Keliling Nusantara dari Eksotisme Gunung Bromo menuju Pontianak

Bromo, namanya diambil dari Brahma ; salah satu Dewa dalam agama Hindu sebagai pencipta alam semesta. Gunung pasir eksotik ini menjadi salah satu destinasi wisata paling dicari oleh para pelancong. Begitupun kami. Saat trip Jawa-Bali bulan Juli kemarin, kunjungan ke Bromo tak terlewatkan.

image

Sebagai destinasi wisata populer, selain langsung via darat seperti yang kami lakukan, Anda bisa menggunakan pesawat. Saat ini bandara terdekat adalah Malang dan Surabaya. Hampir semua maskapai sepertiΒ Air Asia, Lion Air, Sriwijaya Air, hingga GarudaΒ Indonesia memiliki tujuan ke kedua kota ini. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan darat menuju Bromo.

Sudah tengah malam ketika kami tiba digerbang pertama kawasan wisata. Untuk memasuki kawasan, ada tiga macam tiket yang dikenakan ke pengunjung. Retribusi jalan desa Rp 2000, Retribusi kabupaten Probolinggo Rp 5000 dan karcis pengunjung, yang karena kami datang di hari biasa dikenakan sebesar Rp. 27.500,-/orang.

image

Niat mencari penginapan kami urungkan, mengingat sebentar lagi pagi menjelang. Apalagi Prema, 5 tahun, sudah tertidur pulas dimobil sejak dalam perjalanan. Tinggal melengkapinya dengan baju hangat, kaos tangan, kaos kaki dan kupluk yang kami beli dari pedagang disana. Kamipun melepas penat dengan beristirahat dimobil saja dan membuat janji jemputan dengan jeep untuk esok pagi.

Kami sengaja tak memilih paket sunrise di penanjakan. Selain fisik yang lelah setelah berkendara seharian penuh dari Bali, kami juga tak tega membangunkan Prema yang masih nyenyak. Kami terbangun dengan tubuh kedinginan. Baju berlapis dengan tambahan penutup badan lengkap masih tetap tak sanggup menepis dinginnya udara. Dan sungguh diluar dugaan, kami mendapat hadiah istimewa. Meskipun tak menunggu matahari terbit di penanjakan, namun saat bangun pagi hari diterminal, tepat dibelakang mobil kami, justru matahari sedang indah-indahnya. Mengintip dari balik gunung. Semburat warna jingganya sungguh membuat hati hangat.

image

image

Tepat jam 6 pagi jeep pesanan kami datang. Setelah membasuh diri seperlunya, kami siap menjelajah Bromo. Sebagai penganut Hindu, destinasi pertama kami adalah Pura yang terletak tepat ditengah-tengah lautan pasir Bromo. Memulai hari dengan berserah diri kepada Sang Maha Pencipta. Melakukan persembahyangan dalam heningnya Bromo, kami mendapatkan aura dan pengalaman yang berbeda. Berada ditempat suci selalu menjadikan diri ini merasa kecil dihadapan-Nya.

image

Oh ya, buat yang belum sempat sarapan, didepan kawasan Pura banyak pedagang makanan. Bakso ayam salah satunya. Di tengah udara dingin menusuk tulang, bakso ayam hangat terasa nikmat sekali.

Tuntas dengan semangkok bakso, kami bermaksud menuju kawah yang bisa ditempuh dengan jalan kaki atau berkuda. Untuk penyewaan kuda, dikenakan tarif Rp. 100.000,-/kuda, PP. Saya menyewa satu kuda berdua Prema, Ayah menyewa satu lagi. Berkuda dilautan pasir kadang terasa menegangkan, terutama dijalan menurun dan tanjakan.

image

image

Kuda mengantar kami ke lokasi lapang terdekat dari tangga menuju kawah. Dari sini harus berjalan kaki. Antrian naik tangga padat sekali. Prema yang naik sendiri, sempat berhenti dua kali untuk istirahat. Tenang saja, berhenti tak sampai memacetkan jalan, karena memang disediakan rest area sepanjang jalur. Satu hal penting yang harus diingat, jangan sombong. Mungkin terlihat mudah, namun udara sangat tipis, bercampur kabut dan debu. Jika tak pandai mengatur nafas, setengah perjalanan bisa menyerah. Capek, istirahatlah.

image

Tiba dipuncak, kami disambut asap mengepul dari kawah yang masih aktif. Ada rasa takut juga sebenarnya, apalagi pagar pengaman begitu dekat ke bibir kawah. Bagian belakang langsung berbatasan dengan tebing pasir. Kabut tipis diatas lautan pasir kontras dengan asap yang membumbung dari kawah. Recto verso. Dua fenomena alam yang menyatu menjadi keindahan tiada tara. Tak henti hati saya memuji kebesaran sang pencipta dan melangitkan doa. Semoga keindahan ini tetap terjaga selamanya, agar anak cucu dapat menikmatinya kelak.

