Primitif ???

Sejak awal buka account di Multiply, sesungguhnya saya sangat menghindari memposting sesuatu yang berefek kontroversi dan (agak) SARA.Bukan !!! bukan karena mau main aman, tapi tujuan saya ngempi sejak awal memang buat curhatan sehari-hari, buat senang-senang, buat cari teman dan pengennya sih emang posting yang hepi-hepi atau berbagi yang bermanfaat aja.Dunia nyata udah banyak kontroversi dan ribut-ribut, saya ndak mau di dunia maya saya, jadi diisi perdebatan juga

Dalam perjalanannya kemudian, tak jarang saya memang bertemu dengan postingan yang kemudian menjadi perdebatan dan diskusi panjang atau bahkan berpotensi konflik dalam komen-komennya.Kadang saya nimbrung, kadang jadi penonton.Tapi saya menikmati itu, karena saya sekalian numpang belajar. Saya mencoba memahami beragam komen, beragam pikiran dari berbagai sudut pandang.Saya sadar betul, otak cetek saya masih perlu diisi lebih banyak, masih perlu belajar lebih jauh pun menganilasa lebih dalam terhadap sebuah kondisi, topik atau apapun.

Aduh panjang bener intronya. Lalu mana bahasan yang nyambung sama judul?

*tarik nafas*

Jadi gini, pikiran dan hati saya kok penuh sama uneg-uneg jumat kemaren ya.Padahal mungkin teman-teman yang ikut baca, ikut diskusi malah sudah lupa soal itu.Di postingan seorang sahabat saya menemukan kata “primitif”yang mana kata ini mengarah pada “sajen” yang buat saya dan tentunya para penganut Hindu lainnya (atau –mungkin-penganut keyakinan yang lain juga) adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Saya lantas mencari-cari, apa sih sebenarnya arti kata primitif.Dan ini yang saya temukan :

====================

Menurut Wikipedia

Primitif adalah suatu kebudayaan masyarakat atau individu tertentu yang belum mengenal dunia luar atau jauh dari peradaban. Primitif mempunyai arti tidak mengenal peradaban dan tidak mengenal kesopanan atau tatakrama.

Kata primitif sering digunakan untuk suatu kebudayaan atau masyarakat yang hidupnya masih tergantung alam ataupun tidak mengenal dunia luar.

Adapun kata primitif ditujukan untuk seseorang yang tidak mempunyai kesopanan dalam perilakunya baik secara verbal maupun secara fisik

====================

Sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sebagaimana capture dibawah ini, maka primitif adalah

Indonesian to Indonesian

adjective

1. dl keadaan yg sangat sederhana; belum maju (tt peradaban; terbelakang): kebudayaan –;

source: kbbi3

2. sederhana; kuno (tidak modern tt peralatan): senjata-senjata –

============================

Nah pertanyaannya, kalau mengikuti arti kata primitif diatas, apakah memang menghaturkan sajen bisa disebut primitif?

Temans….

Entahlah, ada bagian hati saya yang agak terusik dengan kata ini.Padahal sudah melewati hari sabtu dan minggu dimana saya biasanya libur dari segala aktivitas socmed, termasuk libur
dari ngobrol bersama teman-teman di grup BB, weekend adalah hari keluarga buat saya.Tapi sayangnya weekend kemaren, hati dan pikiran saya ternyata tidak libur untuk urusan yang satu ini.Saya sadar betul, sebagai minoritas di bumi tercinta Indonesia, saya (dan kami pemeluk Hindu) mendapatkan (kok) kebebasan beribadah, menemukan (kok) toleransi,diakui (kok) sebagai satu diantara sekian agama dan keyakinan.Tapi saya juga ’ndak nyaman” ketika apa yang saya (dan kami) yakini lalu praktekkan dalam kehidupan sehari-hari disebut primitif.Apalagi jika mengacu pada pengertian primitif sesuai KBBI dan wikipedia diatas.

Temans….

Saya lahir dan besar di kendari, jauh sekali dari kampung halaman kedua orang tua saya di Bali.Meski jauh, kami tetap melaksanakan ritual sehari-hari sebagaimana keyakinan kami apa adanya.Tidak ada yang ditutup-tutupi dan sejauh ini, kondisi lingkungan tempat tinggal kami,tetangga, teman sekolah, teman kantor dan lain-lain cukup kooperatif untuk tidak saling mengusik ataupun menghujat.Begitupun sekarang, saya sekeluarga tinggal di Bogor, tak jauh beda kondisi kehidupan bertetangga kami.Tentang ini pernah saya bahas di Jurnal INI dan INI. Saya merasakan harmoni kehidupan disana.

Lalu saya mulai Ngempi.Saya bertemu beragam teman, beragam pemikiran.Dan saya berusaha menjaga pertemanan saya dengan berhati-hati memilih kata, berhati-hati menjaga hati agar tak ternodai, terutama buat hal-hal yang bersifat prinsip dan keyakinan.Yup, beda kepala beda isi. Kita tidak bisa memaksakan pikiran seseorang dan cara pandangnya. Kadang saya memilih diam.Tapi jujur kali ini hati saya ndak tenang untuk sekedar diam, maka tumpahlah uneg-uneg saya menjadi sebuah jurnal (menye-menye). Lalu seperti halnya mbak shanty yang memilih diam dan pulang ke rumah sendiri, sayapun memilih menumpahkan curhatan ini di lapak saya sendiri juga.

Maafkan saya teman, menghadirkan jurnal ini di inbox

Maafkan saya teman,mengambil waktu kalian untuk membaca curhatan geje

Maafkan saya teman, karena menutup kolom reply.Tak ada maksud menghindar atau menyatakan isi jurnal ini paling benar.Ini hanya jurnal tumpahan uneg-uneg.Bukan untuk memancing perdebatan lebih lanjut.

Saya bahagia melaksanakan ibadah (berikut segala ritualnya) sesuai keyakinan saya dan sama bahagianya saya ketika menyaksikan atau mendengar teman-teman dari keyakinan yang berbeda sedang menjalankan ibadah (dan ritual) sesuai tuntunannya.

Selamat hari senin

Semoga pelangi yang indah tetap ada disekitar kita

Bukankah pelangi tak indah jika tak beraneka warna?

Oh ya…sebelum lupa, saat gugling saya menemukan sebuah tulisan lain tentang kata primitif ini, jika berminat silahkan berkunjung

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Percikan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s