Romantisme Senja di Teluk Kendari

Hari beranjak sore. Cahaya lampu mulai berpendar disana sini menggantikan tugas sang surya yang beranjak menuju peraduannya. Denyut kehidupan baru juga mulai terasa di sepanjang pantai Kendari, tepatnya disisi Barat Teluk Kendari. Sisi pantai yang pada siang hari tampak lengang, berganti menjadi keramaian tenda-tenda para pedagang, dari makanan, pakaian bahkan aneka permainan anak.

Senja 1

Tempat ini sejak dulu menjadi favorit warga kota Kendari. Sejak saya masih piyik dulu, kawasan Kendari beach ini tak pernah sepi saat sore menjelang. Dari ajang rekreasi keluarga hingga sekedar duduk termenung dan menanti datangnya senja. Sembari menikmati aneka penganan dari yang ringan serupa pisang epe, aneka gorengan, kacang dan jagung rebus hingga makanan ‘berat’ seperti bakso, ikan bakar, nasi goreng dan lain-lain. Tinggal pilih sesuai selera.

Seperti sore itu, mumpung lagi mudik ke Kendari, tentu saja saya tak ingin melewatkan kesempatan bernostalgia dengan tempat tongkrongan masa lalu saya. Kalau dulu kesininya sama bapak ibu dan adek jaman masih imut, lalu masa abegeh sama pacar teman-teman, nah kali ini bareng keluarga lengkap dong, bapak ibu, keluarga adik dan tentu saja tak ketinggalan Prema dan ayah.

Senja 4

Karena bawa bocah, pilihannya adalah bermain. Di sini juga ada odong-odong lho. Keren pula. Kalah deh odong-odong di Bogor. Di sini odong-odongnya pake mesin yang digerakkan dengan tenaga listrik, jadi si abang tak perlu capek-capek ngegowes pedal. Lalu dihias lampu-lampu warna warni yang membuat suasana makin ceria. Ditambah lagi aneka bentuk hewan-hewan lucu sebagai ‘jok’ penumpang yang mana memang tampak terawat dan tak lupa dilengkapi sabuk pengaman. Jauh banget sama odong-odong yang ngider di Bogor.

Sementara anaknya asik berodong-odong ria, yang gede-gede sibuk ngunyah kacang rebus *gimana mo kurus kakaaaak?* atau sekedar jeprat jepret view cantik nan romantis dibelakang kami. Saya, sebagai pencinta senja dan pengejar matahari tentu saja tak melewatkan kesempatan ini.

Senja 2

Ada sang surya yang merayap perlahan menuju peristiratannya. Menyisakan sebuah rona jingga yang membuat hati hangat. Jaman dulu, paling asik nih ngelamunin pujaan hati #uhuk sambil menatap senja seperti ini, berharap dia juga melakukan hal yang sama pada senja yang indah itu. Lalu bayangannya mengukir dalam lengkung-lengkung indah serupa lukisan disana #halagh #gubrak

Kapal-kapal nelayan terlihat bagai noktah ditengah hamparan air laut. Karena tempat ini berada ditepian teluk Kendari yang ‘imut’, maka kita bisa menyaksikan sisi seberangnya dalam sekali pandang. Dan pada waktu-waktu tertentu disenja hari, air laut surut sehingga kapal-kapal nelayan hanya bisa berlabuh ditengah, tak merapat ke tepian jika tak ingin “nyangkut”
Dan ini adalah keindahan tersendiri buat pengunjung.

Dari SD Sony4

Puas bermain odong-odong, saatnya mencari makan. Siapkan lambung kosong kalau kesini, bawaannya pengen nyobain semua deh. Karena berencana makan malam “serius” berupa sinonggi yaitu makanan khas Kendari yang terbuat dari sagu, maka sebagai “pengganjal” sementara, pilihan jatuh pada pisang epe. Jenis penganan yang selalu bikin saya kangen. Bahkan beberapa kali minta dikirimin dari Kendari. Sesuai namanya penganan ini terbuat dari pisang, tepatnya pisang kepok yang dibakar lalu digencet sampai pipih (epe). Kemudian disiram dengan saus gula merah kental, jika suka bisa ditambah durian, lalu ditaburi kacang tanah sangrai yang ditumbuk kasar.

Rasanya sumpah, bikin merem melek. Kalau gak ingat mau makan “berat” saya bisa ngabisin 3 porsi sekali makan #gembulnya. Minuman pendampingnya, paling cocok deh Sarabba, yaitu campuran jahe, santan, susu dan gula merah. Enaaaaak pake banget!

