Dinasehatin Balita

Kemarin pagi saat Prema ke sekolah, seperti biasa saya pak pik puk menyelesaikan pekerjaan rumah. Karena kurang hati-hati, saat membawa ember cucian yang akan dijemur, saya terpeleset dihalaman belakang dan jatuh bertumpu ke badan sebelah kiri yang menyebabkan pergelangan tangan kiri saya agak terkilir. Lumayan juga sakitnya, terutama saat dipake mencet rem pas naik motor.

Nah sorenya, seperti biasa Prema minta ditemenin main sepeda keliling komplek, saya nolak deh karena masalah pergelangan tangan kiri tadi,
“ibu gak ikut sepedaan ya Prema, tangannya ibu sakit, tadi abis jatuh,” kata saya
“ibu jatuh dimana?”
“dibelakang, kepleset tadi pagi, ini tangan kirinya ibu sakit banget deh,”
“Berarti ibu kurang hati-hati tuh, makanya klo jalan pelan-pelan aja bu, dibelakang khan licin. Klo jatuh gini khan ibunya jadi sakit deh,” tau-tau serentet nasehat meluncur dari bibir mungilnya
“ehk… Oke boss, lain kali ibu hati-hati,” sahut saya sambil senyam senyum
“sini, Prema obatin dulu…,” katanya sambil melangkah ke dalam, membuka kotak obat dan mengambil trombopop. Membukanya dan langsung mengoleskan ke pergelangan tangan saya sambil meneruskan ocehannya, “nih, udah Prema obatin, ndak apa-apa kok ini, cuma sakit sedikit, nanti juga sembuh. Lain kali hati-hati ya bu, sekarang udah bisa kok dipake sepedaan, sebentaaaaaar aja ya” katanya ngerayu minta ditemenin.

Akhirnya saya gak tega deh, lumayan jadinya dapat 5 putaran sepedaan berdua, untung ketolong sama hujan yang mendadak turun, berhenti deh sepedaannya hehehe.

image

Malam hari, saya bercerita ke Ayahnya Prema soal kejadian saya jatuh itu. Trus saat menjelang tidur, yang mana saat itu Prema juga udah terlebih dahulu tampak terlelap, Ayah berinisiatif memijat pergelangan tangan saya, yang berefek saya memekik kesakitan. Tiba-tiba ada yang ngoceh, “Ayaaaah.. pelan-pelan dong, ibunya khan lagi sakit, kasian itu ibu,” Ada suara cempreng nih
“oke Prema, maaf ya tadi kekencengan,” sahut ayahnya kaget
“besok-besok ayah pelan-pelan aja ya pijetnya, biar ibunya gak kesakitan,” masih lanjut ni bocah
“iya deh Prema.” kata ayahnya yang berlanjut kami ngikik berdua, hihihihi…. Ini bocah tuwir bener ya ngomongnya.

Setelah itu Prema tertidur. Kami jadi membahas kelakuan Prema deh. Iya banget tuh klo ada yang bilang anak adalah peniru ulung. Apa yang sering kita lakukan, kita ucapkan terekam dengan baik di memorinya. Memang harus berhati-hati berkata dan bersikap di depan anak, karena kita adalah contoh kongkrit untuknya.
Tentu saja Prema juga pernah terjatuh, pernah kesandung dan sejenisnya, yang pertama saya lakukan adalah memeluknya agar menjadi tenang, menghilangkan keterkejutannya baru kemudian melanjutkan dengan nasehat agar lain waktu lebih berhati-hati. Rupanya Prema nyontek cara itu, jadilah nasehatnya berbalik ke kami, orangtuanya ๐Ÿ™‚

Ya memang sih, ada saatnya kita kadang kehilangan kendali, kehabisan stok sabar ketika menghadapi tingkah polah anak, saya juga pernah marah, relatif sering malah *tutupmuka*, saya bukanlah ibu peri yang baik hati, saya kadang keluar tanduk juga dan galak, tapi ya balik lagi ketika semua mereda mari membuka diri untuk mengakui kesalahan, sekali-sekali minta maaf ke anak gak ada salahnya khan, karena kita bukan pemilik kebenaran.

Ah ya. Satu lagi tahap sekolah kehidupan terlampaui. Masih banyak pelajaran ke depan, mari terus berproses bersama.

#Gandengprema
#gandengAyah
#melangkahbersama

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku and tagged . Bookmark the permalink.

42 Responses to Dinasehatin Balita

  1. “Makanya lain kali hati-hati, jangan diulangi lagi ya, bu …”

    *lirik Prema* ๐Ÿ™‚

  2. penuhcinta26 says:

    Prema pinteeerrr. Gemes ya Ar sama anak omongannya pinter gini. Sudah mulai musim nanya “kenapa” belum?

  3. Pijetnya berlanjut ga saat prema tidur? ๐Ÿ˜€

  4. Ternyata betul mbak Irma…. tuh mbak Arni konfirmasi, keduanya berakhir tepar ๐Ÿ˜€

  5. hehehe prema paling ngerti ya ama ibunya ๐Ÿ™‚

    • itsmearni says:

      Fyuh syukurlah kli dibilang paling ngerti, tapi kadang saya merasa ni anak agak tuwir omongannya hihi

      Makasi mas, saya jadikan ini doa terbaik buat Prema ya ๐Ÿ™‚

  6. Ina says:

    Ih keren banget sih prema mbak….? Pinter deh, pke nasehati ortu kya org dewasa.
    Bagus lah, ntar klo gede jadi org yg care, nggak cuek ama sekitar.

  7. faziazen says:

    cara mendidiknya gimana mbak? kadang bingung saladin usia 27 bulan kok belum lancar ngomongnya

    • itsmearni says:

      Wah aku terus terang gak ada trik khusus sih, cuma Prema memang banyak diajak ngomong sejak mulai bisa ngoceh. Yang ngasuh memang kudu cerewet sih kayaknya, biar anak mengenal lebih banyak kosa kata. Sering dibacain cerita juga trus biasanya abis dibacain cerita, dikesempatan berikutnya Prema suka aku minta gantian menceritakan kembali.
      Dengan begitu dia khan jadi nyimak cerita kita sekaligus merekam banyak kosa kata ๐Ÿ™‚

  8. kutukamus says:

    Tempo hari hampir jatuh kepleset di pelataran depan. Ketahuan malas, udah waktunya digosok lagi ubinnya biar tak licin. (jangan bilang Prema) :mrgreen:

  9. omnduut says:

    Hahaha, aku bakalan begini juga nih kalo punya anak ๐Ÿ™‚

  10. asalkan bermanfaat jgankan dri balita nasehat binatangpun hrus kita patuhi.. bnar tak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s