Mudik, sebuah perjalanan hati

Konon mudik hanya ada di Indonesia lho. Maksudnya mudik yang beramai-ramai saat hari raya, ketika sekumpulan orang berbondong-bondong pulang menempuh perjalanan panjang untuk kembali ke pelukan orang-orang tercinta, mengucap syukur bersama atas pencapaian selama ini, bercengkerama dan menikmati indahnya hari raya. Ditempat lain pastinya ada sih, tapi gak seheboh di Indonesia dimana ribuan bahkan jutaaan orang bergerak bersama dalam waktu yang sama menuju rumah masa kecil nun jauh dari perantauan.

image

Karena saya tidak merayakan Idul Fitri, saya jadi tak merasakan euforia mudik yang ditandai kemacetan dibanyak jalur menuju luar kota, keramaian dibandara, kepadatan diterminal, stasiun dan pelabuhan. Saya hanya menyaksikan dari berita di TV atau media cetak. Tapi kemudian saya juga mudik kok diwaktu yang berbeda, seperti minggu kemarin, mudik ke Kendari untuk hari raya Nyepi di rumah masa kecil saya, ditempat bapak dan ibu.

Mudik adalah sebuah perjalanan hati. Jutaan orang rela bermacet2 ria, menghabiskan waktu berjam-jam, menghabiskan uang untuk tiket dan segala kebutuhan hanya untuk mudik. Menjadi perjalanan batin karena semua ‘kehilangan’ tersebut akan tergantikan oleh kepuasan yang tak dapat diukur dengan nilai-nilai, tak cukup diukir dengan rangkaian kata. Ada rindu yang terobati. Ada hati yang merona. Ada sesak bahagia yang menyeruak saat sungkem ke orang tua, saat bertemu kerabat. Ada bahagia saat bercengkerama mengenang kisah masa kecil. Lalu ada kepuasan lidah karena kuliner masa lalu yang tercecap kembali. Ahhh… Yang seperti ini memang tak bisa dinilai dengan uang atau apapun, hanya bisa dirasakan dari hati.

image

Mudik memang selalu punya banyak cerita. Dimulai saat perjalanan direncanakan sampai dengan setelah kembali ke perantauan, terkadang hati masih saja terasa hangat mengenangnya. Momen-momen indah berkumpul keluarga dan kawan lama menjadi ajang mengenang masa lalu. Kisah lama menyeruak mengisi obrolan. Dibarengi tawa canda. Ditambah lagi dengan foto-foto bersama. Apalagi sekarang jamam media sosial, maka jadilah foto itu jadi sarana buat ‘pamer’ ke teman-teman lain yang tak sempat hadir, dilengkapi berbagai komentar. Haha. Seru.

Ada yang bilang, sejauh-jauhnya burung terbang, dia akan kembali kesarangnya. Mungkin begitulah ungkapan paling tepat. Sejauh-jauh kita merantau, rindu membuncah didada memanggil-manggil untuk pulang sesekali. Menyegarkan kembali fisik yang penat. Menghangatkan kembali hati yang lelah.

Lalu apa pentingnya tulisan ini? Hmm…ocehan saya doang sih. Maklum, masih euforia mudik. Rasanya belum pengen kembali ke perantauan. Rasanya masih pengen liburan. Tapi ya gitu deh waktunya terbatas. Jadilah hanya bisa mengenang lewat sini.

Nah teman, kalian biasanya mudik kemana?

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, Percikan and tagged . Bookmark the permalink.

21 Responses to Mudik, sebuah perjalanan hati

  1. enkoos says:

    “Konon mudik hanya ada di Indonesia lho. ”
    Enggak jugalah, di negara negara lagin juga ada mudik lho.