image

image

Turun dari kawasan wisata lagi-lagi kami berdecak kagum. Kanan kiri disuguhi pemandangan hijau dari lereng gunung berpadu dengan lahan garapan para petani yang menanam aneka produk pertanian. Kebetulan saat kami kesana, masih suasana hari raya Galungan bagi pemeluk Hindu, dan sebagian penduduk Tengger adalah umat Hindu, sehingga kami juga disuguhi jajaran penjor melengkung didepan rumah-rumah penduduk. Di Bali, pemandangan ini biasa, tapi diluar Bali, menjadi keistimewaan tersendiri. Sayang waktu kami terbatas, perjalanan masih panjang untuk kembali ke Bogor. Saatnya pulang.

image

Setelah Bromo mau kemana?
Berniat menjelajah Indonesia tercinta, pilihan keliling nusantara berikutnya jatuh pada bumi Borneo. Kenapa?

Salah satu kota yang sangat ingin kami kunjungi di Kalimantan adalah Pontianak. Selain ingin mengunjungi tugu katulistiwa, kami juga ingin menyusuri sungai kapuas dengan perahu. Pasti akan menyenangkan dan jadi pengalaman baru.

Dari beberapa sumber yang saya baca, banyak spot cantik di Pontianak. Air terjun Mananggar, Museum KalBar, Bukit Penjamur Bengkayang, Pantai Temajuk dan banyak lagi yang siap memanjakan raga dengan eksotismenya masing-masing.

image

Foto diambil dari sini

Alasan lainnya, sahabat saya sejak SMP, Lisa, tinggal disana. Terpisah selama 18 tahun karena melanjutkan pendidikan dibidang berbeda. Meski komunikasi masih berlanjut via udara, tentu lebih menyenangkan jika bertemu langsung.

Untuk sampai ke Pontianak, tentu saja pesawat adalah moda transportasi utama dan paling nyaman untuk perjalanan jarak jauh antar pulau. Akan lebih menyenangkan lagi jika dapat ke Pontianak dengan #TiketGratisAirpaz apalagi menggunakan pesawat dengan service terbaik yang telah diakui dunia penerbangan Internasional, Garuda Indonesia. Ah, semoga harapan kami terwujud.
Tak sabar rasanya.

***************

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis Keliling Nusantara dengan #TiketGratisAirpaz

image

Advertisements

About Arni

Arni I Parenting & Lifestyle Blogger I Proud mom of amazing Prema I Living in Bogor I Feel Free to contact me at putusukartini@gmail.com or itsmearni@yahoo.com
This entry was posted in Home, keluarga kecilku, Lomba, Review and tagged , , . Bookmark the permalink.

27 Responses to Keliling Nusantara dari Eksotisme Gunung Bromo menuju Pontianak

  1. Aku juga sangat menyukai Bromooo… Bangaattt… Mau lagi deh ke sana… πŸ™‚

    Pengen ikut juga ah… sampae kapan yak lombanya?

  2. Badai says:

    Wah ada lomba blog seru! Jadi pengen ikutan πŸ˜‰

    Btw aku belum pernah ke Bromo, dan langsung tergiur pas mbak Arni cerita soal bakso ayam, huahaha *puk puk perut gembul*

  3. arip says:

    Nggak ada mantan terindah kecuali Kalimantan. Ah pengen juga ke pulau seberang sana.

  4. nengwie says:

    MasyaAllah indahnya ciptaan Allah…. Jd pengen kesanaaaa…tp kapaaaan….?? ooh kapaaaan..??

    • itsmearni says:

      Indonesia memang cantik teteeeeeh
      Ayo kapan mudik diagendakan explore Indonesia

      • nengwie says:

        Harus lama ya tinggal di Indonesianya, sementara kalau mudik, agendanya kumpul sama keluarga .. Serba salah.. Kita mudik, yg di indonesia ngga lagi libur, kalau dipake jalan2 waktu kumpul keluarga jd terbatas..*narik nafas panjang*

        • itsmearni says:

          Nah sama kayak klo aku ke Bali atau Kendari. Seringnya keliling sowan sodara. Baru pas liburan kemaren aja tuh bisa disempetin ngider ke beberapa tempat wisata

  5. nengwie says:

    Eeeh foto lagi loncatnya kereeeen…tinggi juga Prema loncat yaaaa… huuup… πŸ˜ƒ

  6. Maya siswadi says:

    Udah brapa tahun yaaa aku ga menginjakkan kaki di Bromo. Pengeenn ngajak anak2

  7. Cerita travel yang seru…

  8. Pingback: Kejutan Manis di Jumat Manis | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

  9. omnduut says:

    Tulisan sekece gini wajar bangeeeet menaaang. πŸ™‚

  10. Pingback: Mengejar Matahari | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

  11. Pingback: Ada kelezatan dalam Tiap Gigitan Lumpia Semarang | Tersenyumlah dan Semua Bahagia ………

  12. Pingback: Jelang Senja di Nusa Lembongan – Karena Hidup Adalah Perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s