Karena Imajinasinya Begitu Berharga

Ups…. Tak terasa seminggu berlalu gak update blog. Duh gini deh blogger embal *emak + abal-abal* yang ngeblog sesempatnya atau kadang mepet-mepet DL kalau pas ikutan lomba tertentu. Ya gimana dong, seminggu terakhir kesehatan Prema, 5 tahun sedang dapat hadiah ujian, sehari panas sehari ndak, belum lagi ditambah batuknya yang bikin nyesek hati saya saat mendengarnya. Hiks… Anak sakit memang bikin hati gak karuan. Dan jadilah alasan buat saya untuk tidak menulis dan menambah isi blog ini padahal sebenarnya banyak yang pengen diceritain, yang mana sekarang udah berlalu dan jadi basa basi basi klo baru ditulis #uhuk

Oke. Cukup sudah intermezzonya. Balada emak blogger harus diisi dengan cerita baru biar kekinian tho. Nah ini bener-bener fresh. Cerita Cah Bagus saya yang sudah mulai sekolah lagi pagi ini setelah minggu lalu sampai kemarin sekolahnya on off, sehari masuk sehari nggak.

Jadi ya, seperti biasa tadi saya menjemput Prema di sekolah. Dimana setiap akhir belajar (dan bermain) anak-anak mengikuti les baca tulis permulaan untuk persiapan masuk SD kelak. Oh tenaaaang….. Bukan les baca tulis saklek yang gimana-gimana kok. Semua dilaksanakan dengan riang gembira, sambil bermain ceria dan lebih pada pengenalan huruf dan kata. Tak ada paksaan atau bentakan. Jadi sangat nyaman buat anak-anak. Nah, tadi itu ibu gurunya bilang, “Prema udah lancar bacanya, Ma. Yang kurang menulisnya, masih belum lancar.”

Saya sebagai ibunya nyantai aja sih, selama ini memang tak pernah memaksakan Prema membaca menulis. Biarkan saja sesuai kemauan dia. Saya tidak mau Prema merasa terbebani, karena memang saat ini ya dunianya adalah bermain. Dan memang Prema itu lebih senang membaca daripada menulis. Nah jadi ternyata tadi Prema dengar tuh obrolan kami. Begitu sampai dirumah, setelah berganti pakaian langsung mengambil buku tulis dan pensil dan meminta saya mengucapkan beberapa kalimat untuk dia tulis. Oh oke, mumpung anaknya minta, wis hayuklah. Dan ini hasilnya, beberapa kalimat. Yah lumayanlah buat pemula ya 🙂

image

Tak lama Prema menulis, mulai deh dia bilang, “Sudah cukup Ibu, Prema gak mau menulis lagi. Capek!”

Oke, gak apa-apa. Sekarang Prema mau ngapain dong?” tanya saya

Prema mau bikin gambar cerita aja ya.” katanya

Boleeeeh. Selamat menggambar.

Setelah itu Prema tenggelam dalam goresannya. Sementara saya sibuk beberes rumah yang memang tak pernah beres *ehk* sampai kemudian terdengar seruan, “Ibu, sini deh. Prema mau cerita, dengerin ya!” kata Prema sambil memperlihatkan gambar-gambarnya.

Begini ceritanya

———

Pada suatu hari, ada mobil truk dan mobil eskavator yang bertemu

image

Hai eskavator, terimakasih ya sudah membantu menaikkan batu-batu ini kepunggungku, ” kata mobil truk
“Sama-sama mobil truk, itu khan memang tugasku.” kata mobil eskavator

image

Nah, sekarang kamu mau lihat ndak bagaimana aku membawa batu-batu ini untuk membuat jalanan?” kata mobil truk lagi
“Tentu saja mau,” jawab eskavator

image

Trus saat jalan, ternyata mobil truk sampai duluan. Lalu katanya, “Yaaah….kamu terlambat eskavator, batunya sudah turun semua, soalnya kamu jalan pake rel sedangkan aku pakai roda, jadi lebih cepat deh. Sekarang lihat batunya diratakan saja ya sama mobil silinder

image

Nah ini dia mobil silindernya. Sedang bekerja meratakan batu-batu untuk jalanan.

—————

Sekian cerita dari Prema. Terimakasih Ibu sudah mendengarkan.” Prema menutup ceritanya sembari berdiri dan membungkuk memberi hormat.

Note : Bahasa cerita disesuaikan dengan gaya bahasa Prema

Uwooooo plok plok plok. Jangan ditanya bagaimana terharunya saya. Kagum saya sama imajinasinya. Oke, mungkin gambarnya belum sempurna (ehk, tolok ukur sempurnanya dari mana dulu?), tapi dia mampu menuangkan imajinasinya menjadi berbentuk lantas bercerita seperti itu sudah memberi poin luar biasa buat saya. Errr…. Katakanlah saya lebay, anak lain seusianya bisa melakukan hal seperti ini juga kok, bahkan mungkin lebih, tapi tetap saja saya percaya, tiap anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tiap anak punya karakter. Tiap anak punya minat. Tiap anak butuh apresiasi atas bakatnya serta ruang untuk menyalurkannya. Dan saya tak ingin menghentikan itu hanya dengan mengatakan, gambarnya kurang ini kurang itu atau meralat ceritanya. Saya menikmati imajinasinya. Saya menikmati momen wow ini sebagai seorang ibu dengan buah hati yang sedang berkembang.

Dan begitulah. Hari ini hati saya membuncah bahagia. Menjadi orang pertama yang mendengar ceritanya. Berada disampingnya saat dia butuh dukungan. Dan menyaksikan perkembangannya detik demi detik. Ditengah sebuah pertanyaan, “masih betah nih dirumah saja, gak pengen kerja kantoran lagi?” dari seorang kawan yang bertanya via inbox disalah satu media sosial hari ini. Belum. Mungkin nanti 3, 5 atau bahkan 10 tahun lagi. Atau bisa jadi tidak. Tidak ngantor rutin mungkin ya. Yang pasti sekarang saya menikmati peran ini. Karena semua ibu punya pilihan, dengan segala konsekwensinya. Tanpa mengurangi rasa cintanya kepada keluarga.

YA.
Karena imajinasinya begitu berharga.

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Karena Imajinasinya Begitu Berharga

  1. novianadewi says:

    Prema calon blogger nih tampaknya. Sudah pintar aja merangkai cerita.
    *ciyuuuuum

  2. Alris says:

    Kayaknya jadi pengarang tuh kalo udah gede, hehe…

  3. Pingback: Menitip Pesan Kebaikan Lewat Cerita Pengantar Tidur | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

  4. Pingback: Sebuah Catatan Kecil dari Peringatan Maulid | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s