Matahari yang Basah

“Bu, memangnya di Barat itu ada airnya?”

“eh? Maksudnya?” Saya malah nanya balik gak ngerti

“Itu, dilagunya di bilang matahari tenggelam di Barat. Berarti mataharinya kebasahan dong.” Jawab Prema

“Oalaaaaah…. Itu maksudnya terbenam sayang, matahari itu khan terbit di Timur, terbenam di Barat.”

“Tapi itu tadi kenapa dibilangnya tenggelam sih, klo tenggelam khan berarti di air dong, jadi basahbkhan mataharinya” Masih gak terima ni bocah

“Hmm.. Jadi khan matahari itu klo terbenam dia seperti masuk dan menghilang di Barat, makanya suka dibilang tenggelam juga.”

“Ndak bisa dong. Tenggelam ya di air, klo matahari itu terbenam. Itu lagunya salah ah, ibu juga salah!”

Errr…. Baiklah Nak.
Sak karepmu lah
Puyeng pala emak berdebat gini 😀

———

image

Jadi ya bukan sekali dua kali Prema protes terhadap hal-hal tak terduga kayak gini. Adaaaa saja yang dicomplain sama dia klo merasa ada yang gak pas. Urusan berdoa untuk orang tua tempo hari contohnya. Atau urusan mandi bareng yang seru itu. Masih banyaklah sebenarnya kisah lain yang gak sempat tayang disini hehe.

Nah karena punya anak super duper kritis gini kadang bikin saya harus pinter muter otak agar bisa menjawab yang masuk akal dan sesuai dengan pemahaman anak 5 tahun. Memilih kata dan kalimat yang pas agar mudah dimengerti sampai dengan melatih diri untuk lebih sabar agar tak nyolot ngadepin anak yang ngeyel mempertahankan pendapatnya.

Debat kecil. Itu mungkin istilah yang pas. Ternyata urusan kompromi, musyawarah atau diskusi atau apapun istilahnya yang biasanya berisi debat ini gak hanya berlaku di kantoran, sekolah atau organisasi. Di rumah juga. Suami istri, bapak – anak, ibu – anak, mertua – menantu, nenek kakek vs anak cucu dst dst.

Saat “berdebat” kita sebaiknya mengenyampingkan ego kita. Kosongkan gelas agar siap menerima masukan, ide bahkan kritikan. Keluarkan pendapat tapi yo jangan ngotot. Karena tak ada kebenaran mutlak. Benar salah itu selalu menjadi relatif tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Selayaknya tak ada pemenang dalam debat karena setiap orang tentu punya alasan akan pendapat dan pandangannya. Yang ada akhirnya adalah kesepakatan bersama, tak memuaskan semua pihak tentu saja, tapi dengan berbagai pertimbangan baik buruk dan segala efeknya.

Akhir-akhir ini kita seringkali disuguhkan beragam perdebatan, dalam segala hal. Ekonomi, politik, budaya, agama dll yang kadang tak berujung. Capek ya kadang ngelihatnya, tapi sebenarnya kalau kita mau membuka diri, ada banyak pelajaran kok yang bisa dipetik dari setiap perdebatan itu. Ya ilmu baru, ya gaya bahasa, gaya penulisan sampai bagaimana mencoba memilih kata atau kalimat yang pas agar tetap saling menghargai dan tidak menjatuhkan lawan debat, kecuali memang niat nyerang ya, ini lain lagi ceritanya. Intinya ya sebaiknya saling menghargai tetap dibutuhkan. Gak lucu aja setelah debat berakhir yang tadinya kawan jadi lawan, yang tadinya saudara jadi musuh. Seharusnya debat itu saling mengisi to yo.

Halagh ini yo malah ngelantur kemana-mana deh. Balik lagi ke persoalan matahari yang terbenam atau tenggelam, akhirnya ya wis kami sepakat bahwa matahari itu terbenam di Barat. Boleh saja sih disebut tenggelam juga, silahkan saja, tapi buat Prema dia tetap akan menyebut terbenam 🙂

Ah ya ya
Kayaknya ini win win solution buat semua deh

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku, Percikan and tagged , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Matahari yang Basah

  1. Prema ga tanya kenapa matahari terbit? kalo terbit itu kan nama harian :p

  2. rayamakyus says:

    Makin pinter prema..
    aweeee,, kayak tahan napas jg hadapi anak2 cerdas begini. Hrs perbanyak sabaar,baar,,baaar

  3. Prema pintaarr, hahaha… matahari kebasahan karena tenggelam… wkwkwk

    *ngebayangin air laut bakal kering karena matahari tenggelam ke laut hehehe

  4. Di' says:

    Sebenarnya bisa jadi ajang mengajarkan soal kata2 “hyperbola”, Arni. Kita bisa memberi tahu kata2 lain yg biasa dipakai menggambarkan sesuatu yg sebenarnya bukan itu maksudnya. Ini supaya anak belajar tentang tata bahasa, juga pengertian kalau orang itu suka membesar2kan sesuatu (hehehe).

    • itsmearni says:

      Wah iya, bener juga ya mbak
      Besok-besok bakal saya coba idenya mbak Dian, makasi masukannya ya
      Tapi memang sih ya bahasa Indonesia itu unik, buat satu hal bisa diungkapkan dengan banyak kata/istilah deh hehe

  5. faziazen says:

    pinternya..apa suka baca buku anak anak?

    • itsmearni says:

      Dulu sih sempat langganan bee magazine yang junior, dari pustaka lebah, tapi sekarang berhenti. Paling sekarang seringnya nyari diskonan deh di gramed, lumayan sih Prema emang demen buku, wajib tuh sebelum tidur harus dibacain cerita dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s