Karena anak adalah peniru ulung

Halo halo haloooo……
Seminggu gak nengok kerumah yang ini kok ya tampak berdebu ya *ambil kemoceng* trus trus tetangga juga nampaknya nambah nih yang nempatin rumahnya. Jadi saya semingguan ini ceritanya ngilang sebentar dari peredaran dunia maya, kembali ke pelukan orang-orang tercinta. Iya, saya mudik. Kali ini ke Kendari, ke rumah masa kecil saya 🙂

Salah satu efek pasca mudik adalah males ngapa-ngapain, rasanya masih pengen liburaaaaaaan aja. Tapi apa daya cucian numpuk, rumah melambai-lambai minta diberesin dan segala pekerjaan rumah tangga lainnya. Saking malesnya, nyahutin ocehan cah bagus aja ikutan males juga. Kayak tadi pagi pas nyuapin sarapan

“ibu, prema mau makan satenya yang banyak,”

“mmmm….., “sahut saya, yang maksudnya ‘iya’

“kasi kecap juga, ibu, “kata Prema lagi

“mmmm…., “saya menggangguk

“Prema mau brokolinya juga, “katanya minta sayuran

“mmm….., “saya menggangguk lagi dengan gumaman yang makin pendek dan kenceng

“iiiiihhhh ibu ih! Dari tadi mmm….mmm… Melulu! Jangan begituuuu! “Prema teriak sambil manyun

“Lah maunya gimana?”

“harusnya ibu jawab, Iya! Klo mmm…mmm…doang itu gak sopan tau!”

image

———

Errr….iya sih Prema sebenarnya hanya membalikkan perkataan saya, yang mana rasanya kok makjleb aja gitu.  Beberapa kali saat sedang asyik melakukan sesuatu atau sedang fokus pada satu hal trus diajak ngomong biasanya dia cuma menjawab dengan hmm.. Atau he eh dan sejenisnya. Saya kemudian menegurnya dan mengingatkan untuk menjawab dengan baik, karena jawaban dengan berdehem begitu kurang sopan. Dan kini, ndilalah semuanya berbalik ke saya #tepokjidat

Lalu saya sadar, sekali lagi saya mendapatkan pelajaran penting. Pelajaran bahwa saya harus konsisten. Apa yang saya ajarkan ke Prema, maka saya juga harus menerapkan hal yang sama. Dalam beberapa hal tidak boleh ada standar ganda, karena itu hanya akan membuat anak bingung, mana sebaiknya yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Dalam banyak hal masalah konsistensi ini juga terasa penting. Ketika kita berniat melakukan sesuatu, lakukanlah dengan konsisten hingga tuntas. Pun demikian saat berkata, apa yang keluar sebaiknua seperti itulah yang sebenarnya, agar kita menjadi pribadi yang benar, tidak plin plan.

Terimakasih Nak
Telah mengingatkan ibu tentang hal penting ini 🙂

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Karena anak adalah peniru ulung

  1. Rumah melambai kearah kamera? rumahnya udah ga kuat… ga diperhatiin ama yang punya, ga dibersihin…. kalo bisa bilang… “tukar aja.. tukar aja ama yang rajin bersihin” :p

    • itsmearni says:

      Hahaha maunya sih diganti rumah yang punya halaman luaaaaas buat tempat bermain sama pake art dan tukang kebun yang rajin mas wib

      • moga tercapai mbak… rumah saya aja ga ada halamannya hehehe

        • itsmearni says:

          Mimpi saya banget dari dulu, pengen punya rumah dengan halaman luas. Kemaren mudik tambah mupeng lagi liat halaman rumah emak bapak lebih gede daripada rumah saya disini, belum lagi main ke rumah2 sodara huhu itu halamannya bikin ngiriiiiiiii
          Rumah sekarang sih ada halamannya, tapi seuprit doang didepan sama kolam mungil dibelakang, pengen yang lebih legaaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s