    “Maksudnya mudik yang beramai-ramai saat hari raya, ketika sekumpulan orang berbondong-bondong pulang menempuh perjalanan panjang untuk kembali ke pelukan orang-orang tercinta, mengucap syukur bersama atas pencapaian selama ini, bercengkerama dan menikmati indahnya hari raya.”
    Yahhhh, siapa bilang.
    Di Amerika, kalau lagi Thanksgiving jangan harap bisa dapet tiket pesawat kalau pesennya deket deket hari Thanksgiving. Bandara di segala penjuru Amerika sibuknya luar biasa, lalu lintas di jalan jalan juga sama sibuknya. Orang orang pada berbondong bondong mudik ke rumah orangtuanya, mertuanya, untuk merayakan Thanksgiving

    “Ditempat lain pastinya ada sih, tapi gak seheboh di Indonesia dimana ribuan bahkan jutaaan orang bergerak bersama dalam waktu yang sama menuju rumah masa kecil nun jauh dari perantauan.”
    Jangan lupa sama RRC, kalau pas mudik bisa jutaan orang, bahkan mungkin bisa jadi milyaran, kan jumlah penduduknya 1 milyar lebih. Mereka mudik saat Imlek alias tahun baru Cina.
    Rasanya muales kemana mana kalau udah jubelan manusia di segala penjuru.

    Aku kalau mudik, kemana ya?
    Yang jelas ke Indonesialah. Tapi kalau sudah berada di Indonesia, baliknya ke Amerika kami bilangnya pulang.
    Jadi yang bener mudiknya ke mana? Lah kok malah nanya πŸ˜€

    • itsmearni says:

      Hihi aku dulu pernah baca dibukunya siapaaaaa gitu yang bilang mudik itu tradisi Indonesia banget. Makasi tambahan infonya mbak, untung depannga saya pake kata ‘konon’ ya jadi gak mengklaim hehe

      Nah iya mbak, lha akupun kemaren pulang dari Kendari atau Bali, pas balik ke Bogor bilangnya pulang.
      Tapi klo dalam pengertian sederhanaku, mudik berarti kembali ke rumah masa kecil atau kembali ke rumah orang tua atau bagian dari perjalanan hidup dimasa lalu. Entahlah ya πŸ™‚

  2. nengwie says:

    Mudik mah ke Indonesia yang pastinya… kalau saya mah pulang ke Bandung, ke Jerman juga pulang hehhe
    Lain sama anak-anak, yang merasa pulang itu cuma ke Jerman, jd ke Indonesia itu ya liburan, yang artinya, emak bapaknya harus rogoh saku dan korek2 Dompet lebih daleeeeeeeem…hahaha

    • itsmearni says:

      Wah anak-anak pinteeeeer
      Klo liburan khan artinya jalan-jalan
      Artinya juga boleh blanja blanji apa yang diinginkan. Khan kampung halamannya di Jerman ya πŸ™‚

      • nengwie says:

        Emak bapaknya rada2 manyun gitu hahaha..

        Ini rogoh sakunya sampe ke kaki mbak Arniiiiiii….. huhuhu

        • itsmearni says:

          Hahaha gpp sekali-sekali
          Toh mudiknya gak setiap tahun πŸ™‚

          • nengwie says:

            Iya sih..tapi itu ngabisin tabungan bertahun-tahun hihi.

            ya sudah resiko jauh dr keluarga, harus rajin nabung… lha kalau nabung melulu, kapan emaknya beli baju baru..?? *lhooo..???

            • itsmearni says:

              Ya namanya juga mudik teh
              Aku juga gitu, klo mudik langsung berasa menipis dompetnya. Cek saldo rasanya pengen nangis hihi

              Tapi ya gitu seperti yang aku tulis, semua kehilangan itu terbayarkan ketika melihat senyum diwajah orang-orang tercinta yang sekian lama tak bertemu

              • nengwie says:

                Betul sekali …bahagia kumpul kembali..
                tapi berasa sedihnya berhari-hari setelh sampai di Jerman..kadang nyesek di dada :`(

                • itsmearni says:

                  Iya teh. Makanya aku sampe nulis postingan ini. Salah satunya ya untuk mengurangi rasa sedih itu. Rasanya masih pengen ngumpul terus tau-tau udah waktunya kembali. Sakitnya tuh disiniiiii *tunjuk dada*

  3. Cina juga kenal tradisi mudik kok..pas Imlek.

  4. faziazen says:

    mudiknya ke jepara..tapi sejak nikah ga [\pernah mudik..hamil lemah..lalu mau bawa baby saladin ga tega
    itu mudik ke kendari naik apa mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s