Belajar itu Asyik

Selama kencan dengan virus HFMD seminggu terakhir ini, untuk mencegah penularan ke teman-teman sekolahnya, maka Prema dikarantina sementara dirumah. Gak bermain keluar, gak sekolah, istirahat yang cukup agar segera pulih. Untungnya Prema memang jarang main keluar sih, biasanya teman-teman sebayanya yang datang ke rumah, main bareng. Nah karena Prema sakit ya gak terima temen deh dirumah.

Sementara itu bersamaan dengan ‘libur’nya Prema, ndilalah kok bertepatan dengan pelaksanaan evaluasi disekolahnya. Ya meskipun untuk ukuran anak TK A yang lebih banyak bermain saat belajar, eh maksudnya belajarnya dikemas dengan ceria karena suasananya bermain *halagh belibet amat sih bahasanya* tapi evaluasi tetap diperlukan diakhir semester. Selain untuk mengetahui kemampuan daya tangkap siswa terhadap pelajaran, kemampuan motorik kasar dan halus, perkembangan konigtifnya, guru kelas tentu saja butuh evaluasi buat laporan kinerja guru. Evaluasi sederhana sih sebenarnya, bahasanya aja dibuat ‘serem’ evaluasi, padahal mah anak-anak gak merasa sedang diuji kok, serasa sekolah hari-hari biasa 🙂

image

                Prema Mencocok

Nah karena evaluasi tadi gak mungkin diikuti Prema yang lagi karantina, bu guru wali kelaa Prema berinisiatif membawakan lembar kerjanya ke rumah. Lumayan deh Prema ada kegiatan, biar gak bosan dan bete juga dia dirumah.  Seneng banget anaknya dapat tugas, saking asyiknya lupa deh sama sakitnya hehe
Beberapa evaluasi yang dilakukan antara lain mencocok gambar kemudian menempelkannya, mewarnai, menebalkan huruf dan angka, pengenalan penjumlahan yang disertai menulis angka, menggunting, menempel, bermain logika berdasarkan cerita.

image

Ah banyak ya. Tenaaaaang…. Itu mah keliatannya aja banyak, pas dikerjain sedikit kok, Prema mengerjakan dengan riang dan penuh semangat lho. Bahkan sempet narsis segala *ehk bagian ini mah emaknya yang demen*
Eh, tapi beneran memang Prema minta difoto, katanya nanti fotonya mau dikasi lihat ibu guru supaya tau bahwa Prema kerja sendiri gak dibantuin ibu.

image

Jadi begitu deh. Belajar itu mengasyikkan kok. Asal dibuat santai, gak tegang dan pastinya gak pake paksaan atau bentakan.

Ou iya. Mohon abaikan seprei yang berantakan serta dinding yang penuh hiasan dan guratan. Harap maklum punya bocah yang sedang aktif-aktifnya ya kayak begini deh. Tembok pada runtuh kebentur bola, ketabrak sepeda dan penuh lukisan tangan cah bagus. Sprei abis dirapiin, 5 menit kemudian udah kacau deh. Begitulah. Warna warni keceriaan haha.

Nah, kata siapa belajar itu membosankan?

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home. Bookmark the permalink.

8 Responses to Belajar itu Asyik

  1. anazkia says:

    Baca sebelumnya dulu. Alhamdulilah, Prema dah semakin pulih.

    Owh ya, Mbak. Kapan2 Anaz main bolehkah? Sekarang Anaz tinggal di Citayam

    • itsmearni says:

      Walah maaf baru liat komennya Anaz
      Makasi ya tanteeeee, salam dari Prema
      Hayuk atuh mau main kesini, citayam khan deket banget kesini
      Yuk yuk ditunggu kedatangannya Anaz. Kabarin aja ya klo pas mau kesini, HP aku 081286545620

  2. omnduut says:

    Aku juga mau ketemu mb Arni dan Prema kapan-kapaaan 🙂 eh tunggu di Palembang aja deh hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s