Museum Peta ; Mengenal Sejarah Pembela Tanah Air

Sabtu, 9 Mei 2014 kami berkesempatan mengikuti weekend class & project yang diadakan oleh peyapeyo, sebuah komunitas parenting & lifestyle yang diadakan di Museum Peta (Pembela Tanah Air) di tengah kota Bogor, tepatnya di Jl. Sudirman no.35, Jawa Barat

image

image

Memasuki gerbang museum, kita akan disambut oleh patung Shodancho Supriyadi, panglima TKR disebelah kiri dan patung Panglima Sudirman, Panglima TNI disebelah kanan. Patung dengan pose mengobarkan semangat perjuangan tentara di masa itu. Lalu ada dua buah tank yang juga turut dipajang dihalaman depan. Museum yang bangunannya telah berusia 270 tahun ini didirikan untuk memberikan penghargaan kepada para mantan tentara PETA atas kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

PETA, Pembela Tanah Air (Kyodo Bo-ei Giyugun), merupakan pasukan tentara pribumi yang dibentuk oleh Jepang saat menduduki Indonesia dalam Perang Pasifik. Tentara PETA dibentuk pada 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan Panglima Tentara Keenambelas, Letnan Jendral Kumakichi Harada, sebagai Tentara Sukarela.

image

Melangkah kedalam, kita akan melewati sebuah lorong diantara ruang pamer museum yang kanan kirinya berisi relief-relief yang menggambarkan perjuangan tentara PETA. Ruang pamer terdiri atas dua bangunan panjang dengan arsitektur tempo dulu yang merupakan tempat diorama-diorama yang menyajikan banyak kisah sejarah dan koleksi persenjataan tentara nasional Indonesia pada masa perang.

image

Sementara itu tepat ditengah halaman terdapat monumen Sudirman, dengan dua buah meriam masing-masing dikiri dan kanannya. Dibelakang patung jendral sudirman terdapat bangunana setengah lingkaran yang berisi nama-nama Perwira PETA dari Bali, Jawa dan Madura.

Gedung yang difungsikan sebagai museum ini dibangun pada tahun 1745 oleh tentara Knil dengan gaya bangunan Eropa. Pada tahun 1943 gedung tersebut digunakan sebagai pusat pelatihan pasukan tanah air (walaupun masih di bawah kontrol Jepang. Pembangunan Museum PETA dimulai pada tanggal 14 November 1993 dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI yang juga merupakan sesepuh YAPETA yaitu Umar Wirahadikusumah Pembangunan tersebut memakan waktu kurang lebih 2 tahun dan diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 18 Desember 1995 (sumber wikipedia)

Perjalanan mengenal museum PETA kali ini dipandu oleh bapak Suroso, salah seorang anggota TNI yang bertugas disana. Diawali memasuki ruang pamer disebelah kiri, kita akan bertemu dengan deretan diorama dan koleksi museum lainnya seperti berbagai persenjataan (meriam, senapan, pedang, pistol bahkan samurai asli dari Jepang).

Total diorama dimuseum PETA ada 14, yang masing-masing bercerita tentang kondisi perjuangan kemerdekaan.

image

Diorama 1: Kesepakatan tokoh-tokoh Bangsa Indonesia untuk mengupayakan berdirinya tentara PETA (1943)

image

Diorama 2: Kegiatan latihan di Pusat Pendidikan Perwira Pembela Tanah Air Bogor (1943)

Diorama 3: Pembentukan batalyon-batalyon PETA di daerah Jawa, Madura dan Bali (1944)

Diorama 4 : Pemberontakan PETA DiBlitar (14 Pebruari 1945)

Diorama 5: Tipu muslihat Katagiri Butaicho (Jepang) terhadap Syodancho Muradi (15 Pebruari 1945)

Diorama 6: Peristiwa 16 Agustus 1945 di kompi Pembela Tanah Air (PETA) Rengasdengklok

image

Diorama 7: Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta

Diorama 8: Badan Keamanan Rakyat (BKR) cikal bakal TNI (22 Agustus 1945)

image

Diorama 9: Peristiwa rapat raksasa 19 September 1945 di lapangan IKADA, Jakarta

Diorama 10: Peristiwa serbuan Osha Butai Kota Baru oleh Pasukan BKR Yogyakarta (Oktober 1945)

image

Diorama 11: BKR Malang merintis matra kedirgantaraan dalam pembentukan kekuatan bersenjata Indonesia (Oktober 1945)

Diorama 12: Pemindahan markas angkatan darat Jepang di Jawa Timur ke tangan Bangsa Indonesia (Oktober 1945)

image

Diorama 13: Ambarawa dan lahirnya hari infantri TNI-AD (Angkatan Darat) (15 Desember 1945)

Diorama 14: Pemilihan panglima besar Tentara Keamanan Rakyat (12 November 1945)

image

Beberapa lukisan dilengkapi dengan kata-kata mutiara yang membangkitkan semangat juang turut menghiasi dinding kanan dan kiri.

image

Adapun bagian akhir ruang pamer kedua adalah replika tandu yang digunakan untuk mengangkat pangliman besar Jendral Sudirman yang disaat sakitnya sekalipun masih tetap memiliki semangat tinggi memimpin TNI demi kemerdekaan Indonesia

Perjalanan mengenal sejarah ini kemudian ditutup dengan mencoba merasakan naik tank (khusus anak-anak tapinya) yang disambut dengan antusias oleh para peserta, anak-anak usia 3 – 8 tahun. Iya weekend class ini memang diadakan untuk anak-anak, tapi orang tuanya gak kalah antusias menyimak penjelasan dari bapak pemandu sekaligus merefresh ingatan soal sejarah bangsa ini. Lumayan khan sekalian pengenalan sejarah kepada anak, orangtuanya ikutan belajar juga. Perjalanan edukasi untuk semua.

Lalu selain kunjungan museum, ngapain aja disana?
Tunggu ya, postingannya bersambung. Masih banyak keseruan lain dihalaman berikutnya ^^

Yuk ke museum 🙂

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku, Review and tagged , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Museum Peta ; Mengenal Sejarah Pembela Tanah Air

  1. Ahmad says:

    Koreksi, Mbak. Alamat wikipedianya keliru. Ini yang bener: https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Pembela_Tanah_Air (nggak pakai kurung tutup) 🙂

    • itsmearni says:

      Waduh maaf mas, iya saya salah
      Makasi koreksinya
      Btw ini sebenarnya postingan belum kelar, belum lengkap foto2nya dan beberapa bagian masih harus diperbaiki, tapi pas mau ngedit ndilalah koneksinya ilang dirumah saya hiks

  2. penuhcinta26 says:

    Seru tampaknya. Pemandunya bagus gak Ar membawakan kisah sejarah?

  3. Pingback: Weekend Class & Project : Seru dan Asyik di Museum Peta | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

  4. Katerina says:

    Kalimat-kalimat pembangkit semangatnya luar biasa, mbak 🙂

    Saya belum pernah ke museum PETA. Pingin juga ngajak anak ke sini. Tfs ya mbak Arni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s