[Love Journey] Mesra Mereka, Bahagiaku

Ada cinta dalam setiap perjalanan

Ada rasa yang terbawa dalam setiap langkah

Ada senyum yang mengembang dalam setiap pertemuan

Ada gambar untuk setiap moment indah yang diabadikan

========

Love Journey

Sebagai satu-satunya anak perempuan, walaupun bapak dan ibu sangat demokratis mendidik kami, anak-anaknya,tapi tetap saja saya tak pernah lepas dari mereka berdua sejak kecil.Masa-masa bertumbuh, sekolah sampai lulus kuliah saya habiskan di Kendari.Kalaupun sekali-sekali keluar pulau ya karena ada kegiatan saja atau sekedar jalan-jalan yang tentunya tak makan waktu lama sampai bulanan atau tahunan.Maka terasa sekali betapa melow-nya saya ketika akhirnya benar-benar melangkahkan kaki untuk mencari pengalaman di kota lain.

Dulu. Duluuu sekali….. setiap kali bapak pulang dari tugas dinas dari kantor, selain oleh-oleh berupa buah, baju dan lain-lain, bapak juga selalu membawa segudang kisah tentang kota yang dikunjunginya berikut bukti dokumentasi berupa foto-foto.Dan kami, ibu, saya dan adik selalu memandang ’iri’ sekaligus berharap suatu hari bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut.Ibu bahkan berkata ”yaaa, belum bisa keliling Indonesia beneran, untuk sementara taman mini aja udah cukuplah”.

18 April 2009

Ibu berkunjung ke rumah mungil kami di Bogor.Lalu bapak yang sebelumnya ada urusan dinas ke Bali juga menyusul ibu.Bahagia, tentu saja itu yang saya rasakan.Sebuah moment yang sangat langka buat saya yang sejak penghujung 2003 melangkah meninggalkan rumah, merantau keluar dari kota Kendari.Perantauan yang berbuah mendapatkan jodoh dan akhirnya benar-benar menetap nun jauh di Bogor, terpisah jarak dan waktu dengan kedua orang tua saya.

Maka moment langka itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.Karena saya dan suami sama-sama bekerja senin – jumat, jadi kesempatan mengajak orang tua jalan-jalan ya hanya saat akhirpekan.Dan akhirnya kami berempat ke TMII, mengelilingi satu demi satu anjungan, mengunjugi rumah-rumah adat, menyaksikan pertunjukan khas daerah, melihat-lihat kerajinan daerah dan tentunya tak lupa mengabadikan kenangan itu dalam pose bersama.

Saya kembali menyaksikan kemesraan ibu dan bapak.Saya bahagia melihat ibu yang terus menerus tersenyum walau lelah berkeliling.Saya menyukai cara bapak dan ibu menikmati perjalanan kami.Bergandengan tangan,sesekali bapak merengkuh pundak ibu, bertatapan mesra, sekaligus bapak adalah guide yang baik karena beliau sudah berkali-kali ke TMII.

Love Journey

Saya dan suami tentu saja tak mau kalah mesra sama yang tua-tua.Tak mau kalah narsis dan tak mau kalah mengembangkan senyum. Haha.

19 April 2009

Setelah sehari sebelumnya mengelilingi Indonesia mini, maka hari ini saatnya ngadem.Menuju rindangnya pepohonan, menikmati udara segar dan sejuk di Kebun Raya Bogor.

Dan aura cinta sepertinya ada dimana-mana deh sepanjang KRB ini.

Tidak sedikit soalnya saya liat pasangan-pasangan yang mojok berdua, dibalik pohon, di bangku-bangku, di balik semak *nyengir lebar*

Banyak juga rombongan keluarga yang menghabiskan waktu liburannya di sini.Ada anak-anak bermain bola, ada kakek nenek bermain bareng cucu, dan lain-lain.

Selain itu ada kelompok-kelompok yang tengah berdiskusi, ada club para emak yang sedang berkumpul juga, sepertinya menggelar arisan deh, hehe.

Yang jelas saya merasakan ada kebahagian berpendar dimana-mana.

Lalu kami berempat, ngapain aja?

