Mendadak Betawi di Kampung Betawi Setu Babakan

Mengunjungi Setu Babakan adalah salah satu keinginan wisata saya sejak lama. Pucuk dicinta ulampun tiba, sabtu kemaren pembukaan event Indonesia Internasional Storytelling Festival diselenggarakan disini, bertajuk Dongeng di kampung Betawi. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui, begitu kata pepatah. Keinginan emaknya tercapai, Prema juga bisa menikmati wisatanya berupa icip-icip dan masak kerak telor, membuat ondel-ondel mini dan tentu saja mendengarkan dongeng keren dari ayo dongeng Indonesia.

image

Memasuki gerbang, nuansa Betawi langsung terasa. Petugas keamanan sampai petugas parkir semua mengenakan pakaian ala jawara Betawi tempo doeloe. Lalu patung ondel-ondel juga menyambut kami dikanan kiri pintu masuk gedung, hall A, tempat acara akan diselenggarakan. Bangunan di hall A ini memang belum selesai sepenuhnya, halaman juga masih tampak gersang, masih dalam proses penataan, tapi di beberapa tempat sudah tampak beragam rumah adat Betawi dan pernak pernik khas betawi lainnya. Karena acara mendongeng baru akan dimulai jam 2 siang, sementara kami sudah tiba disana sekitar jam 10.30, jadi Prema kami sertakan dalam tour setu babakan terlebih dahulu. Lumayan, berkeliling dan dapat pengetahuan langsung dari sumbernya.

image

Perjalanan dipandu oleh abang Sohari (moga-moga gak salah sebut name ye bang) dan mpok Irme (namenye Irma, dibaca Irme). Dimulai dari mengitari area bazar disekitar air mancur. Ada es selendang mayang, dodol betawi, souvenir khas betawi, kain batik dan tentu saje kerak telor. Anak-anak sempat lama digerai ini karena pake acara icip-icip dan praktek membuat kerak telor.
kerak telornya enak bang, aye demen nih rasanya maknyus!”
“iye neng, tapi jangan lupe bayar ye, seporsinya 15 ribu aje!”

Puas icip-icip pizza khas betawi, anak-anak digiring *lo kate bebek digiring* menuju area panggung untuk melihat aneka rumah adat yang terdapat disekelilingnya. Aye aje baru tahu lho klo ternyata rumah adat betawi itu ada 3 jenis :

image

1. Rumah Bapang atau sering disebut rumah kebaya.
Ciri utamanya adalah teras yang luas untuk tempat bersantai, semi terbuka dan lantainya yang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah. Bentuknya yang sederhana menjadikan rumah tipe ini paling disukai oleh masyarakat Betawi. Pembagian ruangnya juga jelas yaitu ruang depan, tengah dan belakang. Bentuk kuda-kuda penyangganya berada ditengah-tengah struktur atap.

image

2. Rumah Joglo
Didopsi dari tipe bangunan rumah adat Jawa, namun dilengkapi dengan ciri khas Betawi. Pembagian ruang didalamnya sama dengan rumah bapang. Yang membedakan adalah struktur atapnya dimana kuda-kuda penyangga berada disisi kanan dan kiri sehingga atapnya tampak mempunyai empat sisi

image

3. Rumah Gudang
Sesuai dengan namanya, rumah ini biasanya digunakan untuk menyimpan peralatan. Biasanya juga menjadi rumah suku Betawi didaerah pedalaman. Ciri khasnya mempunyai bentuk memanjang kebelakang. Atapnya berbentuk pelana dan struktur atapnya tersusun dari kuda-kuda dan memiliki prisai berupa unsur elemen struktur atap yang disebut jurai. Serta memiliki satu atap kecil dibagian depan yang disebut topi/dak.

Rumah Betawi berstruktur rangka kayu atau bambu. Lantainya berupa tanah yang disemen. Ciri utama dari rumah betawi adalah lisplanknya yang khas yang disebut “gigi balang” berupa ornamen papan yang diukir berbentuk segitiga berjajar yang unik.

image

Ok sip. Kita tinggalkan pembahasan rumah. Perjalanan dilanjutkan menuju zona embrio, yaitu cikal bakal adanya kampung betawi ini. Melintasi pedestrian dengan setu babakan seluas 32 ha disebelah kiri, sepanjang jalan kita akan menemukan jajaran pedagang aneka penganan khas betawi, dari kerak telor, tape uli, rengginang, bir pletok, gado-gado, laksa, wajik rangi, soto betawi dan lain-lain. Suasana ramai saat kami berkunjung kesana. Rupanya tempat ini sudah cukup terkenal dan menarik minat pengunjung. Baik yang sekedar menghirup udara segar, memancing di Setu ataupun makan-makan bersama keluarga. Suasana asri terasa sepanjang jalan. Pohon khas Betawi seperti kecapi, tampak terpelihara baik disini. Ditengah hiruk pikuk Jakarta dengan kemacetannya, menemukan tempat seperti ini adalah pelipur lara tersendiri

image

Selain Setu babakan, katanya ada Setu Mangga Bolong yang masih termasuk dalam kawasan wisata ini dan terletak disisi lain area ini. Sayang kami tak sampai kesana, selain karena jauh, memang tujuan kami adalah ke zona embrio untuk mengajak anak-anak membuat ondel-ondel mini.

image

Ditengah Setu babakan sendiri saat ini sedang dibangun sebuah pulau seluas +/- 2 ha yang nantinya akan dijadikan sebagai pusat kebudayaan betawi tempo dulu, baik rumah adat dan segala pernak perniknya mengingat untuk yang zona embrio sudah sangat padat karena menyatu dengan hunian masyarakat umum.

