Pesona Mentari Indonesia

Melaspas Piodalan Bali2

Petikan lagu lawas gubahan Surni Warkiman itu seringkali terngiang-ngiang dalam memori saya.  Sebuah lagu yang mengantarkan saya pada momen-momen menikmati perjalanan sang surya, sejak fajar merekah di ufuk Timur hingga saatnya kembali ke peraduan di senja hari.

Berbicara matahari, adalah bicara tentang kehidupan.  Ada saatnya datang, ada saatnya pergi.  Lahir dan besar di bumi Indonesia, yang dilintasi garis katulistiwa, membuat saya bersyukur karena waktu siang dan malam yang seimbang.  Sangat mudah menentukan batas waktu dalam setiap kegiatan.

Saya, dalam setiap perjalanan, selalu menyempatkan untuk mengejar matahari.  Ada semacam semangat yang terpacu ketika melihat warna jingga di langit pagi pertanda matahari sedang merangkak naik.  Menjadi pertanda bahwa hari ini akan cerah ceria, memberi kehangatan di pagi yang dingin dan menawarkan harapan untuk hari yang lebih baik dari sebelumnya.

Saat senja lain lagi.  Saya adalah penikmat senja.  Betapa sisa kehangatan sang mentari yang bersinar sejak pagi terasa masih mengalir dalam tubuh dan akan segera berganti menjadi malam yang dingin.  Sangat syahdu dan menyejukkan. Kehangatan yang memeluk hati dan mengingatkan kita bahwa sesibuk apapun dirimu, ada saatnya beristirahat.  Menghadap sang pencipta untuk berterimakasih atas hari panjang yang telah terlampaui dengan baik.

Pesona Sunrise Gunung Bromo

Tahun lalu, dalam perjalanan pulang dari Bali, kami menyempatkan ke Bromo.  Maksud hati menikmati fajar di Penanjakan. Apa daya, perjalanan darat yang panjang setelah sebelumnya berbelok ke Baluran, membuat kami memilih istirahat.  Terutama karena ada Prema, 5 tahun, yang tampak kelelahan dan masih tertidur lelap.

Selamat Pagi dari Bromo

Selamat Pagi dari Bromo

Rupanya Tuhan berbaik hati pada kami.  Dari tempat kami istirahat, di parkiran terminal, semburat jingga tampak di kejauhan. Cantik sekali.  Angin dingin menggigit tulang yang menyergap sejak semalam, perlahan beranjak pergi berganti kehangatan.  Ah… saya terpana pada keindahannya.

Semangat Pagi dari Dieng, Negeri di Atas Awan

Jika berkunjung ke Dieng, sempatkanlah ke puncak Sikunir.  Berada di Sembungan, desa tertinggi di pulau Jawa, treking sejak dinihari menuju puncak terbayar lunas dengan lukisan alam yang terpahat dari balik gunung dan awan. Kali ini kami tak ingin kehilangan kesempatan.  Jam 3 dinihari kami sudah berangkat dari penginapan menuju Sikunir.  Prema yang masih tertidur saya gotong ke mobil.

Selamat Pagi dari Dieng

Selamat Pagi dari Dieng

Perlahan langit malam berubah warna menjadi kemerahan.  Sementara gumpalan awan-awan juga tak mau ketinggalan menunjukkan aksinya, seolah berlomba untuk menampilkan keindahan.  Dan ketika matahari akhirnya benar-benar hadir dalam bulatan penuh, rasanya mata tak ingin berkedip.  Golden Sunrise.

Gardu Pandang Tieng

Gardu Pandang Tieng

 

Dieng Trip17

Tak sempat ke Sikunir?  Ke gardu pandang Tieng saja.  Lebih mudah dicapai karena lokasinya strategis.  Semacam teras persinggahan.  Dari sini, kita juga akan disajikan pemandangan alam yang luar biasa.  Dijamin betah deh berlama-lama di sini.

Fajar merekah di Sukamantri

tenda

Beberapa waktu terakhir, Sukamantri menjadi tempat favorit keluarga kami untuk melipir sejenak dari hiruk pikuk kota.  Selain karena lokasinya yang dekat, camping membuat kami terasa menyatu dengan alam.

Berada di salah satu sisi Gunung Salak, kala bangun pagi lihatlah ke arah Timur.  Disela-sela dedaunan, sinar surya tampak menyusup dengan cantiknya.  Sungguh pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.