Ini kesempatan saya (mengulang masa) bermanja-manja pada bapak dan ibu.Suami sayapun begitu , tak mau kalah ikutan bermanja.Kami benar-benar menikmati hari itu. Tertawa bersama, bercerita bersama,berbagi kisah, berbagi pengalaman sekaligus belajar banyak dari bapak dan ibu.

Love Journey

 

Ya………………

Saya bahagia melihat bapak dan ibu yang tetap mesra sampai tua

Saya bahagia melihat bapak dan ibu yang tetap memelihara cinta di hati mereka

Saya bahagia melihat bapak dan ibu tersenyum bersama

Lalu…………..

Saya berdoa semoga kami bisa seperti mereka

Saya berdoa semoga kami kuat menghadapi segala cobaan dalam rumah tangga

Saya berdoa semoga kami selalu sehat sampai tua dan tetap tersenyum bersama hingga rambut kami memutih

Terimakasih bapak, terimakasih ibu

Sudah menjadi teladan bagi kami

Diikutkan dalam lombanya Fatah dan Mbak Dee

Note : udah kadung janji sama fatah, mau ikutan lombanya

Tapi yang dijanjikan bukan kisah yang ini sih

Ndak apa-apa ya, Tah… kisah yang “itu” kapan-kapan deh saya ceritakan

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Lomba and tagged . Bookmark the permalink.

77 Responses to [Love Journey] Mesra Mereka, Bahagiaku

  1. orangjava says:

    Semoga kalian selalu bahagia…..dan Arni tetep bawel………

  2. tintin1868 says:

    judulnya masih kebawabawa narsismu bahagiaku..asik ya kalu didatengin orangtua dan diajak jalanjalan.. mesra kemanamana..

  3. CieeeehhhCieeeeehhhhhCo Cwiiitttt

  4. siasetia says:

    cenengggggggg ortu masih bisa mobile ….sehat selalu ya

  5. itsmearni says:

    orangjava said: Semoga kalian selalu bahagia…..dan Arni tetep bawel………

    makasi doanya, mbahhahaha klo urusan bawel mah, kecuali udah gak bisa ngomong sama sekalibaru deh mingkem kayaknya :-)))

  6. itsmearni says:

    tintin1868 said: judulnya masih kebawabawa narsismu bahagiaku..asik ya kalu didatengin orangtua dan diajak jalanjalan.. mesra kemanamana..

    Iyaaaaa emang judulnya nyontek sama lomba narsisku bahagiamu*sungkem sama 4 juri cantik*iya mbak Tintin, sejak tinggal berjauhansesuatu banget deh rasanya didatengin ortu 🙂

  7. itsmearni says:

    bambangpriantono said: CieeeehhhCieeeeehhhhhCo Cwiiitttt

    punya mas Nono lebih co cuwiiitbikin ngiri poll….aku pengen mengunjungi candi2 huhuhu

  8. ayanapunya says:

    semoga mba arni dan suami bisa mesra sampai tua juga 🙂

  9. itsmearni says:

    siasetia said: cenengggggggg ortu masih bisa mobile ….sehat selalu ya

    ceneeeeenggg tapi momen langka banget buat sama-sama :-Dmakaci doanya ya mbak

  10. Kisah yang maniiiisss… Seneng bacanya… :))

  11. myshant says:

    yg liat juga ikutan hepi Ar ….semoga kita ntar sampe’ tua juga masih rukun dan mesra sama pasangan ya, amin*salam buat bapak-ibunya Arni yg mesra terus*

  12. lafatah says:

    *LOCKED*Gak boleh edit lagi yaa..Heheeh

  13. enkoos says:

    itsmearni said: Saya berdoa semoga kami bisa seperti merekaSaya berdoa semoga kami kuat menghadapi segala cobaan dalam rumah tanggaSaya berdoa semoga kami selalu sehat sampai tua dan tetap tersenyum bersama hingga rambut kami memutih

    Amiin Amiin.Seneng kalau ngelihat pasangan tua masih suka gandengan tangan dan berpandangan mesra. 2009, berarti Prema belum lahir ya.

