Ke Puncak Tanpa Macet, mungkinkah?

Sekitar tiga minggu yang lalu, hari sabtu di awal-awal bulan Ramadhan kami mendapat undangan mengisi acara adik-adik mahasiswa yang berlokasi di Puncak. Sejak awal berangkat kami sudah komat kamit berdoa semoga pas ketemu jadwal naik, karena puncak terkenal dengan kemacetannya sehingga rutin diberlakukan sistem buka tutup jalur yang artinya kendaraan arah naik dan turun menggunakan jalan bergantian sesuai jadwal yang telah ditentukan.

image Berangkat dari kota Bogor sekitar pukul 09.30 WIB kami bergegas menuju tol yang mana umumnya begitu nyampe SPBU sebelum masuk tol ciawi sudah pasti akan bertemu tumpukan kendaraan yang mengantri. Tapi ternyata….. Sungguh diluar dugaan! Tol super sepi. Jalanan lengang. Sepanjang jalan hanya tampak satu dua kendaraab menuju ke puncak.Ā  “Eh, gak salah nih,” kami bertanya-tanya sendiri.

image

Keluar pintu tol ciawi, kami lebih kaget lagi. Dimana biasanya disini pasti macet luar biasa, apalagi weekend seperti ini, dipastikan kaki berada dipedal rem sampe pegal deh. Lha ini sebaliknya, bahkan angkotpun tampak enggan menggilaskan rodanya ke jalanan beraspal. Sungguh tak dinyana, perjalanan kami super lancar. Tak sampai sejam kami sudah berada di puncak pas. Wow banget khan.

image

Tampaknya karena sedang berpuasa, orang-orang memilih untuk berdiam dirumah saja. Beristirahat atau menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta. Tempat-tempat rekreasi bukan menjadi tujuan meski saat akhir pekan. Dan tampaknya tingkat hunian hotel/vila juga menurun, ditandai dengan banyaknya iklan discount gede-gedean hanya sepanjang bulan ramadhan ini.

image

Kondisi seperti ini agak menguntungkan ya buat kami-kami yang tidak menjalankan ibadah ramadhan. Bisa berkendara dengan santai, menikmati pemandangan, menghirup udara segar, memanjakan paru-paru saat akhir pekan tanpa harus menggerutu karena macet atau terganggu oleh bel mobil yang bersahut-sahutan berebut jalan sungguh bagai mimpi di siang bolong. Berkali-kali kami berpandangan dan bertanya, “yakin nih kita ke puncak?” lalu tertawa bersama. Haha. Tapi ada juga ruginya. Restoran-restoran pada tutup cyiiiin. Tak ada penjual makanan yang biasanta bertebaran sepanjang jalur puncak. Bahkan pasar juga tampak tak begitu ramai. Penjual oleh-oleh hanya satu dua yang buka. Yang rame malah penjual pakaian dan mainan, mungkin buat persiapan lebaran ya. Untungnya kami sudah sarapan dan membawa sedikit cemilan jadi ya gak apa-apa deh gak ketemu warung makan šŸ™‚ Bahkan saat sore harinya dimana kami akan turun kembali ke Bogor. Sempat menduga akan macet karena orang-orang ngabuburit, menunggu waktu berbuka, ternyata tidak juga. Hanya bertemu kemacetan dibeberapa titik itupun hanya sesaat, karena daerah pasar, itu saja. Kami bahkan sempat mampir di kawasan puncak rindu alam yang mana biasanya penuh sesak orang menikmati pemandangan dan berpose. Hari itu sepi deh. Tak perlu berebut lokasi. Tak perlu berebut lahan parkir. Bisa pose sepuasnya.

image image

Ah… Jadi begini rasanya menikmati keindahan kebun teh dikanan kiri jalan dengan nyaman. Meluncur bebas hambatan. Kejadian langka. Dan dari pengalaman ini, kami berniat mengulang kembali tahun depan. Khan sudah tahu kapan jalur puncak bebas macet. Haha.

Kata siapa jalur puncak macet?

Ke Puncak? Siapa takut!

Yuuuuuuk…..

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home. Bookmark the permalink.

6 Responses to Ke Puncak Tanpa Macet, mungkinkah?

  1. museliem says:

    Waaaahhh irrriiiiiikkkkk…..

  2. omnduut says:

    Haha posenya lucu. “Serahkan pisang itu” ujar Prema. “Siaap” kata ibuk eh mama ya? hihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s