Jelajah Rasa dalam Kuliner Khas Kendari

Lahir dan besar di Kendari membuat lidah saya terbiasa dengan aneka olahan khasnya. Aneka cara unik mengolah dan menyantap pengananpun menjadi daya tarik tersendiri yang seolah selalu memanggil saya untuk kembali sekedar mengobati rindu yang meletup-letup.

Berikut saya coba tampilkan beberapa kuliner khas Kendari yang sempat saya nikmati selama mudik tempo hari :

Wiskul 1

1. Sate Pokea

Pokea adalah jenis kerang yang hingga saat ini saya tahunya hanya ada di Kendari. Kerang ini merupakan kerang air tawar, bentuknya pipih berwarna kehijauan yang kalau di Kendari banyak ditemukan di aliran sungai Pohara, salah satu sungai besar yang membelah kota Kendari.

wiskul 3

Sate pokea diracik dengan bumbu khas, yang kemudian dimakan dengan disiram bumbu berupa perpaduan kacang, cabe, garam dan entah apalagi yang kemudian rasanya mendekati asam manis. Paling pas dimakan dengan gogos (lontong ketan tanpa isi yang dibakar) atau dengan buras (lontong tanpa isi yang direbus).

Nah soal bumbu siramannya ini, jujur aja saya belum berniat bikin sendiri. Selama penerbangan jakarta-kendari masih terjangkau 3 jam perjalanan, udahlah lebih praktis beli hihihi
Lagian klopun bisa bikin bumbunya tapi gak ada pokeanya yo sama aja boong to 🙂

Bagaimana rasanya?
Hmm… Benar-benar membelai lidah deh. Saya, kalau diturutin, sekali makan bisa abis 10 tusuk sendiri hehe. Tapi hati-hati buat yang asam urat dan kolestrol, pokea ini agak kurang bersahabat. Makannya dikit aja yaaaaa ^^

2. Pisang Epe

Seperti yang saya singgung di cerita senja Kendari Beach, salah satu penganan yang selalu saya rindukan adalah Pisang Epe. Saking merindunya, tak jarang saya minta dibawakan saat ada keluarga yang kebetulan ke Bogor atau Jakarta.

wiskul 5

Pisang epe adalah jenis olahan pisang kepok, harus pisang kepok ya, kalau jenis lain kurang pas rasanya, yang masih mengkal namun sudah terasa manis, dibakar kemudian dipenyet sampai gepeng.

Selanjutnya dimakan dengan siraman saus gula merah kental (saya suka yang ditambah campuran daging durian) dan ditaburi kacang tanah sangrai yang ditumbuk kasar.

wiskul 2

Perpaduan rasa pisang kepok dengan manisnya yang khas dengan saus gula merah ini menghasilkan rasa legit dan bikin nagih deh. Ditambah kriuk-kriuk taburan kacang tanahnya. Duh… menceritakannya saja udah sukses bikin produksi air liur saya berlebih gini.
Wajib dicoba nih, kalau kalian kebetulan ke Kendari atau Makassar ya. Dijamin jatuh cinta sama rasanya.

3. Jagung Rebus

Eh?! Kok jagung rebus? Apa istimewanya, lha wong dimana-mana sama saja to.
Oh, yang ini beda kawan!
Jagung rebus boleh saja sama, tapi jenis jagung dan cara makannya yang berbeda.

wiskul 6

Di Kendari itu, sepertinya orang gak bisa makan tanpa sambal. Apa saja diberi sambal, termasuk jagung rebus.
Kalau kebetulan main ke Kendari, jalan-jalanlah ke daerah Pondidaha, sebelum kantor kecamatan, akan ketemu sebuah kawasan wisata kuliner khusus yang menjual jagung rebus. Sepanjang tepi jalan akan terlihat jejeran pondok-pondok persinggahan dengan deretan panci yang diletakkan diatas tungku menyala sehingga jagung didalamnya tetap hangat.

wiskul 8

wiskul 7

Mampirlah ke salah satu warung, dengan sigap penjualnya akan menyajikan sepiring jagung lengkap dengan sambalnya.
Ou jagungnya juga beda lho, disini jagungnya jenis jagung ketan, berwarna putih dan rasanya legit. Bertekstur agak lengket dan rasanya manis. Kalau minta jagung manis biasa yang warnanya kuning orange itu juga ada kok. Tapi sayang ah, jauh-jauh kesini makan jagung yang biasa, mending yang ketan, harganya juga sama saja hehe

Nah, bagaimana dengan sambalnya?
Ini yang istimewa. Hanya dibuat dari tiga bahan saja kok yaitu cabe, garam lalu dikucurin air jeruk nipis. Sederhana. Tapi begitu berpadu dengan jagung rebus, ah rasanya yummy markimmy deh. Cara makannya, sambal ini diolesin ke jagung yang akan digigit dan nikmati sensasinya. Prema, 6 tahun, yang biasanya anti cabe aja, malah nambah berkali-kali makan jagung ini.

