuran, segeeer

    hahaha yang menang saya dooongggggggggggdan hukuman buat adik adalah dia harus metikin saya jambu selama seminggu aduh klo ingat-ingat itu lucu dehOh, mb Mia itu diperumahan tumbuh yadeket RS Propinsi itu khanasik tuh daerah situ sejuk, deket pasar di pusat kota hehe

  40. itsmearni says:

    aniadami said: Heh, mba miapiyik pernah tinggal di kendari jg to? Salam kenal mba:-)

    eaaa Ani baru tauuuuuuuumba Mia ini udah di kendaris ejak jaman kita belum lahir hehehe

  41. prema diajarin naik pohon jambu juga dong mama arni ;p learn from the best *kabuuurrr

  42. itsmearni says:

    dphn04 said: jiaaaah….kalo rumah senyaman itu mah kudu dipamerin Mbak, menundang dikunjungi hehehehehe..apalagi di Bali. Yg di Bogor pake Tambulapot aja Mbak…jadi Prema ga bisa kabur manjat tinggi2 kayak emaknya dulu heheheheh

    hahaha…. pohon jambu depan rumah sekarang udah gede mbakanak2 tetangga suka manjat tuhPrema sih masih lumayan anteng mau di”penjara” dalam pagarentahlah nanti :-Dhayuk kapan2 main ke rumah ditunggu yaaaaaaaaa

  43. itsmearni says:

    penuhcinta said: Terasnya luas banget yak. Kayaknya model rumah jaman dulu begitu ya, pertanda bukan saja lahan masih luas dan mudah didapat, tapi juga tanda sikap ramah tamah antar tetangga masih tinggi. Jadi penghuni sering duduk2 di depan, kelihatan dan bisa disapa sama tetangga.

    Iyaaaaaaa kayaknya luas teras itu sama dengan luas rumah Bogor deh hahahamakanya ibu pas main ke Bogor, terus masak didapur mungil saya langsung protesIni dapur kemana-mana mentok hahahaTeras ini emang tempat berkumpulklo lagi panen buah, ya dijembrengin aja diteras makan rame-rametempat anak-anak main juga tuh disana πŸ™‚

  44. itsmearni says:

    tintin1868 said: umah kendari dan rumah bogor mirip nih.. kenangan dibawa kemanamana ya..

    eaaaaaaaaa mirip apanyajauhlah mbak, rumah di Bogor mah mungil benertapi ya kami berusaha menciptakan suasanan senyaman mungkin, masih tersedia space buat ngobrol sama tetangga, masih ada teras sampingplus sebuah taman (asal jadi) yang mungil πŸ™‚

  45. itsmearni says:

    brandedgakmustimahal said: prema diajarin naik pohon jambu juga dong mama arni ;p learn from the best *kabuuurrr

    hoooooooooo gak perlu diajarin juga kayaknya bakalan begitu deh hihihiasal jangan kayak emaknya dulupernah lho saya nangkring dipohon jambu, sambil nonton voly(kebetulan depan rumah dulu ada lapangan voly sekarang sih udah jadi rumah gedung tetangga)lagi asik2 nangkring sambil ngunyah jambu aereaa krekkkkkkk………dahannya patahdan BUKKKKK saya jatuh dengan suksesyang main voly langsung pada bubar nolonginaih malunya saya hihihi

  46. dphn04 says:

    itsmearni said: hahaha…. pohon jambu depan rumah sekarang udah gede mbakanak2 tetangga suka manjat tuhPrema sih masih lumayan anteng mau di”penjara” dalam pagarentahlah nanti :-Dhayuk kapan2 main ke rumah ditunggu yaaaaaaaaa

    asiiiiik……*catet2 dalam agenda : diundang Mbak Arni main2 kerumahnya yg nyaman banget n mainan ama Prema*

  47. tintin1868 says:

    itsmearni said: eaaaaaaaaa mirip apanyajauhlah mbak, rumah di Bogor mah mungil benertapi ya kami berusaha menciptakan suasanan senyaman mungkin, masih tersedia space buat ngobrol sama tetangga, masih ada teras sampingplus sebuah taman (asal jadi) yang mungil πŸ™‚

    mirip nyamannya gitu maksud.. meilhat ujud rumahnya juga agak mirip2, dari warna catnya.. semoga bisa betah ya.. apa udah?

  48. tintin1868 says:

    eh itu alat musik bambu itu mirip gamelan? arni bisa maininnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s