Menoreh Jejak di Taman Nasional Baluran

Saat di Bali tempo hari, saya membaca status seorang kakak yang tengah liburan di Banyuwangi bersama keluarga tercinta. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah Taman Nasional Baluran, sebuah kawasan wana wisata yang disebut-sebut sebagai Afrikanya Indonesia. Foto-foto yang dibagikan oleh teman saya, sukses membuat penasaran dan membuat kami memutuskan untuk mampir ke Baluran sepulangnya dari Bali, kebetulan kami memang via darat, jadi pasti melintasi Banyuwangi.

image

Hari sudah lewat tengah hari saat kami tiba di gerbang Taman Nasional. Setelah membeli tiket masuk, kami memulai perjalanan menjelajah Baluran. Taman Nasional ini terbentang seluas 25.000 ha disepanjang kaki gunung Baluran dan mencakup tiga Kabupaten yaitu Banyuputih, Situbondo dan (utara) Banyuwangi. Memiliki tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai (wisata bahari), hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Vegetasi Sabana disini mendominasi kawasan yaitu sekitar 40 % dari total luas taman nasional.

image

image

image

Sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan pepohonan tropis yang khas. Batang pohon menjulang tinggi, menampilkan dahan dan daun dipucuk sebagai mahkotanya. Sebagian lagi tengah meranggas, daunnya habis berguguran laksana musim gugur dinegara dengan empat musim, meski demikian tetap tampak eksotis. Ditambah sinar mentari yang menyeruak disela rantingnya, menghasilkan siluet cantik berlatar awan dan langit biru.
Kemudian tak ketinggalan vegetasi khas hutan basah, pandan berduri, tampak anggun dikelilingi semak disekitarnya. Jika beruntung, kita akan bertemu monyet-monyet yang berlompatan dari batang pohon satu dan lainnya serta aneka burung yang bernyanyi merdu dipucuk-pucuk pepohonan.

image

Satu masalah yang sama, nyaris ditemukan di hampir seluruh taman nasional di Indonesia, infrastruktur yang kurang mendukung, dalam hal ini jalanan. Kondisi jalan berbatu yang parah (kalau boleh sih pengen bilang hancur hehe) sungguh menciutkan niat. Berkunjung kesini berarti harus sudah siap terguncang-guncang didalam mobil. Belum lagi ditambah debu yang mengepul setiap ada kendaraan lewat, terutama di musim kemarau panjang, duh bikin pengen balik arah deh, sayangnya jalanan yang sempit gak memungkinkan untuk putar balik, udah kepalang tanggung, wis lah maju terus deh jadinya.

image

Jalanan yang tak nyaman membuat waktu tempuh jadi lama. Hampir sore saat kami tiba di Bekol. Dan Prema juga sudah tertidur saking lelahnya. Prema memang tergolong mudah tidur dalam segala situasi, terguncang seperti apapun kalau sudah ngantuk ya bablas. Dan karena bos kecil tidur plus kami memang tak ingin kemalaman dijalan karena berniat lanjut ke Bromo dimalam yang sama, jadinya kami hanya mampir sebentar deh disana, tak sempat ke menara pandang, tak berkunjung ke hutan mangrove, pun tak menikmati debur ombak dan pasir putih pantai Bama yang masih asri. Kami hanya sempet melihat tulang belulang dan tengkorak satwa yang dipajang dipadang sabana serta kawanan monyet yang berlari-lari bebas kesana kemari.

image

Ou kami juga cukup beruntung sempat melihat tarian burung merak yang kebetulan melintas ditengah padang. Sayang, saking terpesonanya malah tak sempat mengambil gambar. Meraknya udah jauh, baru inget pegang kamera. Ya sudahlah, berarti memang rejekinya buat dilihat langsung, bukan dibagikan via blog 🙂

Iya, karena hanya mampir sebentar, tak banyak yang bisa dieksplore. Cukuplah kali ini menoreh jejak saja disana. Meski demikian, saya punya beberapa foto yang siap dibagikan antara lain menara pandang, pantai Bama dan hutan mangrove, yang semuanya saya ambil dari kakak cantik, mbak Prapti dan sudah seijin yang bersangkutan untuk diposting disini.

image

image

image

Semoga suatu hari nanti kami berkesempatan untuk berkunjung lagi ke Baluran dan leluasa menjelajah tiap sudut cantiknya. Dan paling utama, semoga kelak jalanan kesana sudah lebih mulus sehingga perjalanan bisa lebih lancar dan cepat. Yah minimal seperti jalan utama lintas Jawa – Bali inilah, muluuuus dengan deretan hutan jati sepanjang jalan yang masih termasuk kawasan Taman Nasional Baluran.

Yuk, jelajahi Indonesia dengan sejuta pesonanya 🙂

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku, Review and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Menoreh Jejak di Taman Nasional Baluran

  1. Kapan ya bu, jalanan ke wisata alam mulus seperti jalanan ke rumah elit 😀 sepertinya mushatil. Namun kita harus tetap optimis.. kalau di sini ada tempat buat menginapkah bu?

    • itsmearni says:

      Iya. Kadang suka geregetan sama pihak2 yang berwenang. Jalanan wisata alam kita banyakan hancur
      (kecuali Bali yang hampir semua tempat jalannya mulus) kemaren kemping di sukamantri juga aduh jalanannya parah banget, itupun minjem jalur milik perusahaan daerah sana, bukan jalan asli yang dibuka pemerintah. Klo lewat yang asli konon gak bisa dilalui kendaraan saking parahnya

      Ada wismanya di bekol. Kelihatannya sih lumayan bersih tempatnya. Bekol ini udah ditengah2 kawasan. Deket menara pandang, pantai bama dan hutan mangrove

      • Wouw…. hehe kalau di Bali mereka sudah sadar akan potensi wisata. Sepertinya yang di Banyuwangi masih belum tersadarkan bu. Sehingga mereka membuat jalannya kayak gitu. Tapi saya miris juga mendengarnya 😁 apalagi kalau saya merasakan sendiri

        • itsmearni says:

          Mungkin karena Bali memang “menjual” wisatanya justru ketempat2 terpencil makanya infrastrukturnya lumayan bagus
          Semoga daerah lain juga demikian
          Minimal jalur wisata alam deh ya

  2. Pingback: Ada kelezatan dalam Tiap Gigitan Lumpia Semarang | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s