4. Gorengan

Jenis cemilan yang satu ini juga mudah kita temukan diseluruh daerah. Lagi-lagi yang membedakan itu cara makannya. Seperti yang saya bilang tadi, apapun disambelin deh klo di Kendari. Dari ubi goreng, bakwan sampai pisang goreng.

wiskul 10

Iya, kalian gak salah baca kok. Beneran, pisang goreng dimakan dengan sambal. Enak banget. Makan hangat-hangat sambil menikmati senja di Kendari beach, ah gak terasa perut kekenyangan haha.

wiskul 4

Sambalnya juga khas, selain dibuat dari bawang dan cabe, yang menjadikan istimewa adalah tambahan parutan ubi (singkong) yang dicampur ke dalam sambal. Menjadikan teksturnya lengket mirip lem tapi sangat enak saat dinikmati. Tuh khan…. Nulis ini lagi-lagi bikin saya lap iler huhuhu.

5. Sarabba

Kalau tadi kita bahas makanan, kali ini tentang minumannya. Makan pisang epe atau gorengan paling enak ditemani sarabba.

wiskul 9

Minuman yang mirip wedang jahe kalau di Jawa ini, memang cocok untuk menghangatkan badan. Terbuat dari jahe, santan, gula merah dan telur yang direbus jadi satu.

Saat mengalir melewati tenggorokan, rasakan sensasi kehangatannya. Ah, bikin nagih pokoknya!

******

Bagaimana?
Sudah cukup bikin ngeces?
Sebenarnya masih banyak kuliner lain yang mau saya ceritakan, nanti saja ya, biar gak kepanjangan.
Masih ada sinonggi, bagea, baruasa, palumara dan aneka olahan ikan yang menjadi ciri khas kuliner Indonesia Timur. Lain waktu saya bagi lagi deh.

Yuk, main ke Kendari.

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home. Bookmark the permalink.

36 Responses to Jelajah Rasa dalam Kuliner Khas Kendari

  1. Enakkk… pisang epe sama jagung rebus. Favorit saya jagung rebus saat hujan2 hem… Mantap. Apalagi kalau lagi rintik2 gitu asekkk

  2. winnymarlina says:

    sarabba bikin penasaran kak

  3. jampang says:

    wah… saya belum nyoba semuanya. jagung rebus dan gorengan seh pernah, tapi nggak pakai sambal.

  4. Sukses bikin Ngeces, sbenarnya mupeng banget ke Kendari, apalagi ada sepupu disana, duh..tapi kapan waktunya ya..hiks

  5. Aprillia Ekasari says:

    Pisang epenya kyke cucok ma selera saya, manis hehe

    Oh ya klo di rmh jg sering makan pisgor dicocol sambel, yg botolan, tapi hehe

    Penasaran sama jagungnya yg katanya beda ma jagung di Jawa 😀

    • itsmearni says:

      Iya jagungnya pake jagung ketan, agak lengket tapi lebih legit rasanya

      Pisang epe itu yang bikin saya cinta mati sama Kendari hahaha
      Wah klo sambal botolan aku belum pernah nyoba nih, jarang nyetok soalnya

  6. Katerina says:

    Aku ngiler liat sate pokea-nya *lap iler* 😀

    Aku belum pernah makan jagung pake sambal. Sepertinya sedap itu ya mbak

    • itsmearni says:

      Nah kalau begitu berarti mbak Rien harus ke Kendari suatu hari nanti, karena sate pokeanya hanya ada di Kendari. Yuk kapan mau kesana, ku temenin #eh #modusmaumudik

      Kalau jagung rebusnya bisalah buat sendiri sambalnya, tapi ya gitu disini adanya jagung manis biasa, bukan jagung ketan huhu

  7. museliem says:

    Pengen minumannya….

  8. Maya Siswadi says:

    waahh, inget anak2ku kalau makan gorengan juga pakai sambal, eh saus sambal dink

  9. saya suka minum saraba Mbak 🙂
    kalo di bau-bau banyak yang jual di pantai kamali 🙂

  10. Harga Kardus says:

    Kalau kau mah pengen nyobain Serabba..

  11. Diah indri says:

    betuuul mbak, semua kudu pake sambal di sulawesi, pas makan pisnag goreng, ubi goreng bersambal disana pertama kali agak kaget. sambelnya sambal terasi pula hohohoho

  12. Khair says:

    pengen bngt nyoba sate pokea

  13. mawi wijna says:

    Jadi inget sama Kendari. Dulu tahun 2011 pernah ke Kendari dan menginap di sana semalam. Setiap kali makan lauknya pasti ikan, hahaha. Pas keliling-keliling Kendari di pinggir jalan raya banyak banget yang jual ikan mentah. Kayaknya nyaris 24 jam orang Kendari kalau mau nyari ikan mentah buat dimasak pasti ada yang jual ya? Oh iya, selain makan ikan laut pernah makan juga yang namanya Sop Sodara, kali ini makanan tanpa bahan ikan. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s