Seandainya…

Manusia itu selalu senang berandai-andai. Dalam segala hal. Mulai soal kehidupan pribadi, soal pertemanan, soal lingkungan, soal pekerjaan dan lain-lain. Ada banyak sekali hal yang terlintas sebagai lanjutan dari seandainya baik hal dimasa lampau ataupun masa depan.

Untuk urusan masa lampau biasanya agak-agak terkait dengan penyesalan walau tak sedikit juga yang bahagia. Kemarin itu saya ngobrol sama teman, setengah curhat dia bilang gini, “seandainya dulu saya nurut nasehat ibu buat jadi PNS tentunya sekarang saya gak jadi pengangguran kayak gini. Cuma jadi ibu rumah tangga ngerjain pekerjaan rumah yang gak ada habisnya sama ngurus anak yang gak bisa diam. Stress saya. Rumah baru diberesin gak sampai 5 menit udah berantakan lagi.”

Curhat masih berlanjut, “seandainya dulu saya jadi sama si A, pasti sekarang saya udah ikut ke luar negeri deh, dia khan dapat beasiswa terus tuh belajar di LN.

image

Dan masih banyak cerita lain yang intinya berandai-andai. Kayak saya nih, jujur aja kadang terlintas kok, “seandainya dulu saya gak resign, kira-kira sekarang saya bagaimana ya?”

Eh tapi kemudian saya tepis sendiri, “seandainya saya masih kerja pasti pagi-pagi udah rempong gak karuan, buru-buru mandi, ngejar kereta, dag dig dug ser takut telat, plus perasaan campur aduk ninggalin anak dirumah.”
Dengan begitu saya bersyukur sudah resign. Berdamai dengan keputusan saya sendiri. Menikmatinya.

Kita memang tak bisa mengubah masa lalu. Tapi kita bisa mengambil hikmah. Kita juga tak akan pernah tahu masa depan akan seperti apa jika masa lalu yang kita andaikan itu kita bawa ke masa depan, karena semua berproses yang mana tak selamanya mulus seperti mimpi kita, jadi kenapa harus menarik mundur khayalan kita ke belakang kalau di depan sana ada masa depan yang siap kita ukir dengan kisah manis. Mari menatap masa depan dengan penuh semangat.

Maka jadikanlah kata seandainya menjadi sebuah harapan untuk masa depan, dengan hal-hal positif tentunya. Seandainya sekarang saya menjadi orang yang baik, menjadi orang yang jujur dan seterusnya maka nantinya saya akan dikenang karena kebaikan itu. Itu akan membuat kita lebih semangat menjadi orang yang baik, bukan?

Jadi kalian berandai-andai apa hari ini?

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, Percikan and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Seandainya…

  1. seandainya lebih memilih renov apa bikin kost2an mbak? 😀

    • itsmearni says:

      Ealah baru baca ow
      Ya tergantung kebutuhan
      Klo rumahnya udah protes minta renov ya mau gak mau renovlah
      Tapi klo masih nyantai yo mending buat invest kost2an
      #seriusbenerjawabnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s