Senja indah dari pantai-pantai Indonesia

Senja cantik di Tanah Lot, Bali

Senja cantik di Tanah Lot, Bali

Camera

Bukan rahasia lagi, Indonesia punya banyak pantai yang menawan hati. Pantai dengan pasir putih, nyiur melambai, jajaran kapal nelayan, batu-batu besar ataupun karang-karang raksasa adalah sedikit dari sekian banyak keindahan yang disajikan.

Teluk Kendari

Teluk Kendari

Susur Tuban - Lamongan

Susur Tuban – Lamongan

Selain itu, sunset juga menampilkan pesonanya sendiri.  Duduklah di tepi pantai kala senja, di ufuk barat mentari meluncur perlahan lalu terbenam di balik horizon laut lepas.   Saya selalu hanyut dalam suasana ini.  Romantis. Bayangkan kita melewati pergantian waktu itu bersama mereka yang dikasihi. Ayah ibu, pasangan, anak-anak kita atau sahabat.  Berhenti sejenak dari aktivitas, menundukkan kepala menghadap Sang Pencipta, menyadari bahwa kita hanyalah setitik debu dalam mega semesta.

Senja di Kaimana

Indonesia cantik dan kaya.  Pesona alamnya yang eksotis menjadikan saya jatuh cinta berkali-kali pada negeri elok ini.  Saya punya mimpi untuk mengejar matahari dari sudut-sudut cantik Indonesia.  Jika ada yang bertanya kemana destinasi impian saya, salah satunya adalah kota senja, Kaimana.  Sejak lagu lawas “Senja di Kaimana”itu membius perhatian, saya memegang erat mimpi ini.  Suatu hari saya akan menyaksikan senja dari kota dimana senja hadir bak lukisan.  Sebuah kota yang terletak di bagian “leher burung” Pulau Papua, tepat menghadap laut Arafuru.

Senja indah di Kaimana Sumber foto KLIK DISINI

Senja indah di Kaimana
Sumber foto KLIK DISINI

Senja indah di Kaimana Sumber foto KLIK DISINI

Senja indah di Kaimana
Sumber foto KLIK DISINI

Jika mendapat kesempatan berkunjung ke Kaimana, tentu saja saya akan menggunakan transportasi udara.  Untuk tiket pesawat akan saya beli via Airpaz yang telah terpercaya memberi penawaran harga tiket murah dan hemat.  Apalagi kalau dapat gratis, wah tak mungkin saya tolak deh. Haha.

Senja indah di Kaimana Sumber foto KLIK DISINI

Senja indah di Kaimana
Sumber foto KLIK DISINI

Bagaimana dengan maskapainya? Saya akan memilih Citilink.  Selain terkenal dengan pelayanannya yang ramah, maskapai yang satu ini juga jarang  delay. Citilink juga memiliki banyak alternatif jalur penerbangan sehingga meskipun harus transit, kita masih bisa terbang kembali dengan maskapai yang sama di penerbangan selanjutnya.

Saya seringkali membatin, “Tuhan pasti sedang berbahagia ketika menciptakan Indonesia.  Hasilnya begitu cantik dengan sejuta pesona menawan hati.”  Bisa mengabadikan keindahannya dan mengabarkan pada dunia adalah bentuk kecintaan pada Indonesia.  Mari bergerak.  Berbuat yang terbaik untuk negeri.  Indonesia Raya.

Competition2016Ads_300x250

 

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home and tagged , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Pesona Mentari Indonesia

  1. Dian Radiata says:

    Wow! Foto-foto sunrise dan senjanya cakep-cakep! Aku juga pengen ke Kaimana mbak.. Penasaran ama senja yang jadi inspirasi lagu itu 🙂

  2. winnymarlina says:

    langsung aku dengerin lagu lawas gubahan Surni Warkiman kepo kak hhhahaha. kak photo sunrisenya kece

  3. lazione budy says:

    Pesona Indonesia, tiada dua.

    * katanya…

  4. alrisblog says:

    Pantai di Indonesia memang menakjubkan. Saya cinta pantai. Saat ini kerja dipinggir pantai, hehe… Mantap surantap.

  5. jampang says:

    keren-keren fotonya, mbak
    semoga menang lombanya

  6. Dian farida says:

    Wah sunrise Dan sunsetnya cakep.saya hingga saat INI masih tersepona sama sunrisenya pananjakan bromo:)

  7. Airpaz says:

    Tulisan menarik , terimakasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz , semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz yah 🙂

  8. witriprasetyoaji says:

    dari dulu pengen ke Bromo, tapi belum kesampain sampai saat ini

  9. Aku paling males kalo traveling trus bangun pagi liat sunrise hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s