Senja 3

Selain pisang epe, aneka gorengan juga ada. Gorengannya sih biasa, cocolan makannya yang gak biasa. Di Kendari itu makan apa saja pakai sambal *eh gimana?*
Iya kalian gak salah baca, beneran sambal. Bukan sambal kacang kayak di Jakarta lho ya, ini benar-benar sambal dari bawang, cabe dan tomat. Gimana rasanya? Yummy kakaaaak….
Pokoknya kalau ke Kendari beach, sempatkan deh makan gorengan Pirla (Pinggir Laut) dijamin ketagihan. Harganya juga dijamin gak bikin kantong bolong. Dibandrol Rp 5000 untuk 4 jenis gorengan, dengan ukuran jumbo lho. Hati-hati bablas jadi kekenyangan ya. Haha.

Tentang kuliner ini, nanti dibahas sendiri deh dipostingan berikutnya *semoga saya diberi semangat buat nulisnya* :p
Soalnya banyak banget kuliner-kuliner Kendari yang juara banget buat menggoyang lidah dan bikin nagih. Dari sekedar cemilan hingga makanan berat.

Senja 5

Jadi kawan, kalau kalian kebetulan main-main ke Kendari, rasakan sensasi menanti senja nan romantis di tepi Teluk Kendari ini. Dan tentu saja, jelajahi kulinernya yang kaya rasa.

Yuk, main ke Kendari πŸ™‚

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, Review and tagged , , . Bookmark the permalink.

31 Responses to Romantisme Senja di Teluk Kendari

  1. Katerina says:

    Aduh….mampir sini ketemu makanan lagi. Jadi lapeeeeer mak Premaaa. Tanggun jawaaaab.
    Glek pisang epe nya bikin ngiler…

  2. adventurose says:

    Pengen ikutan nyerupu sarabba-nya…. Enak banget diminum sore-sore gini…

  3. wiwik says:

    oh pisang epe itu pisang gapit kl di balikpapan ya mba. permah nyoba bikin pisang dibkar di pan, mmg kurang maknyos krn ga bau arang tp tetap merem melek makannya.,,

  4. Semoga odong-odongnya gak nyetel lagu2 dewasa gak kayak di Batam.
    Pengen juga nyobain Sarabba … kayaknya asyik buat teman begadang πŸ™‚

    oiya, kalo gak salah .. Kendari itu tempatnya mbak raya si myelectricaldiary.mp.com
    Masih ingat?

    • itsmearni says:

      Odong-odongnya lagu anak semua kok mas, sama kayak di Bogor sini

      Sarabba pas diminum saat cuaca dingin, sensasi rasa hangatnya bikin nagih

      Iya mas, Raya memang di Kendari, rumah kami berdekatan kok, tapi sayang pas saya ke Kendari kemarin, dianya sedang ke Makassar untuk menjalani operasi, jadi kami gak sempat ketemuan

  5. jarwadi says:

    Water Mark pada gambar apakah huruf Jawa? btw senjanya keren.

  6. jampang says:

    pantai memang salah satu tempat yang romantis

  7. rayamakyus says:

    Yuks kita kopdar ah

  8. Kuliner dan senja, dua hal yang selalu bikin rindu. Asyikkk,

  9. inggit_e says:

    Penasaran sama rasa pisang epe.
    Senja dengan panorama laut memang ngangenin ya mbak, membangkitkan nostalgia. Senja saat terbaik juga untuk merenung…ah romantis tempatnya πŸ™‚

    • itsmearni says:

      Pisang epe ini kuliner yang paling aku kangenin klo jauh dari Kendari, makanya wajib banget dinikmati setiap mudik. Rasanya nagih dan gak ngebosenin

      Ahay kayaknya banyak nih penikmat senja untuk bernostalgia. Asik memang sampai kadang lupa waktu hehe

  10. museliem says:

    Pantai dan senja, bagaikan pemuas dahaga yang haus akan nostalgia….

  11. evrinasp says:

    sunsetnya cakeppp bikin merinding abis

  12. Kalau odong2nya pake tenaga listrik bayarnya lbh mahal ya Mbak, kyke? hehe

  13. Sempet merasakan 3 hari di kendari, nyobain kuliner nya. Makan papeda bumbu kuning ama kerang rebus

  14. Pingback: Jelajah Rasa dalam Kuliner Khas Kendari | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s