Cerita Dari Balik Kelambu

Aduh judulnya kayak film-film dewasa jaman dulu ya. Tapi beneran awalnya bingung mau kasi judul apa, pas kepikiran yang ini kok kayaknya pas, tayang deh sekarang hehe.

image

Jadi ceritanya, belakangan ini keluarga kami sedang senang-senangnya sama aksesoris baru ditempat tidur kami yaitu kelambu. Err… Agak norak-norak bergembira gitu deh. Berawal dari musim kemarau panjang yang salah satu efeknya adalah peningkatan populasi nyamuk. Kemarin-kemarin sih masih coba toleransi, lama-lama kok yo terasa super mengganggu deh. Tidur jadi gak nyenyak, bangun pagi kulit merah dan bentol, masih ditambah gatal pula. Ah pokoknya tak nyaman. Bikin geregetan plus kesel. Padahal nih ya, konon katanya kalau udara dingin atau ruangan ber-AC bakalan bebas dari nyamuk. Tapi kayaknya kali ini gak mempan deh, nyamuknya pada pake jaket semua :p

Kenapa gak pake obat nyamuk?” Hmm… Selain memang tak sehat untuk pernafasan, kami memang tak suka menghirup bau dan asapnya. Bisa sesak nafas jadinya.
Lho khan ada yang elektrik?
Iya. Tapi tetap saja terlalu wangi dan menusuk hidung
Kalau begitu pake yang lotion aja.” Tetep ngerasa gak nyaman sih, mengoleskan ke kulit, selain lengket takutnya kehirup atau malah kemakan pas lupa cuci tangan dan langsung megang makanan, apalagi Prema, 5 tahun.

Jadi ya pilihannya adalah kembali ke cara tradisional digabung dengan sedikit modern : Kelambu + raket nyamuk listrik.

Awalnya sempat deg-degan. Takutnya kami gak nyaman dengan kelambu. Kata orang-orang, pake kelambu rasanya sempit dan sesak. Maklum sejak awal pindah ke Bogor hampir 10 tahun lalu, kami gak pernah sama sekali mengenal kelambu. Padahal jaman kecil di Kendari dulu, saya akrab banget sama kelambu. Deg-degan berikutnya adalah Prema, takutnya dia gak mau tidur pakai kelambu, karena ini khan bakal jadi pengalaman pertamauntuknya

image

Kenyataannya, wah Prema seneeeeeng banget. Serasa camping katanya. Tapi kali ini tendanya lebih gede trus ada tempat tidurnya. Fyuuuh lega bener dah. Ternyata Prema justru menikmati kelambu ini. Dan lagi, yang kata orang bakal terasa sesak dan sempit itu gak terbukti lho, bernafas masih lega dan yang pasti nyaman dan aman dari gigitan nyamuk.

Ou, raket nyamuk buat apa. Jadi ceritanya kelambu ini khan gak permanen. Pasangnya malam hari menjelang tidur aja. Siang lipat rapi. Nah, setiap habis masang, berburu nyamuk dululah di dalam kelambu, agar bener-bener aman sentosa tidurnya. Maka nyenyaklah sampai pagi.

Saking senangnya, sekarang ini setiap habis makan malam, Prema langsung lanjut SST (Sikat gigi Sebelum Tidur) lalu berganti baju tidur sendiri, tanpa harus disuruh. Setelah itu dengan mimik unyu-unyunya ngerayu deh, “ibu, Prema khan udah pinter SST sama ganti baju tidur sendiri, Prema mau dong dikasi hadiah,” katanya sambil senyum manis
eh. Hadiah? Mau hadiah apa memangnya?
Tolong pasangin tendanya dikamar dong, Prema mau camping.”
oh oke bos. Siap!”

Dan begitulah,beberapa hari ini aktifitas bermain dan membaca buku sebelum tidur berpindah ke dalam kelambu. Saya sih seneng-seneng aja, Premanya lebih aman khan jadinya dari gangguan nyamuk. Tohk setelah bermain, dengan kesadaran sendiri, semua mainannya dibereskan terlebih dahulu baru kemudian tidur.

Oh ya, satu lagi keuntungan menggunakan kelambu adalah hembusan angin dingin dari AC gak langsung ke badan, sempet “tersaring” terlebih dahulu oleh kelambu. Jadi terasa lebih segar dan sehat.

So. Tunggu apalagi, buat yang masih ngerasa terganggu sama nyamuk, gak usah ragu deh, kelambu bisa jadi pilihan yang baik. Gak deh yang pake obat nyamuk pabrikan. Mau pake siang malam juga bisa. Tapi klo kami, malam pakai, siangnya lipat yang rapi.

Yuk. Hidup sehat dengan kelambu πŸ™‚

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku, Review and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Cerita Dari Balik Kelambu

  1. Alris says:

    Mantap. Cara tradisional itu ternyata sehat. Lebih murah daripada pakai cara modern yang banyak menghabiskan uang. Hidup kelambu… πŸ™‚

  2. Tinggal di permanis sama dongeng sebelum tidur atau pernik-pernik camping bu. Sehingga si Prema jadi tambah betah. Apalagi kalau ditambah lampu yang bisa menampilkan bintang-bintang gitu hem.. mantap dah

    • itsmearni says:

      Dongeng sebelum tidur itu memang wajib buat Prema
      Setiap mau tidur pasti berbekal buku cerita. Jadi setelah mainan dirapikan, maka saatnya “pesta cerita”, begitu kami menyebutnya. Biasanya semua mendapat giliran bercerita, hom pim pah dulu kalau kami bertiga (bareng ayahnya) atau suit aja klo hanya berdua dengan saya πŸ™‚
      Hmm untuk lampu2 itu memang impian buat desain kamarnya Prema nanti, masih dicicil nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s