Kisah Garuda Wisnu Kencana

Kunjungan kami ke Garuda Wisnu Kencana di kawasan Uluwatu ditutup dengan menyaksikan pertunjukan Kecak yang pada hari itu menyajikan lakon Garuda Wisnu.

image

——————————-
Alur Cerita

Berdasarkan deskripsi yang diberikan kepada pengunjung, cerita ini diambil dari kitab Adi Parwa yang menceritakan tentang perjalanan sang Garuda mencari Tirta Amerta dan menjadi tunggangan Dewa Wisnu.

image

Tersebutlah Diah Winata yang kalah dalam menebak warna kuda Uchisrawa, kekalahan karena kecurangan Kadru yang selalu iri kepadanya.  Akhirnya menjalani masa hukuman menjadi budak Kadru dan Naga, anaknya. Diah Winata dan Kadru adalah istri dari Rsi Kasyapa yang sebenarnya sangat adil dan bijaksana, namun Kadru senantiasa iri pada Diah Winata sehingga selalu mencari cara licik untuk menjatuhkannya. Melihat kejadian itu, putra Diah Winata, sang Garuda merasa iba dan bertekad membebaskan ibunya dari perbudakan. Berkali-kali bertarung dengan Naga dalam posisi Seri, Naga akhirnya memberi syarat jika Garuda bisa memberikan tirtha amertha (air kehidupan) untuknya maka ibu Garuda akan dibebaskan. Garudapun berpamitan kepada Diah Winata untuk mencari tirta mertha (air kehidupan) di Sorga dan memberikannya kepada Naga.  Sang Garuda pun berangkat ke Sorga.

Suasana di Sorga

image

Diceritakan di sorga,  para bidadari dan para penjag sorga sedang bercanda ria, mendadak terganggu oleh kedatangan sang Garuda. Para raksasa penjaga sorga berusaha menangkap Sang Garuda namun mereka tak dapat mengalahkan kesaktian sang Garuda, bahkan oleh Dewa Indeta sekalipun.

Dewa Indra akhirnya menghadap Dewa Wisnu Dan menceritakan kejadian ini. Dewa Wisnu mencari keberadaan sang Garuda dan pertempuran kembali terjadi yang kemudian dimenangkan oleh Dewa Wisnu.  Namun Dewa Wisnu terharu oleh ketulusan hati sang Garuda yang datang ke Sorga untuk mencari tirta amertha guna mrmbebaskan ibunya dari perbudakan. Dewa Wisnu akhirnya memberikan tirta Amertha dengan syarat sang Garuda harus bersedia menjadi tunggangan Dewa Wisnu. Sang Garuda menyanggupi tapi terlebih dahulu akan memohon ijin dari ibunya sekaligua menunaikan kewajibannya untuk membebaskan sang ibu.

Alam Manusia

Setelah mendapatkan tirta amertha, sang Garuda kembali ke dunia untuk membebaskan ibunya dari perbudakan. Setelah menyerahkan tirta amertha kepada para Naga (yang kemudian sebelum sempat diminum oleh para naga, berhasil direbut kembali oleh para penjaga sorga), Diah Winata kemudian dibebaskan. Saat tirtha amertha ini berhasil direbut kembali, tertinggal beberapa tetes diilalang. Dengan bernafsu Naga menjilat tetesan itu, namun karena sangat tajam maka terbelahlah lidah sang Naga. Itulah sebabnya hingga kini lidah Naga dan turunannya yaitu ular dan sejenisnya menjadi terbelah.

image

Setelah ibunya bebas dari perbudakan, Sang Garuda lalu mohon ijin ibunya terkait janji kepada Dewa Wisnu untuk menjadi tunggangannya.
Maka dikenallah sebagai
GARUDA WISNU KENCANA

——————————-

Menyaksikan pertunjukan ini, selain mengandung nilai seni yang tinggi, kreatifitas yang luar biasa, juga mengingatkan kita akan nilai-nilai luhur kehidupan.

Bagaimana seorang anak berbhakti kepada ibunya, hingga bersedia menghadapi segala rintangan demi kebahagiaan sang ibu. Perjuangannya yang mempertaruhkan nyawa sungguh adalah teladan yang luar biasa.

Begitu pula tentang janji yang ditunaikan. Setelah tujuannya tercapai, sang Garuda berbesar hati kembali ke Sorga menjadi tunggangan Dewa Wisnu.  Mengingatkan kita agar selalu menepati janji yang telah terucap.

Disisi lain ada cerita tentang kelicikan Kadru dan Naga untuk memenangkan persaingan dengan Diah Winata. Tebakan tentang warna kuda uchaiswara tersebut seharusnya dimenangkan oleh Diah Winata yang menebak warna putih, namun karena kelicikannya yang sudah tahu akan kalah, Kadru meminta Naga untuk menyembur kuda uchaiswara dengan racunnya sehingga tampak berwarna hitam. Namun kemudian walaupun telah menerima tirta amertha, naga akhirnya tak dapat menikmatinya. Ini membuktikan bahwa kejahatan akan kalah oleh kebaikan.

Selalu ada hikmah dibalik cerita
Dan saya menikmatinya

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home. Bookmark the permalink.

5 Responses to Kisah Garuda Wisnu Kencana

  1. Ila Rizky says:

    ternyata ada kisah dibalik pembuatan patungnya ya, mba.

    • itsmearni says:

      Kira-kira begitu deh
      Karena tak ada yang kebetulan atau ujug-ujug terjadi khan
      Pasti ada kisah dan filosofi yang menyertai
      Btw makasi banyak udah mampir dan meluangkan waktu membaca ya mbak 🙂

  2. Selalu ada makna dalam seiap peristiwa, semoga pesan dalam monumen ini menjadi guru yang baik, sebuah pengabdian dan kesetiaan 🙂

  3. faziazen says:

    Waah jadi pengen kesana lagi
    Kemarin liburan di bali berapa lama?

    • itsmearni says:

      Berapa lama ya, di Balinya sih pas seminggu dan lumayan banyak wisata
      Kalo plus perjalanan sih jadi hampir 2 minggu liburannya. Soalnya lewar darat dan nyantai banget. Banyak mampir-mampirnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s