Aye coba cari tahu, kenapa kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan wisata. Nah menurut abang sohari, katenye karena memang memiliki tiga potensi yaitu wisata budaya, wisata air dan wisata agro. Untuk wisata budaya, secara rutin diselenggarakan pagelaran seni musik, tari dan teater tradisional, biasanya setiap hari minggu. Selain itu ada latihan pencak silat Betawi setiap malam Jumat. Beberapa prosesi adat juga sering dilakukan disini seperti pernikahan, sunatan, nujuh bulanan, ngaderes dll yang semuanya berciri khas Betawi. Ada pantun-pantun dan petasannya gitu deh.
Untuk wisata air, jelas berhubungan dengan setu, kegiatan seperti memancing, menjala ikan, wisata kano dan sejenisnya dapat dinikmati oleh pengunjung. Bagaimana dengan wisata agro? Pepohonan yang rimbun sepanjang sisi setu adalah jawabannya.

Masuk ke zona embrio, tampak sekali kehidupan khas Betawi disana. Mulai dari dialek saat mendengar penduduk setempat berbincang, pakaian yang dikenakan sampai bentuk-bentuk bangunannya. Sayang saya tak sempat mengeksplor terlalu banyak disini, karena harus konsentrasi menemani Prema yang langsung tenggelam dalam proses membuat ondel-ondel. Menarik, ditengah gempuran aneka permainan modern, kampung betawi masih mempertahankan kearifan lokalnya

image

image

Selain melihat langsung kehidupan masyarakatnya, dari pentas dongeng kami juga mendapat penjelasan mengenai pakaian adat betawi yang peragaannya dibawakan oleh abang none Jakarta Selatan 2015. Aye jadi tahu kalau model baju koko putih itu disebut sadariah dengan celana batik, selempang dileher dan peci dikepala, tentunya ini buat cowok. Sedangkan buat ceweknya mengenakan baju kurung jenis kebaya encim berwarna cerah, dengan kain panjang bermotif wajik ditengahnya, lengkap dengan kerudung sebagai penutup kepala.

Belum puas rasanya menikmati ke-betawi-an ini. Ya memang harus diagendakan khusus kali ya kalau benar-benar pengen mengeksplor. Ini khan ceritanya agenda nyisip sembari menunggu pembukaan festival dongeng. Semoga kedepannya pembangunan zona A sudah rapi, pengembangan pulau ditengah setu juga sudah selesai dan yang paling penting kenyamanan pengunjung saat melintasi pedestrian sepanjang sisi setu babakan agar lebih tertata lagi karena saat ini masih campur aduk antara pejalan kaki, pengendara mobil, motor, sepeda dan aneka stand makanan yang padat pengunjung.

Oh ya satu lagi. Catatan penting buat pengelola agar menyediakan tempat sampah dibeberapa titik strategis. Jujur aje nih, aye sempat kesulitan menemukan tempat sampah disana. Dan semoga kesadaran para pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya juga meningkat. Yo ndak lucu aja, tempat sampah ada, kosong, tapi disekitarnya berserakan aneka bungkus makanan dan minuman. Yuk sama-sama kita jaga lingkungan kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?

image

Selanjutnya mari bersama kita lestarikan budaya bangsa ini.
Budaya Indonesia memang beragam. Aneka pakaian adat, rumah adat, senjata, bahasa menjadikan kita sebagai bangsa yang besar dan unik. Dari Sabang sampai Merauke semua punya ciri khas sendiri dan semua terjalin dalam satu kata Indonesia Raya.

Indonesia kaya
Indonesia cantik
Indonesia indah

Note :
Aye” dalam bahasa pergaulan betawi berarti “Saya”
Jadi nama saya bukan Aye yaaaaaaa……

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, Review and tagged , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Mendadak Betawi di Kampung Betawi Setu Babakan

  1. Pingback: Icip-icip Kerak Telor dan Membuat Ondel-Ondel Mini di Kampung Betawi | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

  2. Pingback: Memetik Pelajaran Dari Dongeng di Kampung Betawi | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

  3. ayanapunya says:

    Saya baru dengar objek wisata setu babakan ini mbak

  4. Pernah dengar nama Setu Babakan di teve, baru tau ternyata di dalamnya lengkap banget ya Mpok dengan segala kekayaan Budaye Betawi. Kalau aye ntar ke Jakarta lagi, mau lah aye diajak kemari. *ketularan Betawai.

  5. jampang says:

    terakhir ke sana udah lama banget…. sepertinya banyak perubahan yah

  6. Aye kagak jadi dateng ke sono, kalo jadi kite ketemu deh ye pok :D.
    Tampilannya berubah ya sekarang setu Babakan. Setau aye sih tuk wisata Agro, dulu ye, kite diajak liat pembibitan puun2 yg langka. Sekarang ude ga ada ye pok .

    • itsmearni says:

      Ih sayang benee si mpok kagak dateng, padahal pan asik klo kita muter-muter berdua
      Wisata agro yang pembibitan tanaman langka sih katenye masih ada mpok tapi karena memang fokus tournya mau ngajak anak-anak berkreasi jadi kagak mampir deh, mungkin lain kali yeeeee
      Yuk kapan kita kesono bareng

  7. Pingback: Jelajah Kemegahan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s