  14. enkoos says:

    Eh itu ada foto rumah bagonjong, mau nanya di Sumbarkah?Setelah baca ceritanya sampe tuntas, baru sadar kalau itu di TMII.

  15. pianochenk says:

    suit..suiiiiiiit..^^

  16. itsmearni says:

    aduh…maafkan saya man temanditinggal bentar ya, saya ada meeting dadakan 😦

  17. utuhspeedy says:

    kapan ka ke Balikpapan

  18. inacw says:

    mmhh… tatapan mesrah dari orang tercinta memang lebih kuat dari pada kata2 cinta. apalagi gombalan!

  19. mayamulyadi says:

    keren mba… mari kita sama2 berdoa semoga kita bisa tetap mesra spt orangtua kita…

  20. larass says:

    romantis sampai tua yah ortunya hehehe…senangnyaaaaaaaaaaaaaa punya keluarga yg mesra

  21. itsmearni says:

    hadirrrrrrrrrrrrrmaaf tadi ditinggalin bentar*balesin atu-atu*

  22. itsmearni says:

    ayanapunya said: semoga mba arni dan suami bisa mesra sampai tua juga 🙂

    makasi Yana….semoga dirimu juga kelak begitu 🙂

  23. itsmearni says:

    pingkanrizkiarto said: Kisah yang maniiiisss… Seneng bacanya… :))

    asik aku dibilang manisssssssssmakaci bukping*gak lengkap baca komennya*

  24. itsmearni says:

    myshant said: yg liat juga ikutan hepi Ar ….semoga kita ntar sampe’ tua juga masih rukun dan mesra sama pasangan ya, amin*salam buat bapak-ibunya Arni yg mesra terus*

    ahay…senengnya klo ikutan pada hepiIya mbak shanti saya bahagia banget liat kemesraan bapak dan ibusemoga kita semua juga teteap rukun dan mesra sampe tua yaaaaaaaa

  25. itsmearni says:

    jadul1972 said: ikut senang deh

    asik !!nambah lagi yang ikutan senang

  26. itsmearni says:

    lafatah said: *LOCKED*Gak boleh edit lagi yaa..Heheeh

    siyaaaaaaappppptenang aja, pak jurigak bakal saya edit koklha ini lagi riweuh pisan sama kerjaan hihi

  27. itsmearni says:

    enkoos said: Amiin Amiin.Seneng kalau ngelihat pasangan tua masih suka gandengan tangan dan berpandangan mesra.2009, berarti Prema belum lahir ya.

    Iya…mb ev…saya punya tetangga kayak gitu, meraka pengantin barudi usia yang sudah sangat tidak muda, mesraa sekaliseneng deh liatnya :-)Feb 2009, Prema belon adasaya baru hamil Juni 2009 🙂

  28. aniadami says:

    senangnya mi liat orangtuanya kita menua bersama, romantis sepanjang hidup

  29. rengganiez says:

    itsmearni said: Tidak sedikit soalnya saya liat pasangan-pasangan yang mojok berdua, dibalik pohon, di bangku-bangku, di balik semak *nyengir lebar

    cieeeeee yang mojokkkkkkk

  30. enkoos says:

    rengganiez said: cieeeeee yang mojokkkkkkk

    termasuk situ ya?qiqiqiqiqiqiqiqi …*ngintip bulik yang lagi mojok*

  31. enkoos says:

    itsmearni said: Iya…mb ev…saya punya tetangga kayak gitu, meraka pengantin barudi usia yang sudah sangat tidak muda, mesraa sekaliseneng deh liatnya :-)Feb 2009, Prema belon adasaya baru hamil Juni 2009 🙂

    Aku sudah baca jurnalnya yang di link.Menurutku bukan kisah yang luar biasa, karena aku belum tahu latar belakangnya kenapa mereka menikah di usia yang tidak muda lagi. Mesra sebagai penganti baru, walaupun mereka bukan di usia muda, wasih wajar. namanya pengantin baru yak.Yang luar biasa adalah pernikahan yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun tapi tetep mesra contohnya bapak ibunya Arni.

  32. itsmearni says:

    enkoos said: Eh itu ada foto rumah bagonjong, mau nanya di Sumbarkah?Setelah baca ceritanya sampe tuntas, baru sadar kalau itu di TMII.

    hahaha untung mbak evi baca ceritanyasaya belum pernah ke sumbartapi saya udah keliling Indonesia lho *tunjuk TMII* hihi

  33. medilubis says:

    semoga aku cepat dikasih dedek bayi *gak nyambung* *biarin ah* *yang penting komen* 😀

  34. itsmearni says:

    pianochenk said: suit..suiiiiiiit..^^

    *pinjemin pluit*

  35. itsmearni says:

    katerinas said: Mesranya 🙂

    ah…mbak Rien juga pastinya jauh lebih mesra 🙂

  36. itsmearni says:

    utuhspeedy said: kapan ka ke Balikpapan

    *nunggu undangan plus tiket pesawat PP* hihihi

  37. itsmearni says:

    inacw said: mmhh… tatapan mesrah dari orang tercinta memang lebih kuat dari pada kata2 cinta. apalagi gombalan!

    betooooooolllkarena mata sianar mata sudah cukup memancarakan cintamaka tak perlu kata untuk mengungkapkan*apa seehhhhhhhh

  38. itsmearni says:

    mayamulyadi said: keren mba… mari kita sama2 berdoa semoga kita bisa tetap mesra spt orangtua kita…

    yups yups*berdoa di sebelah Fadhlan*

  39. itsmearni says:

    larass said: romantis sampai tua yah ortunya hehehe…senangnyaaaaaaaaaaaaaa punya keluarga yg mesra

    romantis…mesra…ah, itu khan penampakansebenarnya keromatisan atau kemesraan tiap orang/keluarga beda-beda takaran dan realisasinyadan semua pasti melewati masa-masa “tak mesra” dan sebagainyayang penting bagaimana melewati masa2 itu dengan baik 🙂

  40. itsmearni says:

    aniadami said: senangnya mi liat orangtuanya kita menua bersama, romantis sepanjang hidup

    iyaaaaaaaaaa makanya pengen kayak gitu juga

  41. itsmearni says:

    rengganiez said: cieeeeee yang mojokkkkkkk

    mbak niez…yang ginian aja cepet bener di quote*biasa mojok ya?

  42. itsmearni says:

    enkoos said: termasuk situ ya?qiqiqiqiqiqiqiqi …*ngintip bulik yang lagi mojok*

    lha dia di kantor tiap hari mojok tuh*ngikik*

  43. rengganiez says:

    enkoos said: termasuk situ ya?qiqiqiqiqiqiqiqi …*ngintip bulik yang lagi mojok*

    tau ajahhhhh

  44. rengganiez says:

    itsmearni said: mbak niez…yang ginian aja cepet bener di quote*biasa mojok ya?

    yoaaa mojok dibawah kipas angin

  45. itsmearni says:

    enkoos said: Aku sudah baca jurnalnya yang di link.Menurutku bukan kisah yang luar biasa, karena aku belum tahu latar belakangnya kenapa mereka menikah di usia yang tidak muda lagi.Mesra sebagai penganti baru, walaupun mereka bukan di usia muda, wasih wajar. namanya pengantin baru yak.Yang luar biasa adalah pernikahan yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun tapi tetep mesra contohnya bapak ibunya Arni.

    hmmm iya sih mb evtapi khan menikah di umur sekiandan mesra ya buat saya tetap istimewa 🙂

  46. itsmearni says:

    medilubis said: semoga aku cepat dikasih dedek bayi *gak nyambung* *biarin ah* *yang penting komen* 😀

    hahaha dipersilahkan komen ndak nyambungikut berdoa buat Medi*jadi inget jaman 3 – 4 taun lalusaat aku sering minda doa yang sama ke teman2 MP*

  47. itsmearni says:

    rengganiez said: tau ajahhhhh

    sama si dia ya?

  48. itsmearni says:

    rengganiez said: yoaaa mojok dibawah kipas angin

    kipas anginnya bisa mati idup sendiri pula :-)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s